Kanal24, Malang – Kolaborasi lintas bidang menjadi salah satu jalan mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) menghadirkan inovasi yang tidak berhenti sebagai gagasan. Salah satunya diwujudkan melalui Transaid, karya mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UB yang memadukan artificial intelligence (AI) dengan pencitraan tiga dimensi.
Inovasi tersebut dikembangkan melalui kolaborasi mahasiswa FKG dan Teknik Elektro UB. Setelah terbentuk dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa (PKM) 2024 dan meraih prestasi di tingkat nasional, Transaid juga mendapat kesempatan untuk didemonstrasikan di Istana Negara di hadapan Wakil Presiden Republik Indonesia.
Baca juga:
Cucu Hamid Rusdi: Bahasa Walikan Jadi Pengingat Perjuangan
Transaid Gabungkan AI dan Pencitraan 3D
Mahasiswa Profesi Dokter Gigi FKG UB, Zhafira Alya Afanin, menjelaskan Transaid merupakan alat deteksi untuk area sekunder yang dikombinasikan dengan AI dan pencitraan tiga dimensi.

“Transaid sendiri itu adalah alat deteksi untuk area sekunder yang kita gabungkan dengan deteksi menggunakan artificial intelligence dan pencitraan tiga dimensi,” ujar Zhafira.
Melalui teknologi tersebut, area yang menjadi objek deteksi dapat diketahui keberadaannya dan divisualisasikan dalam bentuk tiga dimensi.
Ide pengembangan Transaid berawal dari proses brainstorming lintas fakultas antara FKG dan Teknik Elektro. Tim kemudian mencari bentuk inovasi yang dapat menggabungkan keilmuan kedua bidang tersebut.
Menurut Zhafira, penggunaan AI yang semakin berkembang serta meningkatnya pemanfaatan intraoral scanner di bidang kedokteran gigi turut menjadi bagian dari proses pencarian ide.
“AI itu lagi hype, terus dari FKG sendiri kan penggunaan intraoral scanner juga semakin meningkat. Jadi kita brainstorming, kira-kira apa yang bisa ditambahkan atau diinovasikan dari intraoral scanner yang sudah ada,” jelasnya.
Raih Prestasi hingga Tampil di Istana
Transaid mulai dibentuk dalam ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa pada 2024. Childnandira Ayu Nur Ittazza, mahasiswa Profesi Dokter Gigi FKG UB, mengatakan timnya berhasil meraih dua penghargaan dalam PKM 2024.

Pada ajang nasional atau PIMNAS, Transaid kemudian meraih juara pertama pada kategori Pekan Ilmiah Karsa Cipta.
Prestasi tersebut membuat Transaid terus mendapat perhatian. Setelah rangkaian PKM dan PIMNAS selesai, tim masih beberapa kali diminta untuk mendemonstrasikan alat yang mereka kembangkan.
Salah satu kesempatan terbesar datang ketika tim Transaid mendapat undangan untuk melakukan demonstrasi di Istana Negara.
Childnandira mengatakan tiga tim dari UB diminta hadir untuk mendemonstrasikan karya sekaligus mempresentasikannya kepada Wakil Presiden Republik Indonesia.
“Yang paling berkesan itu kita bisa berinteraksi langsung, berdiskusi langsung dengan Wakil Presiden,” ungkapnya.
Kesempatan tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk memperkenalkan Transaid, tetapi juga membuka pembicaraan mengenai kemungkinan pengembangan karya ke tahap berikutnya.
Transaid Disiapkan untuk Pengembangan Lanjutan
Dalam pertemuan tersebut, tim Transaid mendapat masukan agar pengembangan alat dapat diarahkan melalui jejaring kementerian dan lembaga terkait.
Childnandira menyebut Wakil Presiden memberikan arahan agar alat tersebut dapat dikoneksikan dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk pengembangan lebih lanjut hingga kemungkinan produksi secara massal.
“Diarahkan juga untuk bisa dikoneksikan dengan Kemenkes dan BRIN untuk next step-nya, sampai mungkin bisa diproduksi secara massal,” kata Childnandira.
Setelah mendapatkan arahan tersebut, tim kemudian diminta untuk terus melakukan penyempurnaan terhadap Transaid. Zhafira mengatakan proses pengembangan masih menjadi bagian penting agar inovasi yang dibuat dapat melangkah ke tahap berikutnya.
Bagi tim, perjalanan Transaid menunjukkan bahwa kolaborasi lintas disiplin dapat menjadi ruang untuk mengembangkan gagasan mahasiswa menjadi sebuah karya yang mendapat perhatian lebih luas. Pengembangan selanjutnya tetap membutuhkan penyempurnaan agar Transaid dapat terus berkembang sesuai kebutuhan dan tujuan awal pembuatannya. (ern)













