Kanal24, Malang – Masa awal perkuliahan menjadi momentum penting bagi mahasiswa baru untuk tidak hanya mengenal lingkungan akademik, tetapi juga membangun karakter, mengembangkan kemampuan diri, serta memahami peran mereka sebagai bagian dari masyarakat. Karena itu, pengenalan karakter Brawijayan dan ruang pengembangan diri menjadi salah satu pesan yang ditekankan dalam penyambutan mahasiswa baru Universitas Brawijaya (UB).
Pesan tersebut disampaikan Wakil Rektor III UB, Dr. Setiawan Noerdajasakti, S.H., M.H., bersama panitia dosen Prof. Yuniar Ponco Pranoto, S.Si., M.Sc., Ph.D., dalam rangkaian Open House UB di Universitas Brawijaya, Sabtu (29/08/2026). Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa baru tidak hanya diajak menikmati rangkaian penyambutan, tetapi juga diarahkan untuk aktif dalam kegiatan kemahasiswaan dan mulai memahami nilai-nilai yang menjadi karakter Brawijayan.
Baca juga:
101 Dokter Baru FK UB Resmi Disumpah, Siap Mengabdi di Tengah Masyarakat
Bangun Kesan Positif di Awal Perkuliahan
Dr. Setiawan Noerdajasakti mengatakan Open House UB menjadi momentum untuk memberikan gambaran awal kepada mahasiswa baru mengenai kehidupan mereka selama menempuh pendidikan di UB. Menurutnya, masa studi yang akan dijalani selama kurang lebih empat tahun perlu diisi dengan pengalaman yang menyenangkan sekaligus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkembang.

“Tujuannya kepada para mahasiswa baru bahwa masa-masa kuliah selama mereka empat tahun ke depan studi di Universitas Brawijaya itu adalah masa yang penuh dengan kegembiraan,” ujarnya.
Menurut Setiawan, pengalaman mahasiswa selama berada di perguruan tinggi tidak seharusnya hanya berpusat pada kegiatan akademik. UB juga menyediakan berbagai kegiatan kemahasiswaan yang dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan di luar bidang akademik.
Keterlibatan dalam organisasi maupun kegiatan kemahasiswaan dinilai mampu membantu mahasiswa mengembangkan soft skill, seperti kemampuan bekerja sama, kepemimpinan, dan berorganisasi. Kemampuan tersebut diharapkan menjadi bekal ketika mahasiswa menyelesaikan studi dan terjun ke masyarakat.
Setiawan menyebut, di tingkat universitas terdapat 58 unit aktivitas kemahasiswaan. Jumlah tersebut belum termasuk berbagai organisasi dan lembaga kemahasiswaan yang berada di tingkat fakultas.
Karena itu, mahasiswa baru didorong untuk mengenali berbagai pilihan kegiatan yang tersedia dan memilih aktivitas sesuai minat serta potensi masing-masing.
Dorong Mahasiswa Aktif dan Berprestasi
Selain mengembangkan soft skill, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan kemahasiswaan juga diarahkan untuk menjaga keberlanjutan prestasi UB. Setiawan mendorong mahasiswa baru untuk aktif mengikuti berbagai UKM, baik yang bergerak di bidang seni, olahraga, keagamaan, maupun bidang lainnya.
Menurutnya, berbagai kegiatan tersebut dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mengikuti kompetisi di tingkat regional, nasional, hingga internasional.
UB juga telah melakukan upaya untuk menjaring mahasiswa baru yang memiliki rekam jejak prestasi sejak sekolah menengah. Setiawan mengatakan terdapat lebih dari 1.000 mahasiswa baru yang ketika mendaftar ke UB turut melampirkan prestasi yang diperoleh selama SMA.
Para mahasiswa tersebut kemudian diarahkan agar tidak berhenti berprestasi setelah memasuki perguruan tinggi. Pengalaman dan kemampuan yang telah dimiliki diharapkan dapat terus dikembangkan melalui kegiatan kemahasiswaan dan berbagai kompetisi.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Open House UB 2026, Muhammad Daffa Yasa, menjelaskan bahwa hari pertama kegiatan diisi dengan sejumlah agenda, mulai dari penampilan UKM hingga kehadiran tenant UKM dan UMKM.
Agenda utama pada hari pertama adalah selebrasi mahasiswa baru. Daffa mengatakan seluruh persiapan telah dilakukan, termasuk koordinasi, pengarahan peserta, hingga penyusunan formasi untuk memastikan pelaksanaan selebrasi berjalan sesuai rencana.

“Agenda utama pada hari pertama adalah selebrasi mahasiswa baru yang mana kita akan menyampaikan pesan kepada Indonesia dan dunia,” jelasnya.
Tanamkan Lima Karakter Brawijayan
Pesan penyambutan mahasiswa baru juga diperkuat melalui pengenalan lima karakter Brawijayan. Prof. Yuniar Ponco Pranoto menjelaskan bahwa karakter tersebut meliputi religius, humanis, berjiwa pelopor, pembaharu, dan unggul.
Pengenalan lima karakter tersebut diharapkan menjadi langkah awal agar mahasiswa baru mampu mengenali dirinya sekaligus lebih peka terhadap persoalan yang terjadi di lingkungan sekitar.
Yuniar mengatakan mahasiswa memiliki peran penting dalam merespons berbagai persoalan yang masih dihadapi Indonesia. Mulai dari lingkungan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga persoalan sosial membutuhkan kepedulian dan kontribusi generasi muda.
“Dengan berbekal karakter Brawijayan ini, kami berharap mereka bisa berkontribusi dalam mendukung cita-cita nasional,” tuturnya.
Kepedulian terhadap persoalan lingkungan juga menjadi salah satu perhatian yang ditekankan kepada mahasiswa baru. Yuniar berharap mahasiswa mulai memiliki kepekaan terhadap berbagai persoalan lingkungan dan mampu memberikan kontribusi sesuai kapasitas masing-masing.
Selain pesan tersebut, Open House UB juga menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk mengenal berbagai organisasi dan aktivitas kampus. Sekitar 248 tenda disiapkan dalam kegiatan tersebut, meskipun jumlahnya dapat bertambah karena terdapat tenda tambahan dari sponsor dan mitra.
Mayoritas tenant berasal dari UKM, kemudian fakultas, unit, direktorat, organisasi ekstrakampus, forum daerah, serta tenant F&B.
Antusiasme mahasiswa baru turut terlihat sepanjang pelaksanaan kegiatan. Salah satu mahasiswa baru, Adnan Al Ghazi Wahyono, mengaku menikmati rangkaian Open House UB sejak pagi. Ia menilai selebrasi menjadi salah satu pengalaman yang menarik, ditambah dengan berbagai tenant dan UKM yang hadir.
“Seru banget. Selebrasinya benar-benar keren banget kalau dilihat dari atas,” ungkapnya.
Melalui Open House UB 2026, mahasiswa baru diharapkan tidak berhenti pada tahap mengenal kehidupan kampus. Lebih dari itu, mereka diarahkan untuk aktif berkegiatan, mengembangkan soft skill, mempertahankan prestasi, serta membawa karakter Brawijayan sebagai bekal untuk berkontribusi bagi masyarakat dan Indonesia.(ffn)














