Kanal24, Malang – Keterbatasan ekonomi sempat menjadi tantangan bagi Arya Yudhistira untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Namun, harapan itu kembali terbuka setelah mahasiswa baru Program Studi Desain Grafis Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya (UB) tersebut menerima bantuan dana pendidikan dan satu unit laptop untuk menunjang perkuliahannya.
Bantuan diserahkan langsung di kediaman Arya di Jalan Cihampelas, Bandung, Jawa Barat, Kamis (23/7/2026). Dukungan tersebut diharapkan memastikan Arya dapat menjalani perkuliahan tanpa terbebani persoalan biaya maupun kebutuhan belajar.
Arya sebelumnya diterima di UB melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) dan juga menjadi penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Selain memperoleh pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT), ia juga mendapatkan bantuan biaya hidup selama menempuh pendidikan.
Baca Juga:
PEKERTI UB Bekali Dosen Muda Hadapi Pembelajaran Era Digital
UB Pastikan Mahasiswa Berprestasi Tetap Bisa Kuliah
Bantuan diserahkan oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik UB, Prof. Imam Santoso, didampingi Sekretaris Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik (DALA) UB, Arif Hidayat, M.M., serta Kepala Subdirektorat Penerimaan Mahasiswa UB, Aulia Nur Mustaqiman, Ph.D.
Dana pendidikan disalurkan melalui BAZIS UB, sedangkan laptop diberikan oleh Brawijaya Multi Usaha (BMU) sebagai penunjang aktivitas belajar Arya selama menempuh pendidikan.
“Pemerintah melalui UB memberikan perhatian kepada siswa-siswa yang membutuhkan agar dapat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Semoga bantuan ini dapat meningkatkan prestasi Arya selama berkuliah di UB,” ujar Prof. Imam Santoso.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi calon mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik, tetapi menghadapi keterbatasan ekonomi.
Harapan Baru untuk Menggapai Mimpi
Bagi Arya, bantuan tersebut bukan sekadar dukungan finansial, melainkan suntikan semangat untuk membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menghalangi seseorang meraih cita-cita.
“Saya mengucapkan terima kasih dan merasa sangat dihargai. Semoga ke depan saya bisa mengangkat derajat kedua orang tua saya,” tutur Arya.
Rasa syukur juga disampaikan sang ibu, Mardiah. Ia mengaku bantuan dari Universitas Brawijaya menghadirkan harapan baru bagi keluarganya yang selama ini menghadapi keterbatasan ekonomi, terlebih suaminya telah menderita sakit selama enam tahun terakhir.
Baginya, kesempatan yang diterima Arya menjadi titik terang agar putranya tetap dapat melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus terbebani persoalan biaya.
Komitmen Perluas Akses Pendidikan
Program bantuan tersebut menjadi bagian dari komitmen Universitas Brawijaya dalam memperluas akses pendidikan bagi mahasiswa dari keluarga prasejahtera yang memiliki potensi akademik.
Melalui kolaborasi berbagai unit di lingkungan kampus, UB terus berupaya memastikan mahasiswa dapat fokus mengembangkan kemampuan selama perkuliahan tanpa harus mengkhawatirkan kendala ekonomi.
Bagi Arya, bantuan yang diterimanya bukan sekadar laptop dan dana pendidikan. Dukungan tersebut menjadi awal perjalanan baru untuk mengejar cita-cita, membanggakan kedua orang tua, sekaligus membuktikan bahwa kesempatan meraih pendidikan tinggi tetap terbuka bagi siapa saja yang mau berjuang. (ndr)














