Kanal24, Malang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Bioindustri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) Universitas Brawijaya mengajak warga Desa Argosuko mengubah limbah kulit jeruk menjadi pembersih alami yang ramah lingkungan. Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pengelolaan sampah rumah tangga sekaligus membangun pola hidup sehat di tengah masyarakat.
Kegiatan yang dipadukan dengan senam sehat bersama itu digelar di Balai Desa Argosuko, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Minggu (19/7/2026). Program yang didampingi Dosen Pembimbing Lapang (DPL) Alia Fibrianingtyas, S.P., M.P. dan Mahfudlotul ‘Ula, S.E., M.Si. tersebut diikuti ibu-ibu PKK sebagai sasaran utama edukasi mengenai pemanfaatan limbah organik rumah tangga sekaligus pentingnya menjaga kebugaran tubuh.
Baca juga:
KKN FBiPK UB Ajak Warga Argosuko Manfaatkan Limbah Plastik
Kulit Jeruk Disulap Jadi Pembersih Ramah Lingkungan
Program ini berangkat dari kondisi masih banyaknya kulit jeruk yang dibuang begitu saja setelah dikonsumsi. Padahal, limbah organik tersebut mengandung minyak atsiri yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembersih alami untuk berbagai kebutuhan rumah tangga. Melalui sosialisasi ini, mahasiswa KKN mengajak masyarakat melihat sampah bukan sekadar limbah, tetapi juga sebagai sumber daya yang memiliki nilai guna.

Dalam sesi praktik, peserta diajarkan cara membuat pembersih alami menggunakan kulit jeruk, cuka makan, air, dan pewangi alami seperti kayu manis. Seluruh bahan dimasukkan ke dalam wadah tertutup untuk difermentasi selama dua minggu sebelum siap digunakan sebagai cairan pembersih.
Setelah proses fermentasi selesai, cairan tersebut dapat dimanfaatkan untuk membersihkan berbagai permukaan rumah tangga, seperti meja, kaca, kompor, hingga peralatan dapur. Selain mudah dibuat, produk ini juga dinilai lebih ramah lingkungan karena mengurangi penggunaan bahan kimia sekaligus memanfaatkan limbah organik yang selama ini belum banyak dimanfaatkan.
Edukasi Dipadukan dengan Senam Sehat Bersama
Usai mengikuti praktik pembuatan pembersih alami, peserta diajak mengikuti senam sehat yang dipandu instruktur senam, Ibu Hermin. Kegiatan tersebut menjadi pelengkap edukasi dengan mengajak masyarakat menerapkan gaya hidup sehat melalui aktivitas fisik secara rutin.

Ibu Hermin berharap kegiatan serupa mampu mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan tubuh.
“Saya berharap ibu-ibu bisa lebih banyak bergerak karena tubuh, terutama otot, harus terus digunakan agar tetap sehat. Kalau tubuh kita bisa berbicara, mungkin setiap hari tubuh akan meminta untuk terus digerakkan,” ujarnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan pembagian doorprize dan sesi berbagi pengalaman bersama peserta. Suasana berlangsung hangat karena warga tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga dapat mempraktikkannya secara langsung.
Warga Antusias Terapkan Ilmu di Rumah
Antusiasme peserta terlihat dari respons positif yang diberikan setelah mengikuti rangkaian kegiatan. Salah satu peserta, Ibu Impi, mengaku memperoleh wawasan baru mengenai pemanfaatan kulit jeruk yang selama ini hanya dianggap sebagai sampah rumah tangga.

“Terima kasih kepada mahasiswa KKN yang telah mengadakan kegiatan ini. Kami menjadi lebih memahami cara memanfaatkan kulit jeruk yang sebelumnya hanya menjadi sampah, sekaligus semakin termotivasi untuk lebih sering bergerak dan menjaga kesehatan melalui kegiatan senam bersama,” ungkapnya.
Melalui program ini, mahasiswa KKN FBiPK Universitas Brawijaya berharap masyarakat dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya mengurangi limbah rumah tangga, kebiasaan memanfaatkan kulit jeruk sebagai pembersih alami juga diharapkan menjadi langkah sederhana untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan ramah lingkungan. (ern)














