Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Data Desil Bergeser, Pemda DIY Soroti Risiko Bansos Tak Tepat Sasaran

Einid Shandy by Einid Shandy
August 21, 2026
in Ekonomi, Nasional
0
Data Desil Bergeser, Pemda DIY Soroti Risiko Bansos Tak Tepat Sasaran

Ilustrasi Data Desil Bergeser, Pemda DIY Soroti Risiko Bansos Tak Tepat Sasaran (AI)

0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Yogyakarta – Perubahan data desil kesejahteraan masyarakat dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi perhatian Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY). Pergeseran kelompok masyarakat dalam pemeringkatan kesejahteraan dinilai perlu diverifikasi agar kebijakan bantuan sosial tetap menyasar warga yang benar-benar membutuhkan.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, mengatakan pihaknya menemukan adanya perubahan posisi sejumlah warga dalam data desil. Masyarakat yang sebelumnya berada pada kelompok desil rendah disebut mengalami pergeseran ke kelompok desil yang lebih tinggi.

“Jadi semuanya dinaikkan istilahnya itu di desil,” ujar Ni Made kepada wartawan di Yogyakarta, Rabu (19/8/2026), seperti dikutip dari sejumlah laporan media.

Baca juga:
Desil Itu Apa? Ini Alasan Kini Ramai Dibahas

Menurutnya, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena posisi dalam desil berkaitan dengan pemetaan kondisi kesejahteraan masyarakat dan dapat berpengaruh terhadap sasaran program bantuan.

Warga Desil Rendah Berisiko Kehilangan Hak

Ni Made menyebut masyarakat yang berada pada desil 1 hingga 5 masih menjadi kelompok yang perlu mendapatkan perhatian pemerintah. Sementara kelompok desil yang lebih tinggi dinilai memiliki tingkat kemandirian ekonomi yang relatif lebih baik.

Persoalan muncul ketika warga yang secara kondisi riil masih membutuhkan bantuan justru tercatat dalam kelompok desil yang lebih tinggi.

Pemda DIY sebelumnya juga menyampaikan kekhawatiran bahwa perubahan tersebut dapat membuat sebagian warga kehilangan akses terhadap bantuan yang semestinya mereka terima. Sejumlah warga yang sebelumnya masuk kelompok desil 1 hingga 4 disebut mengalami pergeseran ke desil 6 hingga 10.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri dalam memastikan program penanggulangan kemiskinan berjalan tepat sasaran.

Data Masih Bisa Diverifikasi

Meski demikian, Pemda DIY tidak sepenuhnya pasif menghadapi perubahan tersebut. Ni Made menyebut data desil masih dapat disesuaikan melalui proses verifikasi dan penyelarasan dengan kondisi riil masyarakat di lapangan.

Langkah tersebut menjadi penting karena kondisi sosial ekonomi masyarakat dapat berubah dan data administratif tidak selalu langsung menggambarkan keadaan terkini sebuah keluarga.

Pemda DIY selama ini juga menggunakan indikator kemiskinan untuk melihat kondisi masyarakat. Pendekatan tersebut berbeda dengan pemeringkatan desil yang digunakan pemerintah pusat dalam DTSEN.

Perbedaan basis tersebut membuat sinkronisasi data menjadi penting agar pemerintah daerah memiliki gambaran yang lebih utuh ketika menyusun intervensi penanggulangan kemiskinan.

Integrasi Data Jadi Kunci

Persoalan desil menunjukkan bahwa kualitas data menjadi bagian penting dalam kebijakan sosial. Data yang tidak akurat berisiko membuat program pemerintah tidak tepat sasaran, baik karena warga yang membutuhkan justru tidak menerima bantuan maupun karena bantuan diberikan kepada kelompok yang relatif lebih mampu.

Sebelumnya, Pemda DIY menyatakan terus memperkuat integrasi data agar program penanganan kemiskinan semakin tepat sasaran. Pada Maret 2026, angka kemiskinan DIY tercatat 9,70 persen, turun 0,38 poin dibandingkan September 2025 yang berada di angka 10,08 persen.

Capaian tersebut menunjukkan tren penurunan kemiskinan, tetapi persoalan akurasi data tetap menjadi pekerjaan penting pemerintah. Terlebih, kebijakan bantuan sosial membutuhkan pemetaan penerima yang mampu menggambarkan kondisi masyarakat secara aktual.

Bagi Pemda DIY, proses verifikasi dan penyelarasan data menjadi salah satu jalan untuk memastikan perubahan status desil tidak serta-merta membuat masyarakat yang masih membutuhkan perlindungan kehilangan akses terhadap program bantuan.

Dengan demikian, pembaruan DTSEN tidak hanya menjadi persoalan administrasi data, tetapi juga berkaitan langsung dengan bagaimana negara memastikan bantuan sosial dan program pengentasan kemiskinan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. (nid)

Post Views: 31
Tags: BansosBantuan sosialdata desildata kemiskinanDTSENKANAL24kanal24.co.idkemiskinan DIYPemda DIYuniversitas brawijaya
Previous Post

UB Kirim Logistik dan Tim Kesehatan untuk Korban Bencana NTT

Next Post

Mural Ikonik Malang Ditimpa, Aremania Langsung Bereaksi

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Next Post
Mural Ikonik Malang Ditimpa, Aremania Langsung Bereaksi

Mural Ikonik Malang Ditimpa, Aremania Langsung Bereaksi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Mural Ikonik Malang Ditimpa, Aremania Langsung Bereaksi

Mural Ikonik Malang Ditimpa, Aremania Langsung Bereaksi

August 21, 2026
Data Desil Bergeser, Pemda DIY Soroti Risiko Bansos Tak Tepat Sasaran

Data Desil Bergeser, Pemda DIY Soroti Risiko Bansos Tak Tepat Sasaran

August 21, 2026
UB Kirim Logistik dan Tim Kesehatan untuk Korban Bencana NTT

UB Kirim Logistik dan Tim Kesehatan untuk Korban Bencana NTT

August 21, 2026
MMD UB 20 Hidupkan Rumah Belajar Langlang, 39 Anak Terlibat

MMD UB 20 Hidupkan Rumah Belajar Langlang, 39 Anak Terlibat

August 21, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025