Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Pakar Malaysia: Atasi TBC Tak Cukup dengan Pengetahuan

Einid Shandy by Einid Shandy
September 15, 2026
in Pendidikan
0
Pakar Malaysia: Atasi TBC Tak Cukup dengan Pengetahuan

Professor Dr. Zulkhairul Naim bin Sidek Ahmad, Associate Professor in Global and Planetary Health sekaligus Head of the Medical Education Department, Universiti Malaysia Sabah (Fahri/Kanal24)

1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Pengetahuan tentang tuberkulosis (TBC) belum tentu membuat pasien mengubah perilaku dan patuh menjalani pengobatan. Karena itu, penanganan TBC perlu melihat lebih jauh alasan serta hambatan yang dihadapi pasien dalam kehidupan sehari-hari.

Hal tersebut disampaikan Associate Professor Dr. Zulkhairul Naim bin Sidek Ahmad, Associate Professor in Global and Planetary Health sekaligus Head of the Medical Education Department, Universiti Malaysia Sabah, saat menjadi pemateri dalam The 4th Brawijaya Medical Conference (BMC) International Tuberculosis Conference 2026, Sabtu (12/9/2026).

Dalam pemaparannya, Zulkhairul membahas behavior insight dan community empowerment sebagai pendekatan untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat, termasuk dalam penanganan TBC.

Baca juga:
Drone Termal Matrice 30T Bantu UB Forest Deteksi Titik Api

Pakar Malaysia: Atasi TBC Tak Cukup dengan Pengetahuan (Fahri/Kanal24)

Pengetahuan Tak Otomatis Ubah Perilaku

Menurut Zulkhairul, selama ini perubahan perilaku dalam bidang kesehatan kerap dikaitkan dengan tingkat pengetahuan seseorang. Padahal, memiliki pengetahuan yang baik tidak selalu membuat seseorang menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita seharusnya bergerak dari hanya melihat pengetahuan menuju bagaimana kita ingin mengubah perilaku,” ujarnya.

Ia mencontohkan persoalan kepatuhan pasien TBC dalam menjalani pengobatan. Ketika pasien tidak datang untuk pemeriksaan atau kontrol, tenaga kesehatan tidak seharusnya langsung menyalahkan pasien.

Pasalnya, ada berbagai faktor yang dapat menjadi hambatan, mulai dari biaya, transportasi, keterbatasan waktu, hingga pekerjaan yang harus ditinggalkan ketika pasien datang ke fasilitas kesehatan.

Menurutnya, tenaga kesehatan perlu melihat persoalan tersebut dari perspektif pasien sekaligus menyesuaikan pendekatan yang digunakan.

Nudge untuk Bantu Pasien Konsisten

Zulkhairul mengatakan, perubahan perilaku juga dapat didorong melalui pendekatan sederhana berupa nudge atau dorongan yang membantu seseorang mengambil keputusan dan mempertahankan kebiasaan.

Dalam konteks pengobatan TBC, salah satunya dengan melakukan pengingat secara berkala kepada pasien mengenai jadwal pemeriksaan maupun pengobatan.

Ia menilai langkah tersebut penting karena pasien bisa memiliki berbagai persoalan lain yang memenuhi pikirannya sehingga berpotensi melupakan jadwal kontrol.

Pendekatan serupa, menurutnya, juga berlaku pada persoalan kesehatan lainnya. Masyarakat bisa saja telah mengetahui pentingnya olahraga, misalnya, tetapi tetap tidak melakukannya apabila tidak tersedia fasilitas yang mendukung.

“Tidak cukup hanya meningkatkan pengetahuan. Kita juga perlu melihat dari perspektif lain,” katanya.

Belajar dari Sistem Kader Indonesia

Selain membahas perubahan perilaku, Zulkhairul turut menyoroti peran kader kesehatan di Indonesia. Menurutnya, Indonesia memiliki sistem kader yang kuat dan mendapat dukungan dari Kementerian Kesehatan.

Keberadaan kader dinilai penting untuk membantu menjangkau masyarakat, khususnya mereka yang berada di wilayah sulit dijangkau.

Zulkhairul mengatakan Malaysia juga memiliki sistem kader, tetapi menurut pengamatannya, sistem di Indonesia lebih sistematis. Hal tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi Malaysia dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan.

“Kader memainkan peran penting, terutama di daerah yang sulit dijangkau. Saya melihat sistem di Indonesia lebih sistematis,” ujarnya.

Ia berharap pendekatan berbasis perilaku dan pemberdayaan masyarakat semakin diperhatikan dalam penelitian maupun promosi kesehatan.

Menurutnya, penelitian tidak cukup hanya mengukur pengetahuan, sikap, dan perilaku secara umum. Peneliti maupun tenaga kesehatan perlu menggali secara lebih spesifik alasan di balik tindakan seseorang.

“Kenapa seseorang tidak datang ke klinik? Kenapa seseorang tidak minum obat? Kita harus melihatnya secara lebih spesifik dan bergerak menuju personalized medicine, bukan hanya pendekatan yang digeneralisasi,” tegasnya.

Bagi Zulkhairul, memahami alasan personal di balik perilaku pasien menjadi salah satu kunci untuk membuat intervensi kesehatan lebih efektif, termasuk dalam upaya pengendalian TBC di kawasan Asia Tenggara. (nid)

Post Views: 20
Tags: behavior insightBMC 2026Brawijaya Medical Conferencecommunity empowermentFK UBkader kesehatanKANAL24kanal24.co.idPakar Malaysiaperubahan perilakuTBCTuberkulosisuniversitas brawijayaUniversiti Malaysia SabahZulkhairul Naim
Previous Post

Tiga Kali Erupsi, Semeru Tembus 1.000 Meter

Next Post

93 Persen Beras Fortifikasi Tak Sesuai, Bapanas Siapkan Tindak Lanjut

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
93 Persen Beras Fortifikasi Tak Sesuai, Bapanas Siapkan Tindak Lanjut

93 Persen Beras Fortifikasi Tak Sesuai, Bapanas Siapkan Tindak Lanjut

September 15, 2026
Pakar Malaysia: Atasi TBC Tak Cukup dengan Pengetahuan

Pakar Malaysia: Atasi TBC Tak Cukup dengan Pengetahuan

September 15, 2026
Tiga Kali Erupsi, Semeru Tembus 1.000 Meter

Tiga Kali Erupsi, Semeru Tembus 1.000 Meter

September 14, 2026
Dunia Belajar Kenalkan Public Speaking Lewat Kelas MC

Dunia Belajar Kenalkan Public Speaking Lewat Kelas MC

September 14, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025