Kanal24, Kazan – Persaingan perguruan tinggi kini bergerak semakin global. Kampus dituntut mampu membangun jejaring internasional agar riset, mahasiswa, dan pengembangan akademik dapat terhubung dengan kebutuhan dunia industri dan teknologi yang terus berkembang.
Momentum itu dimanfaatkan Universitas Brawijaya (UB) melalui keikutsertaan dalam International Economic Forum Russia – Islamic World: Kazan Forum 2026 yang berlangsung di Kazan Expo IEC, Republik Tatarstan, Rusia, pada 14–17 Mei 2026. Forum internasional tersebut mempertemukan berbagai negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk memperkuat kolaborasi ekonomi, pendidikan, sosial, dan teknologi.
Delegasi UB dipimpin Wakil Rektor UB Bidang Riset dan Inovasi, Prof. Dr. Unti Ludigdo, S.E., M.Si., Ak. bersama Dekan Fakultas Hukum Dr. Aan Eko Widiarto, S.H., M.Hum. dan Dekan Fakultas Vokasi M. Kholid Mawardi. Kehadiran delegasi UB menjadi bagian dari upaya memperluas kerja sama pendidikan dan pengembangan riset internasional.
Dalam pertemuan bilateral di sela forum, delegasi UB bertemu Deputy Head of Rossotrudnichestvo Kementerian Luar Negeri Rusia Bidang Kerja Sama Pendidikan Internasional, Shevtsov Pavel. Pertemuan tersebut membahas peluang peningkatan mobilitas akademik, riset bersama, serta kolaborasi antar perguruan tinggi Indonesia dan Rusia.

Dekan Fakultas Hukum UB, Dr. Aan Eko Widiarto, S.H., M.Hum., turut menyampaikan rencana pengembangan Program Studi Hukum Islam di FH UB. Menanggapi hal itu, pihak Rusia menyatakan kesiapan memfasilitasi kerja sama dengan Universitas Federal Kazan dan Universitas Saint Petersburg dalam pengembangan kurikulum, pertukaran dosen dan mahasiswa, hingga peluang dual degree di bidang hukum Islam.
Sementara itu, Dekan Fakultas Vokasi UB Mukhammad Kholid Mawardi, S.Sos., M.A.B., Ph.D menjelaskan kunjungan tersebut juga berkaitan dengan pengembangan Program Studi IT dan software engineering di Fakultas Vokasi UB. Universitas RUDN Rusia disebut siap mendampingi pengembangan kajian cyber security di lingkungan Fakultas Vokasi.
Delegasi UB juga melakukan pertemuan dengan Direktur International Channels and Educational Programs Positive Technologies, Aleksandr Udalov. Positive Technologies merupakan perusahaan global di bidang keamanan siber.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas peluang riset hukum keamanan siber, pengembangan pendidikan vokasi, hingga sertifikasi kompetensi keamanan digital yang sesuai dengan kebutuhan industri saat ini.
Wakil Rektor UB Bidang Riset dan Inovasi, Prof. Dr. Unti Ludigdo, S.E., M.Si., Ak. menyampaikan forum tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi UB dalam jejaring internasional, khususnya dengan negara-negara mitra strategis di kawasan Eurasia dan dunia Islam.
“Kami melihat Rusia sebagai mitra yang sangat potensial, tidak hanya dalam bidang ekonomi tetapi juga pendidikan dan teknologi. Pertemuan dengan Shevtsov Pavel dan Aleksandr Udalov membuka peluang konkret bagi mahasiswa dan dosen UB untuk terlibat dalam program-program unggulan internasional, termasuk rencana pendirian Prodi Hukum Islam yang akan difasilitasi dengan universitas-universitas top di Rusia,” ujar Unti.
Ia menambahkan, Rusia pada era Soviet memang dikenal sebagai negara komunis terbesar di dunia. Namun saat ini, populasi muslim di Rusia menjadi mayoritas kedua yang dipengaruhi sejarah terbentuknya wilayah-wilayah muslim seperti Tatarstan dengan ibu kota Kazan.
Forum Kazan 2026 mengusung tema Russia – Islamic World: Trust and Cooperation. Pada penyelenggaraan sebelumnya, forum tersebut diikuti lebih dari 2.200 peserta dari 96 negara.(Din)














