Kanal24, Malang – Ratusan mahasiswa FISIP Universitas Brawijaya resmi diterjunkan ke berbagai desa melalui program FISIP Bakti Desa (FBD) 2026. Dibekali hasil observasi dan pemetaan kebutuhan masyarakat, mereka membawa beragam program pemberdayaan mulai dari digitalisasi UMKM, edukasi pengelolaan sampah, hingga promosi potensi desa yang ditargetkan memberi dampak berkelanjutan.
Program Kerja Disusun Berdasarkan Kebutuhan Warga
Salah satu Koordinator Desa (Kordes), Zakaria Ifki Setiawan, menjelaskan bahwa kelompoknya telah melakukan berbagai tahapan persiapan, mulai dari observasi lapangan hingga berdiskusi langsung dengan masyarakat untuk mengetahui persoalan yang dihadapi desa.
Baca juga:
Grand Final Putra Putri Siswa Jawa Timur 2026 Sukses Digelar, Ini Daftar Juara SMP dan SMA
“Kami sudah melakukan beberapa kegiatan pendekatan dengan warga melalui observasi. Di sana kami mencari tahu apa saja keluhan dari warga, lalu bersama-sama mencari solusinya,” ujar Zakaria.
Kelompok 37 yang ditempatkan di Desa Ngabab membawa empat program unggulan, yaitu Sosialisasi Qris untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, Sosialisasi Pengelolaan Sampah, Ngabab Appreciate berupa pentas seni bagi anak-anak desa, serta penyusunan Company Profile sebagai media promosi potensi Desa Ngabab. Menurut Zakaria, desa tersebut memiliki potensi besar di sektor pertanian dan peternakan sehingga program yang disusun diarahkan untuk mendukung pengembangan ekonomi masyarakat.
Ia mengakui tantangan terbesar sebagai koordinator adalah mengelola pembagian tugas di antara anggota kelompok agar seluruh divisi dapat bekerja secara optimal. Namun, koordinasi yang telah dibangun selama masa persiapan membuat seluruh anggota siap menjalankan program di lapangan.
Antusias Jalani Pengabdian Pertama
Semangat serupa dirasakan Salah Satu Mahasiswa FBD, Salwa Nugraeni Akila dan Priscilla Damay Kinanthi. Keduanya mengaku antusias meski harus menghadapi pengalaman pertama tinggal jauh dari keluarga dan menjalani pengabdian masyarakat selama satu bulan.

“Awalnya nervous karena ini pertama kali kami merasakan KKN. Tapi tetap excited karena sudah tidak sabar menjalankan program-program kerja yang sudah disiapkan bersama kelompok,” kata Salwa.
Selain menyusun proposal dan merancang program kerja secara akademik, para peserta juga mempersiapkan kebutuhan pribadi agar mampu beradaptasi selama berada di desa. Menurut Priscilla, tantangan terbesar berasal dari proses bekerja bersama 19 anggota kelompok dengan karakter yang berbeda-beda. Namun, ia yakin dinamika tersebut justru akan mempererat kekompakan tim selama menjalankan pengabdian.
Target Tinggalkan Dampak Berkelanjutan
Para peserta berharap seluruh program yang dijalankan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Edukasi mengenai pengelolaan sampah diharapkan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, sementara Sosialisasi Curis dan Company Profile desa diharapkan mendukung pengembangan ekonomi lokal. Melalui FBD 2026, mahasiswa FISIP UB ingin hadir sebagai mitra masyarakat yang mampu menghadirkan solusi, memperkuat kolaborasi, sekaligus meninggalkan dampak positif yang berkelanjutan bagi desa. (cay)













