Kanal24, Malang – Lima pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Sidorejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri kini memiliki identitas usaha digital melalui Google Business Profile setelah mendapatkan pendampingan dari Mahasiswa MMD BIMA Universitas Brawijaya (UB) PSDKU Kediri. Program ini menjadi langkah nyata untuk membantu pelaku usaha memperluas jangkauan pemasaran sekaligus memudahkan pelanggan menemukan lokasi usaha secara daring.
Pendampingan bertajuk Digitalisasi Pemasaran UMKM Desa Sidorejo melalui Pendaftaran Google Business Profile (Google Maps) tersebut dilaksanakan pada Selasa (21/7/2026) sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat mahasiswa MMD BIMA Universitas Brawijaya PSDKU Kediri di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapang Renanda Baghaz D. S. P., S.Pi., M.P., M.Sc. dan Asyifa Anandya, S.Pi., M.Sc.
Baca juga:
Mahasiswa UB Sulap Susu Tak Layak Jual Jadi Sabun Bernilai Ekonomi
Google Business Profile Buka Peluang Pasar Lebih Luas
Di tengah perkembangan teknologi, keberadaan sebuah usaha di platform digital menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kepercayaan konsumen. Melalui Google Business Profile, pelanggan dapat mengetahui lokasi usaha, jam operasional, nomor kontak, hingga melihat foto produk sebelum memutuskan untuk berkunjung.

(Universitas Brawijaya PSDKU Kediri)
Melihat pentingnya hal tersebut, mahasiswa UB mendampingi pelaku UMKM mulai dari proses pembuatan akun, pengisian identitas usaha, penentuan titik lokasi di Google Maps, hingga pengunggahan foto produk dan informasi pendukung lainnya.
Selain membantu proses pendaftaran, mahasiswa juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya memperbarui informasi usaha secara berkala, mengelola ulasan pelanggan, dan memanfaatkan Google Business Profile sebagai media promosi yang mudah diakses serta tanpa biaya tambahan.
Pendampingan Praktis Tingkatkan Literasi Digital Pelaku UMKM
Program ini tidak berhenti pada penyampaian materi. Mahasiswa mendampingi setiap peserta secara langsung hingga akun Google Business Profile berhasil dibuat dan dapat digunakan.

Pendekatan tersebut membuat pelaku usaha tidak hanya memahami cara mendaftarkan usahanya, tetapi juga mampu mengelola profil bisnis secara mandiri setelah kegiatan berakhir. Selama proses pendampingan, peserta aktif berdiskusi mengenai strategi memanfaatkan platform digital untuk meningkatkan kepercayaan pelanggan dan memperluas pasar.
Antusiasme peserta menunjukkan bahwa transformasi digital tidak selalu memerlukan teknologi yang rumit. Pendampingan yang tepat menjadi kunci agar pelaku UMKM lebih percaya diri memanfaatkan layanan digital dalam mengembangkan usahanya.
Kolaborasi Kampus dan Masyarakat Dorong UMKM Naik Kelas
Penanggung jawab program kerja Digitalisasi Pemasaran Usaha UMKM Desa Sidorejo, Clarissa Laudyalova Gizza, mengatakan pendampingan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi pelaku usaha untuk lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Melalui Google Business Profile, kami berharap pelaku UMKM Desa Sidorejo dapat memperkenalkan usahanya kepada masyarakat yang lebih luas sehingga mampu meningkatkan daya saing dan memperluas peluang pemasaran,” ujarnya.
Program tersebut juga mendapat respons positif dari para pelaku usaha. Salah satunya, Ibu Retno, yang merasakan manfaat langsung setelah usahanya terdaftar di Google Business Profile.
“Sekarang pelanggan lebih mudah menemukan lokasi usaha saya melalui Google Maps. Semoga usaha saya semakin berkembang,” katanya.
Kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat ini diharapkan tidak berhenti pada proses pendampingan semata. Dengan kemampuan mengelola Google Business Profile secara mandiri, pelaku UMKM Desa Sidorejo diharapkan mampu memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pasar, meningkatkan kepercayaan pelanggan, serta memperkuat daya saing usaha di era ekonomi digital. (ern)














