Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Model E/D/C-RITA Edi Dorong Adopsi Inovasi Petani

Einid Shandy by Einid Shandy
September 24, 2026
in Pendidikan
0
Model E/D/C-RITA Edi Dorong Adopsi Inovasi Petani

Model E/D/C-RITA Edi Dorong Adopsi Inovasi Petani. (Yordan/UBTV)

2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Sebuah inovasi pertanian tidak otomatis diterapkan hanya karena petani telah mengetahui manfaatnya. Di antara pengetahuan dan keputusan untuk mengadopsi, terdapat proses panjang yang melibatkan pertimbangan, pengalaman, percobaan, hingga kesiapan petani menghadapi perubahan. Persoalan tersebut menjadi perhatian Prof. Ir. Edi Dwi Cahyono, M.Sc., Ph.D. melalui pengembangan model E/D/C-RITA dalam penyuluhan dan komunikasi pertanian.

Model ini dikembangkan dari pengalaman Edi selama hampir empat dekade mengamati proses adopsi inovasi di tingkat petani. Ia melihat petani bukan sekadar penerima informasi yang harus mengikuti rekomendasi, melainkan pengambil keputusan yang memiliki pertimbangan berdasarkan kebutuhan dan kondisi di lapangan. Pendekatan tersebut menjadi dasar untuk mendorong penyuluhan pertanian yang lebih partisipatif dan berorientasi pada kemandirian.

Baca Juga:
Tim 7 TEP UB Uji Rawai Bersama Nelayan Segun Papua

Adopsi Inovasi Bukan Sekadar Menerima

E/D/C-RITA dirancang untuk melihat adopsi inovasi sebagai sebuah proses, bukan sekadar hasil akhir antara menerima atau menolak. Dalam praktiknya, petani dapat melewati berbagai tahapan sebelum memutuskan menggunakan sebuah inovasi secara berkelanjutan.

Petani bisa terlebih dahulu mencoba dalam skala tertentu, melakukan eksperimen, berdiskusi, berkolaborasi, hingga menyesuaikan inovasi dengan kondisi yang mereka hadapi. Karena itu, keberhasilan penyuluhan tidak cukup diukur dari seberapa banyak petani mengetahui sebuah teknologi atau menyatakan ketertarikannya.

Menurut Edi, keputusan adopsi membutuhkan proses reflektif. Petani perlu memiliki kesempatan untuk menimbang manfaat, risiko, kebutuhan, serta kemungkinan penerapan inovasi dalam lingkungan mereka.

Model E/D/C-RITA kemudian memadukan pemikiran mengenai difusi inovasi, perilaku terencana, dan faktor struktural yang mendukung proses adopsi. Perpaduan tersebut digunakan untuk memahami keputusan petani secara lebih utuh, sekaligus melihat faktor yang dapat membantu inovasi diterapkan secara berkelanjutan.

Foto Bersama Pengukuhan Profesor UB. (Yordan/UBTV)

Penyuluh Berperan sebagai Katalis

Perubahan cara melihat petani juga berpengaruh terhadap posisi penyuluh. Dalam pendekatan yang dikembangkan Edi, penyuluh tidak hanya bertugas menyampaikan informasi atau meyakinkan petani agar mengikuti suatu rekomendasi.

Penyuluh justru diarahkan menjadi katalis yang membantu petani memahami pilihan, mempertimbangkan konsekuensi, dan membangun kemampuan mengambil keputusan. Dengan demikian, komunikasi tidak berhenti pada penyampaian pesan, tetapi menjadi bagian dari proses pembentukan kapasitas petani.

Gagasan tersebut dirangkum Edi melalui prinsip, “Jangan Dipaksa-Terpaksa-Terbiasa, Tetapi Diajak-Menimbang-Memandirikan.”

Prinsip itu menegaskan bahwa adopsi inovasi diharapkan lahir dari proses kesadaran dan pertimbangan, bukan karena tekanan. Ketika petani memiliki ruang untuk mencoba dan mengevaluasi, keputusan yang diambil diharapkan lebih sesuai dengan kebutuhan sekaligus memiliki peluang keberlanjutan yang lebih besar.

Pendekatan tersebut sekaligus mendorong perubahan paradigma penyuluhan dari pola yang cenderung persuasif menuju komunikasi yang lebih dialogis dan memberdayakan.

E/D/C-RITA Diperkuat Instrumen Pengukuran

E/D/C-RITA tidak hanya menawarkan perubahan cara pandang, tetapi juga diarahkan agar proses adopsi dapat diamati dan diukur secara lebih sistematis.

Dalam model tersebut terdapat unsur RITA yang terdiri dari reflective, integrated, dan threshold. Ketiga unsur ini menggambarkan pentingnya refleksi dalam mengambil keputusan, keterpaduan berbagai faktor yang memengaruhi adopsi, serta adanya ambang tertentu sebelum seseorang benar-benar memutuskan untuk mengadopsi inovasi.

Edi juga mengembangkan instrumen COAST yang terdiri dari 30 butir untuk membantu mengukur aspek-aspek dalam proses tersebut. Kehadiran instrumen ini memungkinkan proses penyuluhan tidak hanya dinilai dari hasil akhirnya, tetapi juga dari perjalanan petani menuju keputusan adopsi.

Pendekatan itu menjadi penting karena keberhasilan inovasi pertanian tidak hanya ditentukan oleh kualitas teknologi. Faktor komunikasi, pengalaman, lingkungan pendukung, serta kemampuan petani dalam mempertimbangkan pilihan turut memengaruhi keberlanjutan penerapan inovasi.

Melalui E/D/C-RITA, Edi menawarkan pendekatan penyuluhan yang menempatkan petani sebagai subjek utama dalam proses adopsi. Inovasi tidak sekadar diperkenalkan untuk diterima, tetapi dikomunikasikan agar dapat dipahami, dipertimbangkan, diuji, dan pada akhirnya dipilih secara mandiri.

Dengan demikian, model tersebut memperluas peran komunikasi pertanian dari sekadar menyampaikan informasi menjadi sarana membangun kemampuan petani dalam mengambil keputusan. Bagi Edi, proses inilah yang menjadi fondasi penting agar adopsi inovasi pertanian tidak berhenti pada penggunaan sesaat, tetapi dapat berkembang menjadi praktik yang berkelanjutan. (gal)

Post Views: 52
Tags: adopsi inovasiE/D/C-RITAEdi Dwi CahyonoFBiPK UBgalanginovasi pertanianKANAL24kanal24.co.idkomunikasi pertanianpenyuluhan pertanianuniversitas brawijaya
Previous Post

Hampir Setahun, Penghapusan Tunggakan BPJS Belum Rampung

Next Post

Prof Cleoputri Kembangkan Model Psikologi Lebur Duka Labur Rasa

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Next Post
Prof Cleoputri Kembangkan Model Psikologi Lebur Duka Labur Rasa

Prof Cleoputri Kembangkan Model Psikologi Lebur Duka Labur Rasa

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Prof Cleoputri Kembangkan Model Psikologi Lebur Duka Labur Rasa

Prof Cleoputri Kembangkan Model Psikologi Lebur Duka Labur Rasa

September 24, 2026
Model E/D/C-RITA Edi Dorong Adopsi Inovasi Petani

Model E/D/C-RITA Edi Dorong Adopsi Inovasi Petani

September 24, 2026
Hampir Setahun, Penghapusan Tunggakan BPJS Belum Rampung

Hampir Setahun, Penghapusan Tunggakan BPJS Belum Rampung

September 24, 2026
93 Bidan Baru UB Siap Layani Ibu dan Anak

93 Bidan Baru UB Siap Layani Ibu dan Anak

September 23, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025