Kanal24, Malang – Menjadi mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) tidak hanya tentang menguasai teori dan kemampuan teknis. Sejak awal memasuki lingkungan kampus, mahasiswa baru diarahkan untuk membangun karakter, kedisiplinan, integritas, serta kesiapan menghadapi tantangan sebagai calon engineer yang mampu memberikan dampak bagi masyarakat.
Pesan tersebut menjadi bagian dari Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) FT UB yang digelar Jumat (14/8/2026) di selasar Gedung Dekanat FT UB. Mengusung tema “Excellent Engineer Forces Network Future”, kegiatan ini diikuti 1.496 mahasiswa baru dan menjadi tahap awal pengenalan kehidupan akademik sekaligus pembentukan karakter mahasiswa Teknik.
Baca Juga:
PKKMB FH UB Tanamkan Nilai Dharmawira bagi Mahasiswa Baru
FT UB Siapkan Engineer dengan Karakter dan Kompetensi
Wakil Dekan FT UB Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa, Ir. L Tri Wijaya N. Kusuma, ST., MT., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., mengatakan tema PKKMB tahun ini dirancang untuk membentuk mahasiswa Teknik yang tangguh, inovatif, berintegritas, dan mampu bersaing secara global.
Menurutnya, semangat tersebut tidak berhenti pada kegiatan PKKMB, tetapi akan diteruskan melalui rangkaian program mahasiswa baru seperti PK2, Krida Teknik hingga KKM. Seluruh rangkaian diarahkan untuk membentuk mahasiswa secara utuh, baik dari sisi kemampuan akademik maupun karakter.

“Harapannya adik-adik yang masuk di sini betul-betul menjadi manusia yang secara utuh. Artinya mempunyai mentalitas yang bagus, mentalnya sehat, berkarakter, kompeten, dan apa-apa yang dilakukan selama kegiatan kehidupan di kampus itu betul-betul berdampak kepada masyarakat,” ujarnya.
Tri menjelaskan, karakter yang dibangun meliputi etika, integritas, tanggung jawab, dan kepemimpinan. Sementara kompetensi mencakup kemampuan akademik dan keterampilan nonakademik yang perlu terus dikembangkan selama mahasiswa menjalani kehidupan di FT UB.
Kedisiplinan Jadi Awal Pembentukan Karakter Maba
Ketua Pelaksana unsur dosen PKKMABA FT UB, Ir. Endra Yuafanedi Arifianto, ST., MT., mengatakan pelaksanaan tahun ini mengalami sejumlah penyesuaian mengikuti perkembangan dan prioritas universitas. Salah satunya adalah penerapan SGJ dalam rangkaian pengenalan kehidupan kampus di Fakultas Teknik.
Pengenalan budaya akademik, kata Endra, dimulai dari pembiasaan sederhana seperti kedisiplinan. Mahasiswa baru dijadwalkan hadir sejak pukul 06.00 WIB, sementara panitia telah bersiap sejak pukul 05.30 WIB.

“Ini kelihatannya sepele, tapi sebenarnya ini adalah proses pendidikan karakter di Fakultas Teknik, di mana kedisiplinan menjadi sesuatu yang penting,” jelasnya.
Menurutnya, pembiasaan tersebut menjadi bekal bagi mahasiswa dalam menjalani perkuliahan, termasuk memenuhi jadwal, target, hingga tenggat akademik. Selain itu, mahasiswa juga diperkenalkan dengan unsur akademik dan kemahasiswaan yang nantinya akan diperkuat melalui rangkaian Krida Teknik.
Digitalisasi Presensi dan Perhatian pada Kesehatan Mental
Dengan jumlah peserta mencapai 1.496 mahasiswa, mobilisasi menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan PKKMB. Posisi FT UB yang bersebelahan dengan Jalan MT Haryono membuat panitia melakukan simulasi untuk memastikan arus masuk mahasiswa tidak mengganggu pengguna jalan.
Endra mengatakan proses mobilisasi pada pelaksanaan PKKMB tahun ini berjalan aman dan lancar. Panitia juga melakukan pembaruan dalam sistem presensi dengan memanfaatkan digitalisasi secara real time.
Sistem tersebut memungkinkan panitia memantau jumlah mahasiswa yang telah hadir maupun belum hadir berdasarkan departemen. Langkah ini menjadi perubahan dari sistem manual yang digunakan pada pelaksanaan sebelumnya.
Di sisi lain, FT UB juga menaruh perhatian terhadap proses adaptasi dan kesehatan mental mahasiswa baru. Tri mengatakan peran ULT KSP serta berbagai regulasi rektor diinternalisasi kepada dosen pembimbing akademik, BEM, himpunan, dan panitia.
Upaya tersebut dilakukan agar mahasiswa baru dapat beradaptasi dengan kultur Teknik sekaligus merasa aman dan nyaman selama menjalani kehidupan kampus.
“Jadi, adik-adik ini bisa lebih cepat adaptasi, bisa cepat blend dengan kultur Teknik. Sehingga harapannya adik-adik ke depan, apa pun tantangan yang akan dihadapi, tetap bisa survive dan hidup di Teknik,” katanya.
Endra menambahkan, mahasiswa baru FT UB diharapkan mampu menyelesaikan pendidikan tepat waktu sekaligus menghasilkan karya yang bermanfaat. “Harus tuntas, harus lulus tepat waktu, harus berkarya,” tegasnya.
Melalui PKKMB 2026, FT UB menempatkan masa awal perkuliahan sebagai fondasi untuk membangun engineer yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki karakter, integritas, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap masyarakat. (ndr)













