Kanal24, Malang – Sebanyak 76 lulusan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya (FKH UB) resmi menyandang profesi dokter hewan. Pelantikan dan pengambilan sumpah menjadi penanda dimulainya perjalanan baru untuk mengabdikan ilmu serta menjalankan tanggung jawab profesi kepada masyarakat.
Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Dokter Hewan Baru Periode 23 Universitas Brawijaya digelar di Gedung Samantha Krida UB, Selasa (29/09/2026). Prosesi ini menjadi momentum bagi para lulusan untuk menerapkan kompetensi yang diperoleh selama pendidikan sekaligus membawa nama baik almamater dalam menjalankan profesinya.
Baca Juga:
Dokter Hewan Baru Siap Hadapi Tantangan Global
FKH UB Kembali Luluskan Puluhan Dokter Hewan
Dekan FKH UB, drh. Dyah Ayu Oktavianie AP., M.Biotech., AP.Vet., menyampaikan rasa syukur atas kelulusan 76 dokter hewan baru tersebut. Menurutnya, pelantikan kali ini menjadi capaian penting bagi keluarga besar FKH UB. Hingga saat ini, fakultas tersebut telah meluluskan lebih dari 1.700 dokter hewan.

“Alhamdulillah pada hari ini kami keluarga besar Fakultas Kedokteran Hewan Brawijaya sudah berhasil meluluskan 76 dokter hewan baru,” ujar Dyah.
Ia berharap kehadiran para lulusan baru dapat semakin memperkuat korps dokter hewan di Indonesia. Bekal ilmu yang diperoleh selama pendidikan juga diharapkan dapat diterapkan untuk memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.
Dyah menilai dokter hewan memiliki tanggung jawab untuk ikut menjawab berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat. Karena itu, para lulusan diminta tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi terus mengembangkan kemampuan dalam menjalankan profesinya.
Perjalanan Pendidikan Jadi Bekal Profesional
Bagi Sabrina Yumnaa Inayah dan Farah Syifa Miftahuljanah, pelantikan menjadi titik akhir dari satu tahap sekaligus awal perjalanan profesional.
Sabrina mengaku merasa bahagia setelah berhasil melewati pendidikan yang berlangsung cukup panjang. Namun, momen tersebut juga menghadirkan kesedihan karena harus berpisah dengan teman-teman yang selama ini menemani proses pendidikan.

“Pastinya senang, Kak, karena kan dari kita jalanin S1 sudah lama banget. Iya, juga berat dan ini kayak sekaligus senang tapi kayak sedih karena harus berpisah sama teman-teman yang udah lama bareng,” ungkap Sabrina.
Sementara itu, Farah menyebut kemampuan mengatur waktu menjadi salah satu tantangan selama menjalani pendidikan. Ia harus membagi waktu antara berbagai tanggung jawab sekaligus menjaga keseimbangan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Farah, proses tersebut juga membutuhkan sejumlah pengorbanan. Masa pendidikan membuat dirinya harus mengesampingkan sebagian keinginan untuk menikmati masa muda demi menyelesaikan pendidikan.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan yang membentuk keduanya sebelum memasuki dunia profesional sebagai dokter hewan.
Junjung Kode Etik dan Bawa Nama Baik UB
Setelah resmi dilantik dan diambil sumpahnya, Sabrina dan Farah berkomitmen untuk menerapkan kemampuan yang diperoleh selama pendidikan. Keduanya berharap dapat mengembangkan kemampuan melalui dunia kerja, baik di industri maupun klinik. Selain itu, mereka ingin menjaga nama baik Universitas Brawijaya ketika menjalankan profesi di tengah masyarakat.
Dyah berpesan agar para dokter hewan baru terus semangat mengabdikan diri dengan berpegang pada ilmu yang telah diperoleh selama pendidikan. Ia juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi kode etik dalam menjalankan profesi.
“Terus semangat mengabdikan diri dan mengabdikan profesi dengan bekal ilmu yang sudah diterima selama di bangku perkuliahan serta dengan menjunjung tinggi kode etik dokter hewan,” tegasnya.
Ia berharap para lulusan dapat memberikan kontribusi dan manfaat nyata kepada masyarakat. Para dokter hewan baru juga didorong untuk menjadi pemecah masalah dalam menghadapi berbagai tantangan di Indonesia. Selain berkontribusi di tingkat nasional, Dyah berharap para lulusan dapat membawa nama baik Universitas Brawijaya di tingkat internasional.
Dengan dilantiknya 76 dokter hewan baru Periode 23, FKH UB kembali menambah sumber daya profesional di bidang kedokteran hewan. Para lulusan kini memasuki tahap baru untuk menerapkan ilmu, menjaga etika profesi, dan memberikan pengabdian kepada masyarakat. (ndr)














