Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Tabrakan KA Argo Bromo–KRL Bekasi, Pakar UB Soroti Celah Sistem Keselamatan

Dinia by Dinia
April 30, 2026
in Nasional
0
Tabrakan KA Argo Bromo–KRL Bekasi, Pakar UB Soroti Celah Sistem Keselamatan

Ir. Achmad Wicaksono, M.Eng, Ph.D, IPU (Pakar Transportasi UB)

2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Kecelakaan kereta yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam. Insiden ini bermula saat KRL menabrak kendaraan yang mogok di perlintasan, kemudian berhenti di jalur. Dalam kondisi tersebut, kereta jarak jauh yang melaju dari arah belakang tidak sempat menghindar dan menabrak rangkaian KRL.

Data sementara menunjukkan sedikitnya 15 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka, dengan mayoritas korban berada di gerbong yang terdampak langsung benturan. Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses investigasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Baca juga:
5 Kecelakaan Kereta Api Paling Mematikan di Dunia, Korbannya Capai 1.700 Jiwa

Pakar transportasi Universitas Brawijaya, Ir. Achmad Wicaksono, M.Eng., Ph.D., IPU, menilai indikasi awal kejadian mengarah pada persoalan komunikasi antar sistem operasional kereta yang belum terintegrasi.

“Secara umum, hasil pastinya tentu menunggu investigasi KNKT. Tetapi yang dominan sepertinya terjadi kegagalan komunikasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, setelah KRL berhenti akibat insiden di perlintasan, informasi darurat tidak tersampaikan secara cepat kepada kereta lain yang berada di jalur yang sama.

“Karena pengelolaan yang berbeda, komunikasinya tidak bisa langsung. KRL dikelola oleh KCI, sementara kereta jarak jauh oleh PT KAI,” jelasnya.

Evakuasi Gerbong KRL Bekasi (Ist)

Menurutnya, kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun menggunakan rel yang sama, sistem komunikasi antar operator belum sepenuhnya terhubung. Masinis tidak memiliki akses komunikasi langsung untuk menyampaikan kondisi darurat secara real-time kepada kereta lain.

“Ini menjadi PR bagaimana mempercepat komunikasi antara satu kereta dengan kereta yang lain, terutama dalam kondisi darurat,” tegasnya.

Selain persoalan komunikasi, Wicaksono juga menyoroti keterbatasan sistem keselamatan di lintasan tersebut. Ia menyebut belum semua jalur dilengkapi teknologi pengaman otomatis seperti Automatic Train Stop (ATS).

“Seharusnya ketika ada kereta yang berhenti, sinyal sebelumnya langsung menunjukkan merah sehingga masinis bisa menghentikan kereta sebelum terjadi tabrakan. Tetapi di lintasan Bekasi Timur sistem seperti itu belum tersedia,” ujarnya.

Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan standar keselamatan, terutama pada jalur dengan tingkat kepadatan tinggi yang belum seluruhnya dilengkapi sistem pengamanan otomatis.

Dalam jangka pendek, ia menekankan pentingnya penguatan sistem komunikasi dan persinyalan sebagai langkah prioritas.

“Kereta api bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian harus memprioritaskan pengamanan di jalur padat, terutama memperbaiki sistem komunikasi dan persinyalan agar kejadian seperti ini tidak terulang,” katanya.

Di sisi lain, ia juga menyoroti persoalan struktural yang lebih luas, yakni penggunaan jalur rel yang masih bercampur antara kereta komuter dan kereta jarak jauh.

“Memang idealnya dipisah. Di banyak kota besar dunia, kereta komuter dan kereta jarak jauh berjalan di jalur yang berbeda karena karakter operasionalnya berbeda,” jelasnya.

Namun, ia mengakui pemisahan jalur bukan solusi yang bisa dilakukan dalam waktu singkat karena membutuhkan investasi besar serta proses pembebasan lahan.

“Untuk penambahan jalur rel itu butuh waktu dan biaya besar, jadi ini solusi jangka panjang,” tambahnya.

Selain aspek teknis, Wicaksono juga menyoroti sisi keselamatan penumpang, khususnya terkait penempatan gerbong khusus perempuan yang berada di bagian ujung rangkaian.

“Perlu dipertimbangkan apakah gerbong khusus perempuan sebaiknya ditempatkan di tengah, agar lebih aman dan aksesnya lebih mudah,” ujarnya.

Menurutnya, posisi gerbong di bagian depan atau belakang berpotensi meningkatkan risiko dalam situasi darurat, baik dari sisi benturan maupun proses evakuasi.

Kecelakaan ini menunjukkan bahwa persoalan keselamatan perkeretaapian tidak berdiri pada satu faktor, tetapi merupakan kombinasi dari sistem komunikasi, teknologi pengamanan, serta desain operasional. Selama perbaikan masih berjalan parsial, potensi risiko pada jalur padat tetap menjadi tantangan dalam operasional transportasi rel nasional.(Din/Awn)

Post Views: 17
Tags: argo bromo anggrekats keretaberita nasionalKANAL24kanal24.co.idkecelakaan kereta bekasiKeselamatan Kereta Apikrl commuter linePakar Transportasi UBsistem persinyalantransportasi indonesiauniversitas brawijaya
Previous Post

Warga Indonesia Makin Gemar Ngutang, Nilai Transaksi Paylater Melonjak 86,7 Persen 

Next Post

Launching SEMAR UB: Sistem Canggih Pantau Risiko, Rektor Tekankan Semua Unit Wajib Siaga!

Dinia

Dinia

Next Post
Launching SEMAR UB: Sistem Canggih Pantau Risiko, Rektor Tekankan Semua Unit Wajib Siaga!

Launching SEMAR UB: Sistem Canggih Pantau Risiko, Rektor Tekankan Semua Unit Wajib Siaga!

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Launching SEMAR UB: Sistem Canggih Pantau Risiko, Rektor Tekankan Semua Unit Wajib Siaga!

Launching SEMAR UB: Sistem Canggih Pantau Risiko, Rektor Tekankan Semua Unit Wajib Siaga!

May 1, 2026
Tabrakan KA Argo Bromo–KRL Bekasi, Pakar UB Soroti Celah Sistem Keselamatan

Tabrakan KA Argo Bromo–KRL Bekasi, Pakar UB Soroti Celah Sistem Keselamatan

April 30, 2026
Warga Indonesia Makin Gemar Ngutang, Nilai Transaksi Paylater Melonjak 86,7 Persen 

Warga Indonesia Makin Gemar Ngutang, Nilai Transaksi Paylater Melonjak 86,7 Persen 

April 30, 2026
UB Buka Layanan Paspor di Kampus, Dosen Tak Perlu Antre ke Imigrasi

UB Buka Layanan Paspor di Kampus, Dosen Tak Perlu Antre ke Imigrasi

April 30, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025