Kanal24, Malang – Pagi di lereng Gunung Semeru kembali diwarnai aktivitas vulkanik. Dalam rentang waktu sekitar dua jam, gunung api yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang itu mengalami tiga kali erupsi dengan ketinggian kolom abu yang terus meningkat.
Erupsi terakhir tercatat pada pukul 06.28 WIB dengan tinggi kolom abu mencapai 1.000 meter di atas puncak atau sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal teramati bergerak ke arah timur. Saat aktivitas tersebut terjadi, Gunung Semeru masih berstatus Level III atau Siaga.
Baca Juga:
Drone Termal Matrice 30T Bantu UB Forest Deteksi Titik Api
Tiga Erupsi Terjadi Beruntun
Erupsi pertama tercatat pada pukul 04.20 WIB. Kolom letusan mencapai sekitar 500 meter di atas puncak atau sekitar 4.176 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah barat laut. Erupsi tersebut terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 21 milimeter dan berlangsung selama 128 detik.
Aktivitas kembali terjadi pada pukul 05.53 WIB. Kali ini, tinggi kolom letusan meningkat menjadi sekitar 800 meter di atas puncak atau sekitar 4.476 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah utara hingga barat laut. Erupsi tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan berlangsung sekitar 133 detik.
Sekitar 35 menit kemudian, erupsi ketiga terjadi pada pukul 06.28 WIB. Kolom letusan kembali meningkat hingga mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak.
Erupsi terakhir terekam dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan berlangsung selama 140 detik. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal teramati bergerak ke arah timur.
Semeru Masih Berstatus Siaga
Rangkaian erupsi tersebut terjadi ketika Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat diminta mematuhi rekomendasi keselamatan dan tidak melakukan aktivitas di kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona bahaya.
Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi. Kawasan tersebut berpotensi terdampak material vulkanik dari aktivitas Gunung Semeru.
Selain itu, masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena terdapat potensi lontaran batu pijar.
Potensi bahaya tidak hanya berasal dari erupsi. Awan panas, guguran lava, dan lahar juga perlu diwaspadai, terutama di sepanjang aliran sungai yang berhulu di kawasan puncak.
Masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Kawasan tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan lahar hingga sekitar 17 kilometer dari puncak.
Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi
Aktivitas kegempaan Gunung Semeru juga masih menunjukkan kondisi yang perlu diwaspadai. Dalam periode pengamatan pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, tercatat 27 kali gempa letusan atau erupsi.
Gempa letusan tersebut memiliki amplitudo 10 hingga 23 milimeter dengan durasi 58 hingga 178 detik. Selain itu, tercatat sembilan kali gempa guguran dengan amplitudo 2 hingga 4 milimeter dan durasi 43 hingga 71 detik.
Aktivitas lainnya berupa delapan kali gempa hembusan dengan amplitudo 2 hingga 7 milimeter dan durasi 41 hingga 76 detik. Tercatat pula lima kali gempa harmonik dengan amplitudo 2 hingga 3 milimeter dan durasi 326 hingga 1.130 detik.
Rangkaian aktivitas tersebut menunjukkan bahwa kondisi vulkanik Gunung Semeru masih aktif. Masyarakat di kawasan rawan bencana diimbau tidak mengabaikan rekomendasi keselamatan dan terus mengikuti perkembangan informasi dari petugas.
Aktivitas Gunung Semeru dapat berubah sewaktu-waktu. Masyarakat dan wisatawan yang berada di sekitar kawasan gunung diminta tidak memasuki zona yang telah dinyatakan berbahaya serta mengikuti arahan petugas.
Kepatuhan terhadap batas kawasan bahaya menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko akibat lontaran material vulkanik, awan panas, guguran lava, maupun lahar. (gal)













