Kanal24, Malang – Raksasa restoran cepat saji global, Yum! Brands, resmi melepas bisnis Pizza Hut dalam transaksi senilai US$2,7 miliar atau sekitar Rp47,88 triliun. Langkah strategis ini dilakukan perusahaan untuk memperkuat fokus pada pengembangan merek yang dinilai memiliki pertumbuhan lebih tinggi, yakni KFC dan Taco Bell.
Penjualan Pizza Hut dilakukan melalui dua transaksi terpisah. Operasi Pizza Hut di China akan diakuisisi oleh Yum China Holdings dengan nilai US$1,2 miliar, sementara bisnis Pizza Hut di luar China akan diambil alih oleh perusahaan investasi LongRange Capital senilai US$1,5 miliar.
Keputusan tersebut menjadi bagian dari transformasi bisnis Yum! Brands setelah Pizza Hut mengalami tekanan kinerja dalam beberapa tahun terakhir. Persaingan ketat di industri makanan cepat saji, perubahan pola konsumsi masyarakat, hingga meningkatnya biaya operasional menjadi tantangan yang membebani pertumbuhan jaringan restoran pizza tersebut.
Baca juga:
Pekan Riset UNIRA 2026 Perkuat Kolaborasi Akademik dan Inovasi Sosial untuk Solusi Nyata Masyarakat
Di pasar Amerika Serikat, Pizza Hut bahkan telah kehilangan posisi sebagai jaringan pizza terbesar dan menghadapi penurunan penjualan dalam beberapa periode terakhir. Kondisi tersebut mendorong perusahaan melakukan evaluasi strategis sebelum akhirnya memutuskan melepas bisnis tersebut.
CEO Yum! Brands, Chris Turner, menyatakan bahwa transaksi ini akan membuat perusahaan menjadi lebih fokus dan lincah dalam mengembangkan bisnis utamanya. Dengan melepas Pizza Hut, perusahaan dapat mengarahkan sumber daya untuk mempercepat ekspansi dan inovasi pada merek-merek yang memiliki performa lebih kuat.
Selain memperkuat bisnis inti, hasil penjualan Pizza Hut juga disebut akan digunakan untuk mendukung investasi teknologi dan kecerdasan buatan (AI), termasuk pengembangan platform digital perusahaan guna meningkatkan efisiensi operasional serta pengalaman pelanggan.
Meski berpindah kepemilikan, Pizza Hut tetap menjadi salah satu merek restoran pizza terbesar di dunia dengan hampir 20 ribu gerai yang tersebar di berbagai negara. Akuisisi oleh pemilik baru diharapkan dapat membuka peluang revitalisasi bisnis dan mempercepat pertumbuhan perusahaan di tengah perubahan tren industri makanan global.














