Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Warga Indonesia Makin Gemar Ngutang, Nilai Transaksi Paylater Melonjak 86,7 Persen 

Einid Shandy by Einid Shandy
April 30, 2026
in Ekonomi
0
Warga Indonesia Makin Gemar Ngutang, Nilai Transaksi Paylater Melonjak 86,7 Persen 

Warga Indonesia Makin Gemar Ngutang, Nilai Transaksi Paylater Melonjak 86,7 Persen 

1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Fenomena masyarakat Indonesia yang semakin akrab dengan utang digital makin terlihat nyata. Layanan buy now pay later (BNPL) atau yang lebih populer disebut paylater, kini menjadi salah satu pilihan utama warga untuk menutup kebutuhan konsumsi hingga gaya hidup.

Data terbaru menunjukkan, nilai transaksi paylater di Indonesia tumbuh sangat tajam hingga 86,7 persen secara tahunan. Outstanding atau total pembiayaan layanan ini bahkan telah menembus angka Rp56,3 triliun pada awal 2026.

Lonjakan tersebut menandakan satu hal: masyarakat makin terbiasa membeli sekarang dan membayar belakangan.

Baca juga:
Disorot Dunia! Indonesia Peringkat Dua Tahan Guncangan Energi

Di tengah tekanan ekonomi, harga kebutuhan pokok yang terus merangkak, serta pendapatan yang tidak naik secepat inflasi, paylater dianggap menjadi jalan pintas paling mudah untuk tetap memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Tak hanya dipakai untuk belanja online, kini paylater juga digunakan untuk membayar tiket perjalanan, makanan, gadget, fesyen, hingga tagihan rumah tangga.

Paylater Jadi Pelarian Saat Daya Beli Melemah

Kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil membuat banyak rumah tangga mulai mengandalkan fasilitas cicilan instan.

Berbeda dengan kartu kredit yang syaratnya lebih ketat, paylater hadir hanya dengan modal KTP, nomor ponsel, dan verifikasi singkat. Dalam hitungan menit, limit pinjaman bisa langsung cair dan dipakai transaksi.

Kemudahan inilah yang membuat masyarakat, khususnya generasi muda produktif, semakin nyaman menggunakan skema “utang halus” tersebut.

Yang mengkhawatirkan, banyak pengguna tidak lagi memakai paylater untuk kebutuhan darurat, tetapi justru untuk konsumsi rutin dan gaya hidup.

Mulai dari checkout fesyen bulanan, upgrade ponsel, nongkrong, staycation, hingga membeli barang yang sebenarnya tidak mendesak.

Fenomena ini membuat paylater bukan sekadar alat pembayaran, melainkan sudah berubah menjadi penopang cash flow harian sebagian warga.

Utang Meningkat, Risiko Kredit Macet Ikut Membengkak

Di balik pertumbuhan fantastis tersebut, ancaman gagal bayar juga ikut mengintai.

Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) layanan paylater masih berada di atas ambang aman, menandakan tidak sedikit masyarakat yang mulai kesulitan membayar cicilan tepat waktu.

Artinya, pertumbuhan pengguna bukan sepenuhnya kabar baik.

Semakin tinggi transaksi, semakin besar pula potensi masyarakat terjebak pada pola gali lubang tutup lubang.

Banyak pengguna akhirnya memakai satu limit paylater untuk menutup tagihan paylater lainnya, atau meminjam dari pinjaman online demi membayar cicilan yang jatuh tempo.

Diskusi warganet di forum online juga memperlihatkan keresahan yang sama. Tidak sedikit yang menyebut paylater sebagai “utang terselubung” karena terasa ringan di awal, tetapi menumpuk diam-diam saat tagihan datang bersamaan.

Kenapa Warga Makin Suka Paylater? Ini Penyebabnya

Ada beberapa faktor utama yang membuat layanan ini meledak:

1. Proses super cepat tanpa ribet

Pengajuan tidak serumit pinjaman bank. Bahkan sebagian aplikasi hanya butuh waktu beberapa menit.

2. Promo dan diskon menggoda

Banyak e-commerce sengaja memberi cashback, gratis ongkir, hingga potongan harga khusus jika bayar pakai paylater.

3. Gaya hidup serba instan

Generasi digital terbiasa ingin semua serba cepat, termasuk dalam urusan belanja.

4. Pendapatan tak seimbang dengan kebutuhan

Saat gaji stagnan tetapi kebutuhan meningkat, paylater menjadi “napas tambahan” meski sebenarnya adalah utang.

5. Ilusi cicilan kecil

Nominal Rp20 ribu–Rp50 ribu per hari terasa ringan, padahal jika diakumulasi bisa menjadi beban besar.

Masyarakat Harus Waspada, Paylater Bukan Uang Gratis

Kemudahan bertransaksi sering membuat banyak orang lupa bahwa paylater tetaplah pinjaman yang wajib dibayar.

Setiap keterlambatan akan menimbulkan bunga, denda, hingga catatan kredit buruk yang bisa memengaruhi pengajuan pinjaman lain di masa depan.

Masalahnya, karena transaksi dilakukan hanya dengan satu klik, pengguna sering tidak merasakan sensasi “kehilangan uang” seperti saat membayar tunai.

Inilah yang membuat belanja impulsif meningkat.

Sekali dua kali mungkin terasa aman, tetapi jika dipakai terus menerus untuk kebutuhan konsumtif, paylater bisa menjadi jebakan finansial yang sulit dihentikan.

Paylater Naik Tajam, Alarm Bahaya Keuangan Rumah Tangga Mulai Menyala

Ledakan transaksi paylater menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia memang semakin familiar dengan utang digital.

Namun di sisi lain, ini juga menjadi sinyal bahwa tekanan ekonomi rumah tangga sedang tidak baik-baik saja.

Saat warga mulai mengandalkan cicilan instan untuk menutup kebutuhan biasa, artinya daya beli asli sedang melemah.

Paylater memang menawarkan kenyamanan hari ini, tetapi jika tidak dikendalikan, tagihan bulan depan bisa berubah menjadi bencana.

Belanja jadi mudah, bayar belakangan terdengar ringan.

Masalahnya, utang tidak pernah benar-benar hilang—ia hanya menunggu tanggal jatuh tempo.

Post Views: 42
Tags: BNPL Indonesiaekonomi masyarakatfintech indonesiagaya hidup konsumtifKANAL24kanal24.co.idkredit macet paylaterpaylater IndonesiaPinjaman Onlinetransaksi paylater naikuniversitas brawijayautang digitalwarga doyan ngutang
Previous Post

UB Buka Layanan Paspor di Kampus, Dosen Tak Perlu Antre ke Imigrasi

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Warga Indonesia Makin Gemar Ngutang, Nilai Transaksi Paylater Melonjak 86,7 Persen 

Warga Indonesia Makin Gemar Ngutang, Nilai Transaksi Paylater Melonjak 86,7 Persen 

April 30, 2026
UB Buka Layanan Paspor di Kampus, Dosen Tak Perlu Antre ke Imigrasi

UB Buka Layanan Paspor di Kampus, Dosen Tak Perlu Antre ke Imigrasi

April 30, 2026
Literasi Keuangan Tertinggal, LPS Soroti Risiko Pinjol dan FOMO di Kalangan Mahasiswa

Literasi Keuangan Tertinggal, LPS Soroti Risiko Pinjol dan FOMO di Kalangan Mahasiswa

April 30, 2026
Indonesia Kuasai Sawit Dunia, Produksi Minyak Sawit Nasional Capai 53,6 Juta Ton 

Indonesia Kuasai Sawit Dunia, Produksi Minyak Sawit Nasional Capai 53,6 Juta Ton 

April 30, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025