Kanal24, Malang – Isu lingkungan kini tidak lagi hanya dibahas di ruang kelas atau forum akademik. Generasi muda mulai menerjemahkan berbagai persoalan ekologis menjadi gerakan nyata yang melibatkan masyarakat secara langsung. Semangat tersebut terlihat dalam rangkaian EcoFest 2026 yang digelar mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya sebagai bagian dari praktikum mata kuliah Politik Lingkungan Global pada Sabtu (24/05/2026) di Kota Malang.
EcoFest 2026 tidak hanya menghadirkan webinar dan diskusi isu lingkungan global, tetapi juga menampilkan berbagai proyek kampanye mahasiswa yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat, pengelolaan sampah, hingga isu keadilan ekologis. Melalui kegiatan ini, mahasiswa didorong untuk memahami bahwa persoalan lingkungan membutuhkan aksi konkret yang dimulai dari lingkup terkecil.
Kegiatan tersebut juga melibatkan kolaborasi dengan berbagai komunitas dan organisasi lingkungan seperti Bank Sampah Kota Malang, WALHI Jawa Timur, Greenpeace, Garda Pangan, Katadata Green, hingga Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan. Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi bagian penting dalam membangun gerakan lingkungan yang lebih luas dan berkelanjutan.
Baca juga:
Biskuit Vignita FIKES UB Jadi Inovasi Cegah Stunting
Ubah Sampah Plastik Jadi Produk Kreatif
Salah satu proyek yang dipresentasikan dalam EcoFest 2026 adalah Ecocharm Keychain melalui workshop bertajuk āStyling A Greener Lifestyleā. Proyek ini mengajak generasi muda di Kota Malang mengubah cara pandang terhadap sampah plastik melalui praktik upcycling.
Mahasiswa bersama GenBI Malang dan Bank Sampah Malang mengajak peserta mengolah limbah tutup botol plastik menjadi gantungan kunci bernilai guna dan estetis. Kampanye tersebut menunjukkan bahwa sampah plastik tidak selalu berakhir menjadi limbah, tetapi dapat diolah kembali menjadi produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa ingin membangun kesadaran bahwa gaya hidup ramah lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi terkait pengurangan sampah plastik dinilai penting mengingat tingginya konsumsi plastik sekali pakai di masyarakat.
Angkat Isu Papua dan Keadilan Ekologis
Kelompok mahasiswa lainnya menghadirkan proyek āRumpun Harapan: dari Layar ke Aksiā melalui kegiatan nonton bareng dan diskusi dokumenter āPesta Babiā. Proyek ini mengangkat persoalan konflik lahan adat di Papua serta kaitannya dengan pembangunan, eksploitasi sumber daya alam, ketimpangan kuasa, dan keadilan ekologis.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai mitra seperti WALHI Jawa Timur, Watchdoc, Greenpeace, Jubi.id, dan Pusaka. Melalui diskusi film dokumenter, mahasiswa mencoba membuka ruang refleksi publik terkait dampak pembangunan terhadap masyarakat adat dan lingkungan.
Mahasiswa menilai bahwa isu lingkungan tidak dapat dipisahkan dari persoalan sosial dan politik. Kerusakan lingkungan sering kali berkaitan dengan konflik agraria, ketimpangan akses sumber daya, hingga marginalisasi masyarakat lokal.
Kampanye Pangan Lokal untuk Lingkungan
Selain isu sampah dan konflik lahan, EcoFest 2026 juga menghadirkan kampanye diversifikasi pangan lokal melalui proyek āKedaulatan Pangan Nasional untuk Bumi Lestariā. Bersama Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan, mahasiswa mendorong pengenalan kembali pangan lokal sebagai bagian dari green lifestyle.
Kampanye tersebut menyoroti pentingnya mengurangi ketergantungan terhadap beras dan gandum impor dengan memanfaatkan potensi pangan lokal yang lebih beragam. Diversifikasi pangan dinilai tidak hanya mendukung ketahanan pangan nasional, tetapi juga membantu menjaga keberlanjutan lingkungan.
Melalui proyek-proyek tersebut, mahasiswa HI UB menunjukkan bahwa politik lingkungan tidak hanya dipahami sebagai teori akademik, tetapi juga dapat diterapkan melalui gerakan sosial dan aksi nyata di masyarakat.
Dosen pengampu mata kuliah Politik Lingkungan Global, Kanyadibya Cendana Prasetyo, S.IP., M.DevSt., berharap rangkaian EcoFest 2026 mampu mendorong mahasiswa untuk terus menghadirkan inovasi dan kontribusi nyata dalam menghadapi krisis lingkungan.
EcoFest 2026 menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam membangun kesadaran ekologis. Melalui kolaborasi, kreativitas, dan aksi nyata, mahasiswa berupaya menghadirkan solusi kecil yang dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan dan masyarakat. (nid)













