Kanal24, Malang – Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan (FAST) Universitas Brawijaya kini memiliki ruang baru untuk belajar dan berdiskusi di luar kelas. Taman yang berada di bagian depan fakultas tersebut dirancang bukan hanya sebagai pelengkap lingkungan, tetapi juga sebagai ruang terbuka untuk aktivitas akademik, diskusi, hingga kolaborasi mahasiswa dan dosen.
Taman FAST UB resmi diresmikan pada Jumat (14/08/2026) di lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan Universitas Brawijaya. Kehadirannya menjadi bagian dari pembaruan wajah fakultas setelah perubahan nama dari Fakultas Peternakan menjadi Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan, sekaligus membawa konsep pembangunan yang memperhatikan aspek keberlanjutan.
Baca juga:
FAST UB Perkuat Jejaring Industri Siapkan SDM Peternakan
Taman Disiapkan Jadi Ruang Belajar Terbuka
Dekan FAST UB, Prof. Dr. Ir. Muhammad Halim Natsir, S.Pt., MP., IPM., ASEAN Eng., mengatakan pembangunan taman berangkat dari kebutuhan menghadirkan ruang kerja dan belajar yang lebih terbuka di lingkungan fakultas.

Menurutnya, lingkungan pendidikan tidak hanya membutuhkan ruang kelas. Mahasiswa juga membutuhkan ruang yang memungkinkan mereka berdiskusi dan berinteraksi dalam suasana berbeda.
“Di dalam pendidikan kita perlu yang namanya juga tempat workspace dan itu juga menjadi bagian bagaimana kesehatan mental itu juga menjadi penting,” ujar Halim.
Karena itu, area yang sebelumnya hanya berupa tugu nama fakultas dikembangkan menjadi ruang terbuka yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas mahasiswa.
Halim berharap keberadaan ruang terbuka tersebut dapat membuat kegiatan diskusi menjadi lebih segar dan mendorong mahasiswa melahirkan gagasan maupun inovasi.
“Dengan workspace yang terbuka ini kami mengharapkan diskusi-diskusi semakin segar, inovasi-inovasi akan keluar,” katanya.
Konsep pembangunan taman juga memperhatikan aspek Sustainable Development Goals (SDGs). Salah satunya ditunjukkan melalui keberadaan biopori yang dibangun di area taman.
Tidak hanya mahasiswa, dosen juga diharapkan memanfaatkan fasilitas tersebut. Halim mendorong dosen pembimbing akademik untuk menggunakan taman sebagai ruang berdiskusi bersama mahasiswa.
Interaksi tersebut dinilai dapat membantu dosen mengetahui perkembangan mahasiswa, baik dalam aspek akademik maupun nonakademik.
Identitas Baru FAST UB Dimulai dari Halaman Depan
Ketua pelaksana, Irsad Jahfal Zhalifunnas, menjelaskan pembangunan taman tidak terlepas dari perubahan nama fakultas. Perubahan dari Fakultas Peternakan menjadi Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan kemudian diikuti dengan pembaruan tampilan lingkungan fakultas.
“Latar belakang dari taman ini adalah salah satu utamanya adalah pergantian dari nama Fakultas Peternakan menjadi Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan,” jelas Irsad.
Menurutnya, pembaruan lingkungan diharapkan memberikan warna baru bagi FAST UB. Kehadiran taman juga diharapkan memberikan pengalaman berbeda bagi mahasiswa lama maupun mahasiswa baru.
Taman tersebut dapat digunakan untuk berbagai kegiatan. Mulai dari belajar bersama, diskusi kelompok hingga rapat kepanitiaan.
Irsad menyebut mahasiswa dapat memanfaatkan ruang tersebut untuk membahas berbagai kegiatan organisasi maupun kepanitiaan.
“Fungsi mungkin bisa digunakan sebagai tempat berkelompok bersama maupun tempat belajar bersama, tempat rapat bersama,” ujarnya.
Taman tersebut pada dasarnya merupakan ruang terbuka yang dapat dimanfaatkan bersama. Namun, mahasiswa FAST UB menjadi pihak yang diutamakan dalam penggunaannya.
Wajah Terbuka FAST dan Rencana Pengembangan Fakultas
Bagi Halim, taman juga menjadi bagian dari wajah baru FAST UB. Area depan fakultas kini dibuat lebih terbuka sehingga identitas dan lingkungan fakultas dapat terlihat langsung dari jalan.
“Ini menjadi simbol bahwa fakultas FAST ini terbuka,” tutur Halim.
Keterbukaan tersebut tidak hanya ditunjukkan melalui perubahan fisik lingkungan fakultas. FAST UB juga ingin memperkuat hubungan dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk industri, perguruan tinggi, dan pemerintah.
Halim mengatakan kolaborasi menjadi bagian penting dalam pengembangan fakultas. Ia menyebut FAST UB selama ini telah terlibat dalam berbagai kebijakan nasional dan menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak.
Pengembangan lingkungan fakultas juga masih akan berlanjut. Halim menyebut pembangunan gedung laboratorium sentral di area belakang fakultas telah dimulai. Gedung tersebut direncanakan memiliki empat lantai dan ditargetkan selesai sekitar Maret atau April 2027.
Sementara itu, keberadaan taman di bagian depan menjadi salah satu fasilitas yang dapat langsung dimanfaatkan mahasiswa dan dosen.
Irsad berharap mahasiswa baru maupun mahasiswa lama ikut menjaga fasilitas tersebut setelah resmi digunakan. Menurutnya, kebersihan dan kerapian taman perlu menjadi tanggung jawab bersama agar ruang terbuka itu tetap nyaman digunakan.
Dengan fungsi sebagai ruang belajar, diskusi, dan pertemuan, taman FAST UB diharapkan tidak berhenti sebagai perubahan tampilan depan fakultas. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan lingkungan kampus yang lebih terbuka bagi interaksi mahasiswa dan dosen sekaligus mendukung aktivitas akademik di luar ruang kelas. (ern)














