Kanal24, Jakarta – Menemukan kebaruan (research gap) menjadi salah satu tantangan terbesar dalam penyusunan disertasi. Banyak mahasiswa program doktor memiliki topik penelitian yang kuat, tetapi masih menghadapi kesulitan memetakan perkembangan riset terdahulu secara sistematis sehingga proses penyusunan tinjauan pustaka membutuhkan waktu lebih lama.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya (UB) menggelar pelatihan Systematic Literature Review (SLR) bagi mahasiswa Program Doktor Ilmu Administrasi (PDIA) UB Jakarta sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas penelitian sekaligus mendorong percepatan penyelesaian studi.
Sebanyak 34 mahasiswa Program Doktor Ilmu Administrasi (PDIA) Universitas Brawijaya mengikuti pelatihan SLR yang digelar Tim Pengmas FIA UB di Kampus UB Jakarta, Sabtu (25/7/2026). Peserta yang berasal dari angkatan 2022 hingga 2025 memperoleh pembekalan langsung dari enam akademisi FIA UB.
Enam akademisi yang tergabung dalam Tim Pengmas tersebut adalah Dr. Drs. Fadillah Amin, Ph.D., Wike, S.Sos., DPA, Dr. Farida Nurani, M.Si., Dr. Niken L.V.A., M.AP., Dr. Mukhlis, M.IP., dan Ismiatun, M.AP.
Mengapa SLR Penting bagi Mahasiswa Doktor?
Dalam penelitian doktor, Systematic Literature Review (SLR) merupakan metode yang digunakan untuk menelusuri, menyeleksi, mengevaluasi, dan menyintesis berbagai publikasi ilmiah secara sistematis. Berbeda dengan tinjauan pustaka konvensional, SLR menggunakan prosedur yang transparan dan dapat direplikasi sehingga membantu peneliti memperoleh gambaran menyeluruh mengenai perkembangan suatu bidang ilmu. Melalui pendekatan ini, peneliti dapat mengidentifikasi research gap, menghindari duplikasi penelitian, serta membangun dasar ilmiah yang lebih kuat sebelum merumuskan kebaruan penelitian. Karena menggunakan tahapan yang terstruktur, SLR juga dinilai mampu meningkatkan kualitas dan kredibilitas kajian ilmiah.
Pelatihan ini diinisiasi sebagai bagian dari strategi mempercepat masa studi mahasiswa PDIA. Salah satu kendala yang kerap dihadapi mahasiswa program doktor adalah proses penyusunan tinjauan literatur yang sistematis dan mendalam sebagai fondasi disertasi.
Materi pelatihan dirancang secara komprehensif, mencakup konsep dasar penulisan karya ilmiah sekaligus praktik teknis penggunaan aplikasi SLR. Kombinasi teori dan praktik tersebut diharapkan tidak hanya membantu peserta memahami konsep, tetapi juga memberikan pengalaman aplikatif yang dapat langsung diterapkan dalam proses penelitian mereka.
Untuk memastikan materi terserap dengan baik, panitia menerapkan evaluasi berlapis melalui pre-test pada awal kegiatan dan post-test setelah seluruh materi serta praktik selesai diberikan. Perbandingan hasil kedua evaluasi tersebut menjadi indikator bagi Tim Pengmas untuk menilai peningkatan kompetensi peserta dalam menyusun tinjauan literatur secara sistematis.
Setelah rangkaian materi, praktik, dan evaluasi selesai dilaksanakan, kegiatan resmi ditutup oleh Wakil Dekan Bidang Akademik FIA UB. Sebagai penutup rangkaian acara, peserta dan Tim Pengmas FIA UB berfoto bersama di Kampus UB Jakarta.
Melalui pelatihan ini, FIA UB berharap mahasiswa PDIA UB Jakarta memiliki bekal yang lebih kuat dalam menyusun tinjauan literatur sehingga dapat menyelesaikan disertasi tepat waktu dan mempercepat proses kelulusan sebagai doktor ilmu administrasi. Upaya ini juga menunjukkan bagaimana pengabdian perguruan tinggi dapat menjawab kebutuhan akademik melalui penguatan kapasitas riset yang berdampak langsung terhadap kualitas penelitian dan penyelesaian studi mahasiswa.














