Kanal24, Malang – Arus investasi ke kawasan Ibu Kota Nusantara terus menunjukkan geliat positif. Kali ini, Otorita IKN kembali mengantongi komitmen investasi baru senilai Rp1,2 triliun yang akan digunakan untuk membangun sejumlah fasilitas strategis mulai dari apartemen, hotel, pusat olahraga, hingga area kuliner. Penandatanganan kerja sama dilakukan bersama dua perusahaan swasta pada akhir April 2026 sebagai bagian dari percepatan pembangunan kawasan inti ibu kota baru.
Masuknya dana segar tersebut dinilai menjadi sinyal bahwa kepercayaan investor terhadap masa depan IKN masih cukup kuat. Pemerintah menargetkan IKN tidak hanya menjadi pusat pemerintahan, tetapi juga tumbuh sebagai kota modern yang memiliki denyut ekonomi, bisnis, pendidikan, dan gaya hidup dalam satu kawasan terpadu.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyebut investasi yang masuk ini difokuskan untuk mempercepat hadirnya fasilitas komersial sekaligus penunjang aktivitas masyarakat di kawasan Nusantara. Menurutnya, pembangunan kota baru tidak bisa hanya mengandalkan gedung pemerintahan, tetapi harus diiringi dengan tersedianya hunian, ruang publik, pusat olahraga, hingga fasilitas penunjang usaha agar ekosistem kota hidup lebih cepat.
Baca juga:
Susi Pudjiastuti Duduki Kursi Komisaris Utama Bank BJB
Porsi investasi terbesar datang dari PT Dian Jaya Indonesia, perusahaan properti yang merupakan anak usaha pengembang asal Korea Selatan. Perusahaan ini akan membangun apartemen dan hotel di kawasan pusat pendidikan atau Education Precinct yang berada di WP KIPP Sub WP 1B. Lahan yang disiapkan mencapai sekitar 33 ribu meter persegi dengan estimasi nilai investasi sekitar Rp1,15 triliun.
Proyek tersebut dijadwalkan mulai memasuki tahap konstruksi pada kuartal IV tahun 2026. Kehadiran apartemen dan hotel ini diproyeksikan menjadi penunjang utama bagi kebutuhan hunian pekerja, pelajar, tenaga profesional, hingga tamu bisnis yang nantinya beraktivitas di IKN.
Selain proyek properti berskala besar, PT Biru Makmur Abadi juga ikut menanamkan modal untuk pembangunan sport center dan restoran di kawasan KIPP 1C. Lokasinya berada di sekitar kawasan pendidikan dan dekat dengan sejumlah institusi strategis yang sedang dikembangkan pemerintah.
Nilai investasi perusahaan ini mencapai sekitar Rp50 miliar dengan luas lahan lebih dari 16 ribu meter persegi. Meski nilainya lebih kecil, fasilitas olahraga dan area komersial ini dinilai penting untuk menciptakan ruang interaksi sosial serta meningkatkan kualitas hidup penghuni ibu kota baru.
Keberadaan sport center juga menjadi bagian dari upaya Otorita IKN membangun kota yang tidak sekadar administratif, tetapi juga layak huni dan mendukung gaya hidup sehat. Konsep ini sejalan dengan visi IKN sebagai smart forest city yang menggabungkan teknologi, keberlanjutan lingkungan, dan fasilitas perkotaan modern.
Masuknya dua investor baru tersebut menambah daftar panjang pelaku usaha yang mulai menempatkan IKN sebagai lahan prospektif jangka panjang. Setelah sebelumnya pembangunan difokuskan pada infrastruktur dasar dan gedung pemerintahan, kini pengembangan mulai bergerak menuju sektor komersial yang lebih variatif.
Pengamat menilai, keberhasilan menarik investasi swasta menjadi indikator penting bahwa proyek pemindahan ibu kota tidak hanya bertumpu pada APBN. Keterlibatan investor akan mempercepat terbentuknya aktivitas ekonomi riil yang dibutuhkan agar kawasan Nusantara tidak menjadi kota administratif yang sepi.
Dengan tambahan investasi Rp1,2 triliun ini, Otorita IKN berharap pembangunan fasilitas pendukung bisa berjalan paralel dengan penyelesaian infrastruktur utama. Jika seluruh proyek terealisasi sesuai jadwal, wajah IKN pada akhir 2026 diperkirakan mulai menunjukkan transformasi sebagai kota baru yang hidup, modern, dan siap dihuni.














