Kanal24, Malang – Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB) memperluas jejaring akademik internasional dengan menjajaki kerja sama strategis bersama National Taiwan University (NTU), Taiwan. Kunjungan akademik yang berlangsung pada 21 September 2026 tersebut membahas lima program kolaborasi yang mencakup pendidikan, riset, mobilitas mahasiswa, hingga pertukaran akademisi.
Delegasi FTAB UB dipimpin Dekan FTAB UB Prof. Yusuf Hendrawan, STP., M.App.Life.Sc., Ph.D. dan jajaran dekanat. Rombongan diterima Professor Min-Hsiung Pan selaku Associate Dean, College of Bioresources and Agriculture, Institute of Food Science and Technology, bersama jajaran pimpinan NTU.
Baca juga:
K3 di Area Publik, FH UB Dorong Civitas Pahami Respons Darurat
Lima Program Strategis FTAB UB dan NTU
Pertemuan FTAB UB dan NTU menghasilkan lima poin inisiasi kerja sama strategis. Program pertama adalah dual degree program untuk jenjang Master dan PhD.

Program tersebut menjadi salah satu peluang pengembangan pendidikan lanjutan bagi mahasiswa FTAB UB melalui skema akademik yang melibatkan kedua institusi.
Agenda kedua adalah research collaboration di bidang teknologi agroindustri dan biosistem. Kolaborasi ini membuka ruang bagi dosen dan peneliti dari kedua institusi untuk mengembangkan kerja sama penelitian sesuai bidang keilmuan masing-masing.
Selanjutnya, kedua pihak membahas program student inbound dan outbound. Mobilitas mahasiswa menjadi bagian dari upaya memperluas pengalaman akademik dan jejaring internasional mahasiswa FTAB UB.
Program keempat yang dibahas adalah Collaborative Online International Learning (COIL). Melalui skema ini, proses pembelajaran dapat dikembangkan dengan melibatkan mahasiswa dan akademisi dari kedua perguruan tinggi secara lintas negara.
Sementara itu, program kelima berupa adjunct professor dan visiting lecturer. Skema ini membuka peluang keterlibatan akademisi dari kedua institusi dalam kegiatan akademik, termasuk pembelajaran dan pertukaran pengetahuan.
Kelima program tersebut menunjukkan cakupan kerja sama yang tidak hanya berorientasi pada mobilitas mahasiswa, tetapi juga menyentuh pendidikan lanjutan, penelitian, pembelajaran internasional, serta penguatan jejaring akademisi.
Perluas Peluang Tri Dharma Perguruan Tinggi
Wakil Dekan Bidang Akademik FTAB UB, Endrika Widyastuti, S.Pt., M.P., M.Sc., Ph.D., mengatakan kolaborasi dengan NTU dapat membuka peluang lebih luas bagi pengembangan kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Kerja sama tersebut sekaligus menjadi bagian dari langkah FTAB UB dalam memperkuat koneksi akademik dengan perguruan tinggi di tingkat internasional.
“Saat ini sudah tercatat dua alumni FTAB yang bergabung di NTU, yaitu Christoper Caesar Yudho Sutopo, Ph.D dan Verianti, STP sebagai assistant researcher. Ini membuktikan bahwa kualitas lulusan FTAB UB sudah diakui di kancah internasional,” ujarnya.
Keberadaan dua alumni FTAB UB di NTU menjadi salah satu modal dalam membangun hubungan akademik kedua institusi. Jejak alumni tersebut juga menunjukkan adanya keterhubungan antara lulusan FTAB UB dengan lingkungan akademik dan riset di Taiwan.
Bagi mahasiswa, pengembangan kerja sama internasional membuka peluang untuk mendapatkan pengalaman akademik di luar negeri sekaligus membangun jejaring dengan sivitas akademika dari institusi mitra.
Dorong Internasionalisasi FTAB UB
Kunjungan ke NTU menjadi bagian dari upaya FTAB UB memperluas akses internasional bagi mahasiswa dan dosen. Tidak hanya melalui mobilitas, kerja sama juga diarahkan pada pengembangan riset dan keterlibatan akademisi dari kedua institusi.
Lima program yang diinisiasi menjadi dasar untuk mengembangkan kolaborasi yang lebih luas antara FTAB UB dan NTU. Implementasinya diharapkan dapat memperkuat hubungan akademik kedua institusi secara berkelanjutan.
FTAB UB juga menargetkan penguatan internasionalisasi agar mahasiswa dan dosen memiliki semakin banyak kesempatan untuk berinteraksi dengan lingkungan akademik global.
Melalui kerja sama tersebut, FTAB UB berupaya memperluas ruang kolaborasi sekaligus meningkatkan keterhubungan pendidikan dan riset di bidang teknologi agroindustri dan biosistem dengan mitra internasional. (ern)














