Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Mengenang Prof. Eka Afnan Troena, Rektor yang Membuka Jendela Dunia untuk UB

Dinia by Dinia
June 15, 2026
in Pendidikan
0
Mengenang Prof. Eka Afnan Troena, Rektor yang Membuka Jendela Dunia untuk UB

Prof. Dr. Eka Afnan Troena, S.E., Rektor Universitas Brawijaya periode 1998–2002 (diolah Kanal24)

4
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Universitas Brawijaya kehilangan salah satu putra terbaiknya. Prof. Dr. Eka Afnan Troena, S.E., Rektor Universitas Brawijaya periode 1998–2002, wafat pada Minggu (14/6/2026). Kepergian guru besar Fakultas Ekonomi itu tak hanya meninggalkan duka bagi keluarga dan sivitas akademika, tetapi juga menghidupkan kembali ingatan tentang sosok pemimpin yang ikut meletakkan fondasi penting perjalanan Universitas Brawijaya menuju kampus yang lebih terbuka dan mendunia.

Bagi sebagian generasi muda di UB hari ini, nama Prof. Eka mungkin hanya tercatat dalam deretan rektor yang pernah memimpin kampus. Namun bagi mereka yang pernah mengenalnya, Prof. Eka adalah lebih dari sekadar administrator perguruan tinggi.

Ia adalah guru. Ia adalah mentor. Ia adalah intelektual yang memilih menggunakan ilmunya bukan hanya untuk mengajar, tetapi juga untuk menyuarakan nilai-nilai yang diyakininya.

Di antara banyak ucapan duka yang mengalir di akun Instagram resmi Universitas Brawijaya, Guru Besar UB yang kini menjabat Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Prof. Ahmad Erani Yustika, mengenang Prof. Eka sebagai sosok akademisi yang melampaui batas-batas ruang kuliah.

“Beliau adalah mentor sejati dan aktivis sepanjang masa. Orator ulung dan pemimpin kharismatik. Ilmu pengetahuannya dipakai bukan hanya untuk pembelajaran, tapi juga meneriakkan kebenaran,” tulis Erani.

Menurut Erani, pengabdian Prof. Eka tidak berhenti pada jabatan maupun institusi yang pernah dipimpinnya. Jejaknya hidup melalui murid-murid, jejaring, dan gagasan yang tersebar di berbagai tempat.

“Pengabdiannya mengular panjang, baik di kampus maupun di luar universitas. Jaringan dan anak didiknya bertebaran di banyak lokasi dan institusi,” lanjutnya.

Ia juga mengenang Prof. Eka sebagai pemimpin yang terbuka terhadap berbagai pandangan dan dekat dengan generasi muda.

“Almarhum adalah salah satu rektor terbuka UB: peduli dengan isu sosial-politik dan dekat dengan para aktivis. Terlalu banyak kenangan dengan beliau, salah satunya diajak riset ketika saya baru lulus kuliah,” kenangnya.

Kesaksian itu seolah melengkapi jejak kepemimpinan Prof. Eka di Universitas Brawijaya.

Pada masa kepemimpinannya sebagai Rektor UB periode 1998–2002, kampus mulai memperluas jejaring internasional. Melalui unggahan resminya, Universitas Brawijaya mengenang bahwa pada era Prof. Eka, untuk pertama kalinya UB menerima mahasiswa asing di Fakultas Kedokteran.

Di masa yang sama, gagasan mengenai kelas internasional yang hingga kini masih berjalan juga mulai dirintis. Ketika internasionalisasi belum menjadi arus utama pendidikan tinggi Indonesia, Prof. Eka telah mendorong Universitas Brawijaya untuk berani membuka diri terhadap dunia yang lebih luas.

Masa kepemimpinannya berlangsung di tengah dinamika Reformasi, ketika Indonesia sedang menghadapi perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan. Namun di tengah situasi tersebut, ia tetap mengarahkan kampus untuk menatap masa depan, memperkuat jejaring, dan menyiapkan diri menghadapi perubahan zaman.

Bagi banyak orang, seorang rektor mungkin dikenang melalui kebijakan yang dibuatnya. Namun bagi murid-muridnya, seorang guru sering kali diingat karena kesempatan pertama yang diberikannya, kepercayaan yang ditanamkannya, atau keberanian berpikir yang ditularkannya.

Barangkali itulah yang membuat sosok Prof. Eka tetap hidup dalam ingatan banyak orang. Bukan semata karena jabatan yang pernah diemban, melainkan karena keteladanan yang diwariskan: keberanian menyuarakan kebenaran, keterbukaan terhadap perbedaan, serta pengabdian yang dijalani dengan sederhana dan tanpa lelah.

Kepergian Prof. Dr. Eka Afnan Troena memang meninggalkan duka. Namun jejaknya tetap hidup melalui para murid yang pernah disentuhnya, melalui Universitas Brawijaya yang terus bertumbuh, dan melalui keyakinan bahwa ilmu pengetahuan tidak hanya dipelajari untuk dipahami, tetapi juga untuk memberi manfaat dan membela nilai-nilai kemanusiaan.

Selamat jalan, Prof. Eka. Terima kasih atas jejak pengabdian yang telah ditorehkan. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala khilafnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.(Din)

Post Views: 56
Tags: Ahmad Erani Yustikacivitas academica UBguru besar ubInternasionalisasi UBmentor sejatiobituariProf Eka Afnan TroenaRektor UBSejarah UBuniversitas brawijaya
Previous Post

Review Film Nobody Loves Kay : Mimpi yang Diremehkan

Next Post

Rumah Subsidi FLPP Makin Diminati Milenial dan Gen Z

Dinia

Dinia

Next Post
Rumah Subsidi FLPP Makin Diminati Milenial dan Gen Z

Rumah Subsidi FLPP Makin Diminati Milenial dan Gen Z

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Indonesia Gawat Darurat, Mahasiswa UB Turun ke Jalan Serukan 5 Tuntutan

Indonesia Gawat Darurat, Mahasiswa UB Turun ke Jalan Serukan 5 Tuntutan

June 15, 2026
Wisudawan Terbaik Program Doktor UB Lahirkan Konsep dari Kearifan Lokal Bali

Wisudawan Terbaik Program Doktor UB Lahirkan Konsep dari Kearifan Lokal Bali

June 15, 2026
Bukan Dosen atau Dokter, 100 Orang Ini Jadi Garda Terdepan Keselamatan di UB

Bukan Dosen atau Dokter, 100 Orang Ini Jadi Garda Terdepan Keselamatan di UB

June 15, 2026
Pakar Timur Tengah UB: Gejolak Global Harus Diterjemahkan Menjadi Solusi Lokal 

Pakar Timur Tengah UB: Gejolak Global Harus Diterjemahkan Menjadi Solusi Lokal 

June 15, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025