Kanal24, Malang – Upaya mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap bantuan sosial terus menjadi perhatian berbagai pihak. Selain memenuhi kebutuhan dasar, program bantuan sosial kini didorong menjadi sarana pemberdayaan yang mampu meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat. Semangat tersebut menjadi latar belakang terselenggaranya Transformasi Bantuan Menjadi Kemandirian: Pelatihan Kewirausahaan Kuliner bagi Penerima Bantuan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Malang, yang digelar pada Kamis (7/5/2026) di Wisata Petik Madu Lawang, Kabupaten Malang.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) dengan Dinas Sosial Kabupaten Malang dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, khususnya para penerima bantuan sosial agar mampu mengembangkan potensi ekonomi secara mandiri.
Baca juga:
Mengenang Prof. Eka Afnan Troena, Rektor yang Membuka Jendela Dunia untuk UB
Pelatihan dipimpin oleh Drijah Herawati, S.E., M.M., CSRS sebagai ketua kegiatan, bersama Laila Fitriyah LH, S.E., M.SA sebagai anggota tim pelaksana. Program ini dirancang tidak hanya sebagai wadah transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai sarana pendampingan dan motivasi bagi peserta untuk mulai merintis usaha sesuai potensi yang dimiliki.
Melalui pelatihan kewirausahaan kuliner, peserta mendapatkan pemahaman mengenai dasar-dasar kewirausahaan, pengelolaan usaha kuliner, pengembangan produk, hingga pentingnya kreativitas dan konsistensi dalam menjalankan usaha.
Bidang kuliner dipilih karena dinilai memiliki peluang usaha yang dekat dengan kehidupan masyarakat serta dapat dimulai dari skala kecil dengan modal yang relatif terjangkau. Selain itu, usaha kuliner juga memungkinkan pemanfaatan bahan baku lokal yang tersedia di sekitar lingkungan peserta.
Dengan pendampingan yang tepat, sektor kuliner diharapkan mampu menjadi pintu masuk bagi keluarga penerima manfaat untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga dan menciptakan sumber penghasilan yang lebih berkelanjutan.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga diajak memahami bahwa kemandirian ekonomi dapat dibangun melalui langkah-langkah sederhana yang dimulai dari lingkungan sekitar.
Dalam kegiatan tersebut, peserta didorong untuk memiliki keberanian memulai usaha, terus belajar, serta berinovasi dalam mengembangkan produk yang memiliki nilai jual. Pesan tersebut menjadi salah satu poin utama yang disampaikan selama pelatihan berlangsung.
Pemilihan Wisata Petik Madu Lawang sebagai lokasi kegiatan juga memberikan nilai tambah tersendiri. Selain menyediakan suasana belajar yang nyaman, lokasi tersebut menghadirkan contoh nyata bagaimana potensi lokal dapat dikembangkan menjadi aktivitas ekonomi yang produktif dan bernilai tambah.
Melalui program ini, FEB UB bersama Dinas Sosial Kabupaten Malang menunjukkan komitmen dalam menghadirkan program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Bantuan sosial tidak hanya dipandang sebagai bentuk kepedulian pemerintah, tetapi juga sebagai langkah awal untuk menciptakan masyarakat yang lebih mandiri, produktif, dan sejahtera.
Diharapkan ilmu serta pengalaman yang diperoleh peserta selama pelatihan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mereka mampu merintis usaha sendiri, meningkatkan pendapatan keluarga, dan secara bertahap mengurangi ketergantungan terhadap bantuan sosial.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat melalui program pemberdayaan seperti ini menjadi bukti bahwa bantuan sosial dapat bertransformasi menjadi instrumen pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Dengan dukungan keterampilan dan semangat kewirausahaan, masyarakat memiliki peluang lebih besar untuk mencapai kemandirian ekonomi di masa depan.














