Kanal24, Jakarta – Pemerintah bersama otoritas sektor keuangan terus mematangkan rencana pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sektor keuangan di Bali yang diproyeksikan menjadi pusat keuangan internasional sekaligus motor inovasi produk dan layanan finansial nasional. Kawasan tersebut dinilai mampu memperkuat pendalaman pasar keuangan Indonesia sekaligus menarik aliran investasi global.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, menyebut financial center di Bali nantinya tidak hanya berfungsi sebagai pusat transaksi keuangan, tetapi juga menjadi ruang pengembangan berbagai instrumen dan layanan baru di sektor finansial.
Menurutnya, kawasan itu dapat membuka peluang implementasi berbagai inovasi keuangan yang selama ini masih terbatas di pasar domestik. Pemerintah ingin menghadirkan ekosistem keuangan yang lebih modern, kompetitif, dan terintegrasi dengan aktivitas ekonomi nasional maupun global.
Baca juga:
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen, HIPMI Bicara
Dorong Pendalaman Pasar Keuangan Nasional
Pembentukan KEK keuangan di Bali dipandang sebagai salah satu langkah strategis untuk mempercepat pendalaman pasar keuangan atau market deepening di Indonesia. Selama ini, struktur pasar keuangan nasional dinilai masih terbatas dan membutuhkan diversifikasi instrumen agar lebih kompetitif di tingkat internasional.
OJK menilai keberadaan pusat keuangan internasional di Bali dapat menjadi akselerator pertumbuhan sektor jasa keuangan, sekaligus memperbesar peluang masuknya modal asing ke Indonesia. Kawasan tersebut juga diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai hub keuangan regional di Asia Tenggara.
Selain itu, pemerintah bersama sejumlah kementerian dan lembaga tengah menyusun desain kawasan agar mampu bersaing dengan pusat keuangan global lainnya. Konsep pengembangannya disebut mengadopsi model financial center internasional yang telah sukses diterapkan di beberapa negara.
Jadi Ruang Uji Coba Produk Finansial Baru
KEK keuangan di Bali juga disiapkan sebagai pusat inovasi layanan keuangan modern. Kawasan ini nantinya diharapkan menjadi ruang piloting atau uji coba implementasi berbagai produk keuangan baru sebelum diterapkan secara luas di Indonesia.
OJK sendiri saat ini mulai memperluas pengembangan instrumen keuangan seperti bullion dan Exchange Traded Fund (ETF) emas yang dipandang memiliki potensi besar di pasar domestik. Produk-produk tersebut dinilai dapat meningkatkan variasi instrumen investasi sekaligus memperkuat ekosistem pasar modal nasional.
Pemerintah juga membuka peluang pengembangan regulasi yang lebih fleksibel guna mendukung arus investasi internasional dan menciptakan iklim bisnis yang lebih kompetitif di kawasan tersebut.
Target Jadi Magnet Investasi Global
KEK Kura-Kura Bali menjadi salah satu kawasan yang diproyeksikan mendukung pembentukan Indonesia Financial Center (IFC). Kawasan ini diharapkan mampu menjadi magnet investasi global dengan potensi nilai investasi yang besar dalam beberapa tahun ke depan.
Selain memperkuat sektor keuangan, pengembangan kawasan strategis di Bali juga diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan aktivitas bisnis internasional, serta penguatan stabilitas ekonomi jangka panjang.
Pemerintah optimistis keberadaan pusat keuangan internasional di Bali dapat membuka sumber pembiayaan baru yang lebih berkelanjutan dan memperkuat daya saing Indonesia di tengah dinamika ekonomi global.














