Kanal24, Malang – Puluhan siswa sekolah dasar di Desa Ngoran, Kabupaten Blitar, mendapat ruang untuk belajar, membaca, sekaligus menunjukkan kreativitas mereka lewat Festival Literasi Anak. Bukan hanya lomba membaca dan mewarnai, kegiatan ini juga menghadirkan puisi, pentas seni, hingga karawitan yang membuat literasi terasa lebih dekat dengan keseharian anak.
Festival Literasi Anak digelar Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya (UB) Kelompok 64 di Gedung Kromontiko, Desa Ngoran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, pada 2–3 Agustus 2026. Kegiatan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapang (DPL) Endry Putra, S.I.Kom., M.I.Kom. tersebut merupakan kolaborasi MMD UB Kelompok 64 dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) dan Pemerintah Desa Ngoran.
Baca juga:
RAJA Brawijaya 2026 Hadirkan AI Assistant untuk Mahasiswa Baru
Puluhan Siswa Ikuti Lomba Literasi
Hari pertama Festival Literasi Anak, Sabtu (2/8), diisi dengan tiga cabang perlombaan yang diikuti sekitar 50 siswa dari SD Negeri Ngoran 1 dan SD Negeri Ngoran 2.

Siswa kelas IV hingga VI mengikuti lomba mengulas buku dan membaca puisi. Sementara itu, siswa kelas I hingga III mengikuti lomba mewarnai.
Perbedaan kategori tersebut membuat setiap peserta dapat mengikuti kegiatan sesuai kemampuan dan jenjang usianya. Melalui lomba mengulas buku, siswa dilatih memahami isi bacaan dan menyampaikannya kembali. Lomba membaca puisi menjadi ruang untuk mengekspresikan karya sastra, sedangkan lomba mewarnai memberikan kesempatan kepada siswa kelas awal untuk menuangkan kreativitas melalui gambar dan warna.
Kegiatan kemudian berlanjut pada malam puncak Festival Literasi Anak yang digelar Minggu (3/8) pukul 19.00 WIB di Gedung Kromontiko.
Pentas Seni hingga Karawitan Meriahkan Malam Puncak
Sekitar 140 orang hadir dalam malam puncak tersebut. Mereka berasal dari berbagai unsur, mulai dari Pemerintah Desa Ngoran, kepala desa, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD), perangkat desa, ketua RT dan RW, kepala dusun, guru sekolah dasar, peserta lomba, hingga orang tua dan wali murid.
Malam puncak diawali dengan penampilan pentas seni dari siswa sekolah dasar. Anak-anak yang sebelumnya mengikuti perlombaan mendapat kesempatan menunjukkan bakat dan kreativitas mereka di hadapan orang tua, guru, serta masyarakat.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan kesenian karawitan dari masyarakat Desa Ngoran. Kehadiran kesenian tradisional tersebut turut memberikan warna pada festival sekaligus mempertemukan kegiatan literasi anak dengan kesenian yang hidup di tengah masyarakat desa.
Setelah seluruh rangkaian pertunjukan, acara ditutup dengan awarding atau penyerahan penghargaan kepada para pemenang lomba. Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan prestasi peserta selama mengikuti Festival Literasi Anak.
MMD UB Dorong Budaya Literasi Berkelanjutan
Kegiatan ini juga menjadi ruang pertemuan antara mahasiswa, sekolah, pemerintah desa, orang tua, dan masyarakat dalam mendukung aktivitas anak-anak.
Kepala Desa Ngoran menyampaikan apresiasi kepada MMD UB Kelompok 64 atas berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan selama mahasiswa berada di Desa Ngoran. Menurutnya, kehadiran mahasiswa memberikan warna baru bagi masyarakat melalui program-program yang melibatkan berbagai kelompok, termasuk anak-anak.
“Tidak terasa adik-adik Mahasiswa MMD Universitas Brawijaya sudah hampir satu bulan berada di Desa Ngoran. Banyak kegiatan positif yang telah dilaksanakan bersama masyarakat. Semoga pengalaman selama berada di desa ini menjadi pembelajaran yang berharga, dan saya berharap seluruh mahasiswa diberikan kelancaran serta kesuksesan dalam menyelesaikan studi maupun mengabdikan diri kepada masyarakat di masa mendatang,” ujarnya.
Bagi peserta, Festival Literasi Anak tidak hanya menjadi ajang perlombaan. Mereka juga mendapatkan kesempatan untuk belajar, tampil, dan menunjukkan kemampuan di hadapan masyarakat.
Kegiatan tersebut turut menghasilkan dokumentasi dan publikasi melalui media sosial serta pemberian hadiah kepada para pemenang.
MMD UB Kelompok 64 berharap kegiatan yang telah digelar dapat menjadi bagian dari upaya menjaga minat baca dan kreativitas anak-anak di Desa Ngoran. Dukungan sekolah, pemerintah desa, orang tua, dan masyarakat menjadi bagian penting agar aktivitas literasi tidak berhenti setelah festival selesai.
Dengan rangkaian lomba, pentas seni, dan apresiasi kepada peserta, Festival Literasi Anak menjadi salah satu cara MMD UB Kelompok 64 memperkenalkan kegiatan literasi melalui pendekatan yang dekat dengan dunia anak sekaligus melibatkan masyarakat Desa Ngoran secara langsung. (ern)














