Kanal24, Malang – Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya memperkuat literasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) melalui kuliah umum bertajuk “NVIDIA Powers The World’s AI. And Yours” yang digelar di Gedung Auditorium & Entrepreneurship UB, Selasa (14/4/2026).
Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber, yakni Adrian Lesmono dari NVIDIA Indonesia, Anjas Maradita sebagai AI content creator dan developer, serta Prof. Wayan Firdaus Mahmudy dari AI Center UB. Sekitar 700 mahasiswa dari berbagai program studi vokasi turut mengikuti kegiatan tersebut.
Dekan Fakultas Vokasi UB, Mukhammad Kholid Mawardi, mengatakan kuliah umum ini menjadi langkah awal membuka kolaborasi strategis dengan industri teknologi global, khususnya NVIDIA.
“Kami mengundang NVIDIA sebagai perusahaan multinasional di bidang IT untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa, baik dari sisi teknikal maupun pemanfaatan AI dalam bisnis,” ujarnya.
Ia menyebut, ini merupakan kali pertama NVIDIA hadir di lingkungan UB, dan Fakultas Vokasi menjadi pintu awal kerja sama tersebut. Ke depan, kolaborasi tidak hanya berhenti pada kuliah umum, tetapi berpotensi berkembang ke pelatihan dan sertifikasi.
“Harapannya ada program lanjutan seperti pelatihan dan sertifikasi, tidak hanya di bidang IT, tetapi juga di sektor lain seperti perbankan, perhotelan, hingga entrepreneurship,” tambahnya.

AI Jadi Kebutuhan Lintas Bidang
Kholid menegaskan, pemanfaatan AI di lingkungan UB sudah didorong secara sistemik, baik dalam proses pembelajaran maupun pengembangan kurikulum. Namun, penggunaan teknologi ini tetap diarahkan secara bertanggung jawab.
“Sudah ada panduan dari universitas melalui AI Center agar mahasiswa tidak menggunakan AI secara membabi buta, tetapi sebagai alat bantu untuk meningkatkan kompetensi,” jelasnya.
Menurutnya, kontrol penggunaan AI juga dilakukan melalui pendekatan akademik dan pengembangan sistem di program studi terkait, terutama di bidang teknologi informasi.
Mahasiswa Vokasi Didorong Adaptif Teknologi
Ketua Pelaksana kegiatan, Dr. Sovia Rosalin, menambahkan bahwa kuliah umum ini merupakan bagian dari strategi link and match antara dunia pendidikan dan industri.
“Perkembangan teknologi, khususnya AI, sangat cepat. Sebagai institusi pencetak tenaga terampil, kami harus memastikan mahasiswa selaras dengan kebutuhan industri,” ujarnya.
Ia menilai kolaborasi dengan NVIDIA Indonesia dan mitra industri lainnya menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem pembelajaran yang lebih relevan.
“Ini baru tahap inisiasi. Ke depan akan ada pengembangan kerja sama, termasuk pelatihan dosen dan sertifikasi di bidang seperti deep learning,” katanya.
Sovia berharap mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna AI, tetapi juga mampu menciptakan inovasi berbasis teknologi.
“Mereka harus bisa berpikir kritis, kreatif, dan memanfaatkan AI sebagai alat untuk menghasilkan solusi,” pungkasnya. (Din/Wan)













