Kanal24, Malang – Universitas Brawijaya (UB) mencatat peningkatan dalam Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) 2027. UB kini berada pada kelompok peringkat dunia 1401–1600, naik dari kelompok 1501+ pada THE WUR 2026.
Dalam susunan daftar perguruan tinggi Indonesia pada THE WUR, UB tercatat bergerak dari urutan ke-33 pada edisi 2026 menjadi urutan ke-14 pada edisi 2027. Perubahan tersebut setara dengan kenaikan 19 posisi dalam daftar.
Namun, urutan tersebut perlu dibaca sebagai posisi dalam susunan tabel THE, bukan peringkat nasional individual. THE menempatkan perguruan tinggi yang berada dalam kelompok peringkat yang sama secara alfabetis. Dengan demikian, kampus-kampus dalam satu rentang peringkat dunia memiliki kedudukan yang setara.
Pada THE WUR 2027, UB berada pada kelompok yang sama dengan BINUS University, Universitas Diponegoro, Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, IPB University, dan Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Baca juga:
UB Press Perluas Jejaring Internasional, Resmi Bergabung dengan CAUPA
UB Naik pada Lima Indikator
Peningkatan UB tidak hanya terlihat pada kelompok peringkat dunia. Kelima indikator penilaian THE WUR juga mengalami kenaikan dibandingkan edisi sebelumnya.
Pada indikator industri, skor UB meningkat 7,4 poin dari 36,2 menjadi 43,6. Kenaikan ini menjadi yang terbesar secara nominal dibandingkan empat indikator lainnya.
Indikator orientasi internasional juga mengalami peningkatan 7,3 poin, dari 43,8 menjadi 51,1. Skor tersebut menjadi capaian tertinggi UB di antara lima indikator yang dinilai.
Sementara itu, lingkungan riset meningkat dari 13,3 menjadi 20,4 atau bertambah 7,1 poin. Secara persentase, peningkatan tersebut mencapai sekitar 53,4 persen dibandingkan skor sebelumnya.
Kualitas riset UB juga naik 6,8 poin dari 23,7 menjadi 30,5. Adapun indikator pengajaran meningkat 2,4 poin, dari 24,9 menjadi 27,3.
THE WUR menilai perguruan tinggi melalui lima pilar utama, yakni teaching, research environment, research quality, international outlook, dan industry. Kelima pilar tersebut dibangun dari 18 indikator kinerja yang mencakup antara lain reputasi pengajaran dan riset, produktivitas penelitian, dampak sitasi, mahasiswa dan staf internasional, pendapatan industri, serta paten.
Kenaikan Kualitas Riset UB di Antara Kampus Sejawat
Jika dibandingkan dengan tiga perguruan tinggi yang berada dalam kelompok peringkat dunia yang sama dengan UB pada kedua edisi, yakni Universitas Diponegoro, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan IPB University, UB mencatat kenaikan skor yang lebih besar pada sejumlah indikator.
Pada kualitas riset, skor UB meningkat 6,8 poin. Kenaikan tersebut lebih besar dibandingkan IPB yang bertambah 5,3 poin, Undip 3,3 poin, dan ITS 1,8 poin.
Perbandingan tersebut menunjukkan besarnya perubahan skor antaredisi, bukan posisi skor akhir masing-masing perguruan tinggi.
Pada indikator orientasi internasional, skor UB sebesar 51,1 menjadi yang tertinggi kedua di antara tujuh perguruan tinggi Indonesia yang berada pada rentang 1401–1600 dalam THE WUR 2027. Skor tersebut berada di bawah ITS sebesar 53,0, tetapi di atas Undip 45,2, IPB 44,7, BINUS 40,4, ITB 38,0, dan UMS 29,2.
Pada indikator lingkungan riset, UB memperoleh skor 20,4. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan ITS 15,6, IPB 15,4, dan UMS 12,2, tetapi masih berada di bawah BINUS 27,2, ITB 23,2, dan Undip 22,0.
Ketua GPR UB Hendrix Setyawan mengatakan, capaian pemeringkatan perlu dibaca dengan melihat perubahan skor sekaligus posisi UB dibandingkan perguruan tinggi sejawat.
“Data menunjukkan bahwa kemajuan UB berlangsung pada kelima indikator. Untuk evaluasi, kami perlu membaca perubahan urutan nasional bersama perubahan skor dan kelompok peringkat dunia. Perbandingan dengan kampus sejawat membantu mengidentifikasi kekuatan UB pada orientasi internasional sekaligus ruang pengembangan pada lingkungan dan kualitas riset,” ujar Hendrix.

UB Dorong Penguatan Pendidikan dan Riset
Wakil Rektor I UB Prof. Imam Santoso menyampaikan bahwa peningkatan tersebut menjadi dorongan bagi UB untuk memperkuat kinerja universitas secara menyeluruh.
Menurutnya, kenaikan pada seluruh indikator menjadi salah satu gambaran dari berbagai program strategis yang dijalankan untuk mendorong sivitas akademika terus menghasilkan karya dan meningkatkan kontribusi UB.
“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika, tenaga kependidikan, dan kolaborasi dalam berbagai program bersama mitra strategis UB,” ujar Prof. Imam.
Ia menambahkan, UB akan terus memperkuat kualitas pendidikan, riset, inovasi, tata kelola, serta kemitraan nasional dan internasional.
“Kami berkomitmen memperkuat kualitas pendidikan, riset, inovasi, tata kelola, serta kemitraan nasional dan internasional agar kemajuan universitas memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus mendapat pengakuan di level internasional,” katanya.
Peningkatan tersebut berlangsung di tengah bertambahnya jumlah perguruan tinggi Indonesia yang memperoleh peringkat dalam data yang dianalisis, dari 35 kampus pada edisi sebelumnya menjadi 42 kampus pada THE WUR 2027.
Dengan demikian, perubahan posisi UB perlu dilihat tidak hanya dari perpindahan kelompok peringkat dunia, tetapi juga dari perkembangan skor pada masing-masing indikator. Peningkatan pada seluruh lima indikator menjadi bagian penting dalam membaca perkembangan kinerja UB dalam pemeringkatan THE WUR.
THE menyebut World University Rankings sebagai pemeringkatan yang menilai universitas riset berdasarkan berbagai misi utama, termasuk pengajaran, penelitian, transfer pengetahuan, dan orientasi internasional.













