Kanal24, Malang – Status Malang Raya sebagai kawasan metropolitan prioritas nasional membawa tuntutan baru dalam pembangunan. Infrastruktur dan konektivitas terus didorong, tetapi kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor penentu agar pertumbuhan kawasan berjalan efektif dan berkelanjutan.
Di tengah kebutuhan tersebut, peran perguruan tinggi ikut bergeser. Kampus didorong lebih dekat dengan persoalan riil di masyarakat, menghubungkan pengetahuan dengan praktik, serta memastikan kontribusi akademik berdampak langsung.
Hal ini mengemuka dalam Dies Natalis ke-22 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB), Sabtu (2/5/2026). Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menegaskan bahwa penguatan SDM menjadi fokus dalam pembangunan daerah.
“Di pendidikan kita ingin melanjutkan momentum baik ini. Kita ingin terus menumbuhkan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) kita, tetapi juga mulai beradaptasi dengan perspektif yang lebih baru, yaitu modal manusia yang mengukur kompetensi akademik, bukan hanya lama sekolah,” ujarnya.
Menurut Emil, pendekatan pembangunan SDM perlu diarahkan pada kualitas kompetensi. Ia menilai capaian pendidikan perlu diperkuat agar merata dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
“Kita ingin semua merasakan. Kita tetap memperkuat vokasi dengan dunia industri, tetapi juga memastikan lulusan SMA memiliki kompetensi yang mumpuni,” jelasnya.

Kampus Didorong Lebih Berdampak
Dekan FISIP UB Dr. Ahmad Imron Rozuli, S.Sos., M.Si. menegaskan bahwa perguruan tinggi perlu mendorong peran aktif seluruh elemen akademik dalam mendukung pembangunan.
“Peran aktif semua pihak harus didorong. Tridarma perguruan tinggi harus menghasilkan dampak, ada kontribusi yang bisa disumbangkan,” ujarnya.
Ia menilai pendekatan akademik perlu diarahkan pada implementasi di lapangan. Aktivitas kampus tidak berhenti pada diskusi, tetapi terhubung dengan kebutuhan masyarakat.
“Kita bergerak bersama untuk mengimplementasikan. Itu menjadi arah ke depan,” jelasnya.
Menurutnya, keterlibatan dosen dan mahasiswa menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas SDM. Pendekatan ini memungkinkan proses pembelajaran berjalan seiring dengan kebutuhan di lapangan.
Malang Raya dan Tantangan SDM
Sebagai kawasan strategis nasional, Malang Raya memiliki potensi besar sebagai pusat pengembangan SDM. Keberadaan perguruan tinggi menjadi modal penting untuk mendukung arah pembangunan tersebut.
FISIP UB mendorong keterlibatan civitas akademika dalam berbagai program pembangunan melalui kolaborasi dengan pemerintah dan mitra terkait.
“Ke depan kami akan menggerakkan sumber daya, baik dosen maupun mahasiswa, untuk turun langsung memandu proses di lapangan agar ada perubahan yang signifikan,” ujar Ahmad Imron.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa penguatan SDM tidak hanya dibangun melalui sistem pendidikan formal, tetapi juga melalui keterlibatan langsung dalam proses pembangunan.
Tantangan berikutnya terletak pada konsistensi implementasi. Keterhubungan antara kampus dan kebutuhan kawasan perlu dijaga agar penguatan SDM tidak berhenti pada konsep, tetapi menghasilkan dampak yang terukur bagi masyarakat.(Din/Yor)














