Kanal24, Malang – Ratusan mahasiswa baru Universitas Brawijaya (UB) mengikuti pengambilan jas almamater di GOR Pertamina UB, Selasa (04/08/2026). Kegiatan tersebut menjadi salah satu tahapan penting sebelum mahasiswa baru mengikuti rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) sekaligus menandai awal perjalanan mereka sebagai bagian dari sivitas akademika UB.
Sejak pagi, mahasiswa baru tampak antusias mengikuti setiap tahapan yang telah disiapkan panitia. Mulai dari verifikasi data, proses pemindaian (scan), hingga pembagian atribut kampus dilakukan secara bertahap untuk memastikan seluruh mahasiswa menerima jas almamater sesuai identitas yang telah terdaftar.
Baca Juga:
Pemantauan Dini Jadi Kunci Tumbuh Kembang Anak Optimal
Pengambilan Jas Almamater Berlangsung Tertib
Koordinator Pembagian Jas Almamater, Tania Sya’bandiah, menjelaskan bahwa sebelum mengambil jas almamater, mahasiswa baru terlebih dahulu menjalani tes nafza di Gedung Sakri. Selanjutnya, peserta diarahkan menuju GOR Pertamina UB untuk menjalani proses pencocokan data sebelum menerima atribut kampus.

“Mahasiswa terlebih dahulu mengikuti tes nafza, kemudian menjalani pencocokan data sebelum menerima jas almamater. Setelah itu mereka melakukan proses scan sebagai bagian dari pendataan, lalu mengambil topi dan dasi sebelum keluar dari lokasi,” jelas Tania.
Dalam satu hari pelaksanaan, panitia melayani sekitar 500 hingga 600 mahasiswa baru dari tiga fakultas. Menurut Tania, koordinasi antarpanitia dan tenaga kependidikan menjadi kunci agar proses pembagian berjalan tertib meski melibatkan ratusan peserta.
Meski demikian, panitia masih menemukan beberapa kendala teknis, seperti ketidaksesuaian nama mahasiswa dengan data administrasi serta adanya peserta yang belum menyelesaikan proses scan.
“Kami sangat selektif dalam pembagian jas almamater karena data mahasiswa harus sesuai dengan identitas seperti KTP,” ujarnya.
Jas Almamater Jadi Momen Berkesan bagi Maba
Pengambilan jas almamater menjadi pengalaman yang paling dinantikan banyak mahasiswa baru. Selain menjadi identitas resmi kampus, jas almamater juga dimaknai sebagai simbol dimulainya kehidupan akademik di Universitas Brawijaya.

Mahasiswa baru Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB), Simamora Hizkia Immanuel, mengaku merasa senang sekaligus gugup saat pertama kali menerima jas almamater.
“Lumayan seru dan deg-degan juga karena ini pertama kali menyentuh almamater. Agak deg-degan karena belum tahu apakah ukuran jasnya cocok atau tidak,” ungkapnya.
Menurut Simamora, jas almamater menjadi pengingat atas perjuangan yang telah dilalui hingga berhasil diterima di Universitas Brawijaya.
“Sangat berharga, karena perjuangan untuk bisa masuk UB tidak semudah yang dipikirkan orang-orang. Walaupun akhirnya berhasil, rasanya sangat worth it,” katanya.
Hal serupa disampaikan Antakara Ditya Rukmakala. Ia menilai alur pengambilan jas almamater berjalan rapi sehingga mahasiswa tidak mengalami kebingungan saat mengikuti setiap tahapan.
“Strukturnya cukup rapi. Setelah screening kesehatan, kami sudah tahu harus menuju ke mana. Almamater ini menjadi tanda dimulainya fase baru dalam hidup saya,” tuturnya.
Sementara itu, Qatrunnada Qurratu Aini mengaku bangga akhirnya dapat menerima jas almamater sebagai identitas resmi mahasiswa Universitas Brawijaya.
“Bangga, senang, kaget, tidak menyangka bisa sampai mengambil almamater. Ini menjadi kebanggaan tersendiri bisa mencapai sampai detik ini,” ujarnya.
Panitia Pastikan Distribusi Sesuai Data
Untuk memastikan pembagian berjalan lancar, panitia melakukan koordinasi mulai dari Gedung Sakri hingga GOR Pertamina UB. Setiap tahapan diawasi oleh koordinator dan tenaga kependidikan guna memastikan proses verifikasi data maupun distribusi jas almamater berlangsung sesuai prosedur.
Selain memastikan data mahasiswa sesuai, panitia juga mengimbau seluruh peserta mengikuti setiap tahapan, termasuk proses scan dan pengisian survei, agar tidak ada mahasiswa yang terlewat dalam proses pendataan.
“Semoga dalam pembagian jas almamater tidak ada yang mengalami kekurangan dan semuanya mendapatkan sesuai data. Selain itu, semoga seluruh mahasiswa mengisi proses scan dan survei yang tersedia. Semoga seluruh mahasiswa baru diberikan kelancaran dalam mengikuti ospek dan tidak ada yang terlambat karena kegiatan dimulai sejak pagi hari,” harap Tania.
Pada pelaksanaan hari itu, panitia melayani sekitar 500 hingga 600 mahasiswa baru dari tiga fakultas. Melalui koordinasi di setiap tahapan, pengambilan jas almamater berlangsung tertib sebagai bagian dari persiapan mahasiswa baru memasuki kehidupan akademik di Universitas Brawijaya. (gal)













