Kanal24, Malang – Raja Brawijaya 2026 hadir dengan wajah baru. Tak lagi sekadar menjadi agenda pengenalan kampus, orientasi mahasiswa baru Universitas Brawijaya (UB) tahun ini dirancang untuk membekali peserta menghadapi tantangan masa depan melalui isu-isu strategis seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), perspektif global, keberlanjutan (sustainability), hingga inklusivitas.
Konsep tersebut diperkenalkan dalam Podcast UBTV bersama Ketua Pelaksana Raja Brawijaya 2026, Muhamad Daffa Yasa Pratama, di Studio UBTV, Gedung Direktorat Universitas Brawijaya, Rabu (15/7/2026). Melalui pendekatan baru ini, Raja Brawijaya diharapkan menjadi langkah awal membentuk karakter mahasiswa yang adaptif terhadap perubahan dunia sekaligus siap menyongsong Indonesia Emas 2045.
Baca juga:
Mahasiswa UB Kembangkan Teknologi Deteksi Bakteri Lebih Cepat dengan AI
Raja Brawijaya Tak Lagi Sekadar Pengenalan Kampus
Daffa menjelaskan Raja Brawijaya merupakan agenda wajib bagi seluruh mahasiswa baru Universitas Brawijaya. Namun lebih dari sekadar memperkenalkan lingkungan kampus, kegiatan ini dirancang untuk membantu mahasiswa memahami identitas, tanggung jawab, dan perannya sebagai bagian dari sivitas akademika.\

Menurutnya, pengalaman pertama di kampus menjadi fondasi penting yang akan memengaruhi perjalanan mahasiswa selama menempuh pendidikan tinggi.
“Tujuan Raja Brawijaya adalah mengenalkan Universitas Brawijaya kepada mahasiswa baru agar mereka mengenal jati dirinya sebagai mahasiswa, mengenal kampusnya, dan mengetahui tanggung jawabnya sebagai mahasiswa,” ujarnya.
Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia mengusung tema “Gelora Brawijaya: Membentuk Generasi Transformatif yang Berkarakter, Inklusif, Berwawasan Global, dan Berkelanjutan untuk Indonesia 2045.”
Tema tersebut dipilih sebagai arah pembentukan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, wawasan internasional, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
AI hingga Sustainability Jadi Bekal Mahasiswa Baru
Salah satu pembaruan utama Raja Brawijaya 2026 adalah pengangkatan lima isu strategis yang dinilai relevan dengan tantangan dunia saat ini.
Kelima isu tersebut meliputi global perspective, inklusivitas, Society 5.0 yang mencakup digitalisasi dan kecerdasan buatan (AI), sustainability, serta wawasan kebangsaan dan bela negara.
Menurut Daffa, mahasiswa baru perlu memahami isu-isu tersebut sejak awal agar mampu mengikuti perkembangan zaman sekaligus berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat.
“Tahun ini kami mengangkat lima isu utama, yaitu global perspective, inklusivitas, Society 5.0, sustainability, serta wawasan kebangsaan dan bela negara,” katanya.
Ia menambahkan, panitia juga memadukan unsur teknologi dengan budaya dalam berbagai rangkaian kegiatan. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghadirkan pengalaman orientasi kampus yang lebih relevan bagi generasi muda tanpa meninggalkan nilai-nilai kebangsaan.
Ingin Tinggalkan Kesan Pertama yang Positif
Selain menghadirkan konsep baru, panitia juga memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh mahasiswa baru.
Koordinasi dilakukan secara intensif bersama berbagai pihak di lingkungan Universitas Brawijaya agar pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai rencana sekaligus menciptakan suasana yang ramah bagi seluruh peserta.
“Harapannya Raja Brawijaya tahun ini bisa menjadi wadah penerimaan mahasiswa baru yang inklusif dan ramah untuk semua sehingga menjadi first impression yang baik bagi mahasiswa baru,” ujar Daffa.
Melalui konsep yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tantangan global, Raja Brawijaya 2026 diharapkan tidak hanya menjadi gerbang awal kehidupan kampus, tetapi juga membentuk mahasiswa baru yang siap belajar, berkolaborasi, dan berkontribusi sebagai generasi Indonesia Emas 2045. (ern)













