Kanal24, Malang – Memenuhi kebutuhan gizi balita tidak cukup hanya dengan memastikan anak makan setiap hari. Orang tua juga menghadapi tantangan dalam menentukan jenis makanan, keberagaman asupan, serta porsi yang sesuai dengan kebutuhan anak. Pemahaman mengenai gizi seimbang menjadi semakin penting karena pola makan pada masa balita berperan dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Kebutuhan akan pemahaman tersebut mendorong mahasiswa Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya (UB) 2026 menghadirkan program SEHATI (Sehat dengan Isi Piringku) di Posyandu Melati 2, Desa Langlang, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 8 Juli 2026 tersebut diikuti sekitar 40 peserta dengan sasaran utama ibu yang memiliki balita. Program ini dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Rizky Fadilla Agustin Rangkuti, S.Pi., M.Si., dan didukung oleh pendanaan Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) Universitas Brawijaya.
Baca juga: Siswa Karangnongko Belajar Bahasa Inggris Bersama MMD UB

Program SEHATI menjadi bagian dari kegiatan edukasi yang dilaksanakan di beberapa Posyandu di Desa Langlang. Kegiatan ini dilakukan dengan memanfaatkan media edukasi yang dapat digunakan secara berkelanjutan oleh kader dan masyarakat.
Kenalkan Konsep Isi Piringku
Program SEHATI hadir untuk memberikan pemahaman mengenai Pedoman Isi Piringku melalui penyampaian materi secara interaktif dan pemasangan poster edukasi di Posyandu.
Kegiatan diawali dengan pembagian pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal peserta mengenai asupan gizi harian. Selanjutnya, mahasiswa memberikan sosialisasi mengenai konsep Isi Piringku, pentingnya konsumsi makanan beragam, pembagian porsi makanan yang tepat, serta peran buah, sayur, lauk pauk, dan makanan pokok dalam memenuhi kebutuhan gizi balita.
Edukasi disampaikan menggunakan poster yang dipasang secara permanen di Posyandu. Media tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar bagi masyarakat maupun kader Posyandu setelah program berakhir.
Baca juga: Hidroponik & Biopori: Inovasi MMD UB untuk Warga Wonorejo
Untuk meningkatkan partisipasi peserta, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Ibu balita diberikan kesempatan untuk berkonsultasi mengenai pola makan anak.
Di akhir kegiatan, peserta mengerjakan post-test sebagai bentuk evaluasi peningkatan pengetahuan setelah mengikuti sosialisasi. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, terlihat adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai konsep Isi Piringku dibandingkan sebelum kegiatan berlangsung.
Mahasiswa juga membagikan leaflet edukasi agar informasi yang diperoleh selama kegiatan dapat dipelajari kembali di rumah bersama anggota keluarga.
Melalui program SEHATI, pengetahuan ibu balita mengenai gizi seimbang diharapkan semakin meningkat dan dapat diterapkan dalam pola makan sehari-hari anak. Poster edukasi yang dipasang secara permanen di Posyandu juga diharapkan dapat terus dimanfaatkan sebagai media pembelajaran bagi kader dan masyarakat setempat.
Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa MMD UB dalam mendukung pencapaian SDGs Desa 2 tentang Desa Tanpa Kelaparan dan SDGs Desa 3 tentang Desa Sehat dan Sejahtera, khususnya melalui edukasi gizi dan upaya pencegahan masalah gizi pada balita. (nsy)














