Kanal24, Malang – Aktivitas di laboratorium selalu berhadapan dengan berbagai potensi risiko, mulai dari penggunaan bahan kimia hingga pengelolaan limbah. Karena itu, pemahaman mengenai keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan (K3L) menjadi bagian penting untuk memastikan setiap aktivitas berlangsung aman tanpa mengabaikan perlindungan terhadap lingkungan.
Penguatan pemahaman tersebut dibahas dalam workshop bertajuk “Peran PLP, Analisis & Laboran Dalam Membangun Budaya Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) di Laboratorium” pada Jumat, 7 Agustus 2026. Kegiatan berlangsung di Aula Gedung F Lantai 3 FPIK UB dan diikuti sekitar 50 hingga 60 peserta dari sejumlah fakultas di lingkungan Universitas Brawijaya.
Baca Juga:
DKIST UB Bangun Budaya Riset Kreatif Lewat LEGO Serious Play
Penguatan Pemahaman K3L
Ketua Pelaksana sekaligus Ketua PPLPI Satker Universitas Brawijaya, Mulyadi, ST, mengatakan kegiatan tersebut dilatarbelakangi kebutuhan peningkatan pengetahuan tenaga laboratorium mengenai keselamatan dan kesehatan kerja.
Menurutnya, pemahaman K3L menjadi bagian penting dalam mendukung kualitas pekerjaan di laboratorium. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membantu PLP, analis, maupun laboran memahami potensi bahaya sekaligus cara menjaga keselamatan ketika menjalankan aktivitas laboratorium.

“Ini berkenaan dengan kegiatan workshop K3L, yaitu untuk meningkatkan kualitas teman-teman dari laboratorium, di mana dari teman-teman semua memang butuh sekali pengetahuan bagaimana keselamatan dan kesehatan kerja untuk laboratorium masing-masing,” ujar Mulyadi.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 50 hingga 60 peserta yang berasal dari sejumlah fakultas. Peserta di antaranya berasal dari bidang Pertanian, MIPA, Kimia, Kedokteran, hingga Teknik.
Laboratorium dan Risiko Pekerjaan
Kepala Bagian Tata Usaha FPIK UB, Jaedi, S.P., M.M., menilai keselamatan harus menjadi bagian utama dalam setiap proses pekerjaan. Pemahaman K3L diperlukan untuk meminimalkan risiko akibat aktivitas yang dilakukan di lingkungan kerja.
Ia menekankan bahwa tenaga laboratorium perlu memahami berbagai aspek keselamatan, mulai dari penggunaan bahan kimia hingga kelistrikan. Pemahaman tersebut menjadi penting karena kesalahan kecil di laboratorium dapat menimbulkan dampak serius.

“Yang utamanya adalah kalau dia PLP harus memahami tentang K3L bahan kimia, K3L terkait dengan kelistrikan, K3L tentang yang lainnya yang berkenaan dengan proses-proses,” jelas Jaedi.
Workshop Berkelanjutan
Menurut Mulyadi, kegiatan peningkatan kapasitas seperti workshop K3L tidak berhenti pada satu agenda. Kegiatan serupa telah menjadi bagian dari upaya membangun silaturahmi sekaligus berbagi pengetahuan antartenaga laboratorium di lingkungan UB.
Pengembangan kegiatan juga dapat disesuaikan dengan karakteristik keilmuan setiap fakultas. Dengan demikian, materi yang diberikan dapat menjawab kebutuhan spesifik laboratorium masing-masing.
Membangun Lingkungan Kerja Aman
Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memahami konsep K3L, tetapi juga mampu menerapkannya dalam aktivitas sehari-hari. Keselamatan diri, lingkungan kerja, hingga dampak terhadap lingkungan menjadi bagian yang perlu diperhatikan secara bersama.
Mulyadi berharap seluruh tenaga laboratorium semakin memahami pentingnya K3L sehingga penerapannya dapat memberikan manfaat lebih luas.
“Harapan kami teman-teman di lab semuanya bisa paham dan mengerti tentang K3L, yang mana nanti untuk keselamatan diri kita dan lingkungan kita, dan juga keluarga kita,” pungkasnya. (ndr)














