Kanal24, Malang – Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) memamerkan berbagai inovasi teknologi berbasis keberlanjutan dalam Pameran Mahasiswa Program SDGs yang digelar di lingkungan kampus, Rabu (11/6/2026). Pameran ini menampilkan karya unggulan mulai dari kendaraan listrik hingga robot canggih yang diarahkan untuk menjawab tantangan global.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah tim Elektro Formula Brawijaya yang menghadirkan mobil listrik dan gokart listrik hasil riset mahasiswa. Inovasi tersebut dikembangkan sebagai bagian dari kampanye energi bersih sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi ramah lingkungan di sektor transportasi.
Staff Divisi Elektrik Elektro Formula Brawijaya, Rhio Bumi Arhastio, menjelaskan bahwa proyek tersebut berangkat dari kebutuhan akan solusi energi berkelanjutan.
“Kami ingin mempromosikan sustainable energy dan clean energy. Energi listrik itu hampir zero emission, jadi tidak hanya untuk kendaraan biasa, tapi juga bisa digunakan dalam performa tinggi,” ujarnya.

Rhio mengungkapkan, proses pengembangan kendaraan listrik memerlukan waktu panjang, terutama pada tahap riset dan perancangan.
“Riset bisa sampai enam bulan untuk desain casis, spesifikasi motor, controller, hingga sistem kelistrikan. Kalau manufaktur dan pemasangan sekitar dua bulan,” jelasnya. Ia menambahkan, inovasi ini berkontribusi pada SDGs poin ke-7 (energi bersih dan terjangkau) serta poin ke-9 (industri, inovasi, dan infrastruktur).
Selain kendaraan listrik, Laboratorium Robotik dan Embedded System (RES) juga menampilkan berbagai karya teknologi seperti robot humanoid dan drone kompetisi. Perwakilan tim, Alvin Rifky Wahyudi, menyebut pengembangan produk tersebut merupakan hasil riset berkelanjutan lintas generasi.

“Kalau robot ini sudah lebih dari lima sampai enam tahun, karena ada riset dari kakak-kakak terdahulu. Tantangannya kita harus cepat beradaptasi dengan perkembangan teknologi,” kata Alvin.
Ia menjelaskan, robot humanoid yang dipamerkan dikembangkan untuk kompetisi sepak bola robot dengan sistem kontrol dan navigasi yang terus disempurnakan. Sementara itu, drone “Atya Brama” dirancang untuk ajang Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) dengan kemampuan melewati berbagai rintangan secara presisi.
Menurut Alvin, inovasi tersebut tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga memiliki manfaat langsung bagi masyarakat. Salah satunya adalah pengembangan teknologi berbasis sensor untuk mendukung pemukiman yang lebih inklusif dan berkelanjutan, sejalan dengan SDGs poin ke-11.

Ke depan, baik tim Elektro Formula Brawijaya maupun Laboratorium RES menargetkan untuk membawa inovasi mereka ke tingkat internasional. “Kami tidak hanya fokus di lomba nasional, tapi juga internasional. Kami yakin mampu untuk itu,” tegas Alvin.
Pameran ini menjadi bukti bahwa riset mahasiswa UB tidak hanya berhenti pada tahap akademik, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan solusi nyata berbasis teknologi yang berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.
mahasiswa ub, sdgs, energi bersih, mobil listrik, robot humanoid, inovasi teknologi, elektro formula, robotik ub, riset mahasiswa, teknologi berkelanjutan. (qrn)














