Kanal24, Malang – PT PLN (Persero) tancap gas mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM) impor melalui pengembangan energi baru terbarukan. Sebanyak 21 proyek besar berbasis tenaga surya disiapkan untuk memperkuat sistem kelistrikan nasional sekaligus menekan biaya energi yang selama ini masih bergantung pada sumber fosil.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang PLN dalam melakukan transformasi energi. Tak hanya soal efisiensi, program ini juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika harga energi global yang fluktuatif.
Akselerasi PLTS dan Teknologi Penyimpanan
PLN memastikan puluhan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), termasuk yang terintegrasi dengan Battery Energy Storage System (BESS), siap masuk tahap eksekusi mulai Semester I 2026. Proyek-proyek ini menjadi tulang punggung dalam upaya menggeser konsumsi energi dari BBM menuju sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa proyek-proyek tersebut telah matang secara perencanaan dan siap dijalankan dalam waktu dekat.
āDi semester 1 sudah ada 21 proyek PLTS dan juga PLTS + battery energy storage system yang sudah siap dieksekusi,ā ujarnya.
Baca juga:
Transformasi Transportasi Kunci Tekan Ketergantungan BBM Nasional
Menurutnya, pengembangan PLTS yang dikombinasikan dengan sistem penyimpanan energi akan menjadi solusi dalam menjaga stabilitas pasokan listrik, terutama di wilayah yang selama ini masih mengandalkan pembangkit berbasis diesel.
āIni masih akan ditambah dengan program-program spesifik menggunakan battery energy storage system dalam skala yang besar,ā lanjutnya.
Penghentian Ratusan PLTD di Seluruh Indonesia
Selain membangun pembangkit energi bersih, PLN juga tengah menyiapkan langkah besar berupa penghentian operasional pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) di ratusan lokasi. Tercatat ada 741 titik PLTD yang akan dihentikan operasinya secara bertahap.
Langkah ini mencakup pemensiunan lebih dari dua ribu mesin diesel yang selama ini menjadi tulang punggung listrik di sejumlah daerah, terutama wilayah terpencil. Kebijakan tersebut diambil untuk mengurangi konsumsi BBM yang selama ini masih bergantung pada impor.
āPLN sudah merencanakan mengurangi konsumsi BBM di sektor ketenagalistrikan pada 741 lokasi pembangkit listrik tenaga diesel,ā kata Darmawan.
Sebagai penggantinya, PLN menyiapkan pembangunan PLTS dalam skala besar serta dukungan sistem BESS guna memastikan pasokan listrik tetap stabil dan andal.
Dorong Efisiensi dan Kemandirian Energi
Transformasi yang dilakukan PLN tidak hanya berdampak pada aspek lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang signifikan. Dengan berkurangnya konsumsi BBM impor, biaya produksi listrik diharapkan bisa ditekan secara bertahap.
Darmawan menilai, langkah ini akan memberikan dampak positif terhadap ketahanan energi nasional sekaligus menurunkan beban biaya energi dalam jangka panjang.
āSehingga bukan hanya energy security bisa ditingkatkan, tetapi juga cost dari energy juga bisa lebih rendah,ā ujarnya.
Selain itu, pengembangan energi surya juga membuka peluang investasi baru di sektor energi hijau serta mempercepat pencapaian target penurunan emisi karbon Indonesia. Pemerataan pembangunan PLTS di berbagai wilayah menjadi kunci dalam memastikan akses listrik yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Dengan kombinasi pembangunan PLTS, integrasi sistem penyimpanan energi, serta penghentian PLTD, PLN menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong transisi energi nasional. Jika seluruh program berjalan sesuai rencana, Indonesia tidak hanya mampu mengurangi impor BBM, tetapi juga melangkah menuju sistem energi yang lebih mandiri, efisien, dan ramah lingkungan. (nid)














