Kanal24, Malang – Riset pertanian yang dikembangkan Universitas Brawijaya (UB) tak hanya menarik perhatian akademisi dalam negeri, tetapi juga mahasiswa internasional. Juliette Rizzo, mahasiswa hortikultura asal Prancis, mengaku berbagai inovasi pertanian yang dipelajarinya selama magang di Fakultas Bioindustri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) UB berpotensi menjadi inspirasi bagi pengembangan hortikultura di negaranya.
Selama tiga bulan mengikuti program magang, Juliette terlibat langsung dalam penelitian pemuliaan tanaman padi sekaligus mempelajari berbagai inovasi pertanian yang dikembangkan UB. Pengalaman tersebut ia bagikan dalam wawancara eksklusif bersama Kanal24 di Gedung Budidaya Pertanian Lantai 2 FBiPK UB, Rabu (29/7/2026).
Baca juga:
Dosen dan Diktendik Berprestasi UB Cetak Inovasi Berdampak
Teliti Varietas Padi untuk Mendukung Agroforestri
Selama magang, Juliette terlibat dalam penelitian yang berfokus pada seleksi varietas padi toleran naungan di bawah perkebunan kelapa sawit. Penelitian tersebut bertujuan mendukung sistem agroforestri sehingga lahan perkebunan tetap dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi pangan.

Menurutnya, penelitian masih berlangsung dan akan memasuki masa panen pada Oktober 2026. Meski telah kembali ke Prancis nanti, ia tetap akan berkolaborasi dengan tim peneliti UB untuk menganalisis hasil penelitian.
“Kami sedang menyeleksi varietas padi yang toleran terhadap naungan di bawah kelapa sawit. Meskipun nanti saya sudah kembali ke Prancis, saya tetap akan menganalisis data hasil penelitian ini,” ujarnya.
Juliette mengaku penelitian mengenai tanaman padi menjadi pengalaman baru baginya. Pasalnya, komoditas tersebut tidak banyak dipelajari dalam program hortikultura di negaranya.
Selama penelitian berlangsung, ia bekerja bersama mahasiswa Departemen Agronomi Universitas Brawijaya dengan melakukan pengamatan lapangan setiap pekan, mulai dari mengukur pertumbuhan tanaman hingga melakukan perawatan di lokasi penelitian.
Greenhouse Melon UB Curi Perhatian
Tak hanya mengikuti penelitian utama, Juliette juga mengunjungi berbagai proyek pertanian lain yang dikembangkan FBiPK UB, termasuk budidaya melon di greenhouse dan sejumlah program pendampingan petani di Malang.
Menurutnya, meski sistem pertanian Indonesia dan Prancis memiliki banyak perbedaan, pendekatan yang diterapkan di Indonesia justru memberikan perspektif baru yang layak dipelajari.
“Saya rasa kami bisa mendapatkan banyak inspirasi dari Indonesia, khususnya untuk tanaman hortikultura. Budidaya melon di dalam greenhouse sangat menarik karena menurut saya hasilnya bisa lebih tinggi dibandingkan metode yang biasa kami gunakan di Prancis,” katanya.
Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi bekal ketika kembali ke negaranya sekaligus membuka peluang kolaborasi riset di masa mendatang.
Selain penelitian, Juliette juga mengaku memperoleh banyak pengalaman melalui diskusi bersama mahasiswa maupun petani lokal. Baginya, interaksi tersebut memberikan pemahaman yang lebih utuh mengenai praktik pertanian di Indonesia.
Keramahan Indonesia Tinggalkan Kesan Mendalam
Selama tinggal di Malang, Juliette mengaku mudah beradaptasi karena masyarakat Indonesia dinilainya ramah dan terbuka terhadap pendatang.
Di sela aktivitas penelitian, ia memanfaatkan waktu untuk mengenal budaya lokal, mencicipi kuliner khas Indonesia, serta mengunjungi sejumlah destinasi wisata seperti Kawah Ijen, Candi Borobudur, Candi Prambanan, hingga Lombok.
Kuliner Indonesia juga menjadi salah satu hal yang paling berkesan baginya. Nasi, sate, mi, hingga aneka olahan seafood menjadi makanan favorit yang akan ia rindukan ketika kembali ke Prancis.
“Saya sangat menikmati tinggal di Indonesia. Orang-orang di sini sangat ramah dan selalu tersenyum. Saya juga akan sangat merindukan makanan Indonesia ketika kembali ke Prancis,” ungkapnya.
Di akhir masa magangnya, Juliette berharap dapat kembali lagi ke Universitas Brawijaya. Ia bahkan mendorong mahasiswa internasional lainnya untuk merasakan pengalaman belajar di kampus tersebut.
“Jika ada mahasiswa yang ingin datang ke Universitas Brawijaya, saya sangat mendorong mereka untuk melakukannya. Ini adalah salah satu pengalaman terbaik dalam hidup saya,” tuturnya.
Pengalaman Juliette menunjukkan bahwa kolaborasi internasional tidak hanya memperkuat jejaring akademik, tetapi juga menjadi ruang pertukaran gagasan dan inovasi. Melalui riset pertanian yang dikembangkan Universitas Brawijaya, mahasiswa dari berbagai negara dapat saling belajar sekaligus membawa inspirasi baru bagi pengembangan pertanian di tingkat global. (ern)













