Kanal24, Malang – Bagi sebagian mahasiswa, belajar psikologi dan pendidikan identik dengan ruang kuliah, buku teori, dan presentasi kelas. Namun pengalaman berbeda dirasakan belasan mahasiswa Universiti Malaya saat berada di Malang. Selama tiga hari, mereka diajak menyusuri ruang-ruang pemberdayaan masyarakat, berinteraksi dengan anak-anak, hingga mengunjungi layanan psikologi untuk melihat langsung bagaimana teori yang dipelajari di kampus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari Student Mobility Program hasil kolaborasi Departemen Psikologi Universitas Brawijaya (UB) dan Fakultas Pendidikan Universiti Malaya yang berlangsung pada 23ā25 Juni 2026. Kegiatan ini menghadirkan seminar, guest lecture, presentasi call for paper, hingga kunjungan lapangan sebagai upaya memperluas wawasan mahasiswa sekaligus memperkuat kerja sama akademik kedua perguruan tinggi.
Perluas Wawasan Mahasiswa Lewat Collaborative Learning
Dosen Psikologi UB, Yuliezar Perwira Dara, S.Psi., M.Psi., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan collaborative learning yang melibatkan dosen dan mahasiswa dari kedua kampus. Rangkaian kegiatan berlangsung pada 23 hingga 25 Juni 2026 melalui seminar, guest lecture, presentasi call for paper, serta kunjungan ke sejumlah mitra psikologi dan pendidikan di Malang.

“Student Mobility ini adalah kegiatan kolaborasi antara Departemen Psikologi di bawah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya dengan teman-teman dosen dari University of Malaya, spesifiknya dari Fakultas Pendidikan,” ujarnya.
Menurut Yuliezar, selain mendukung program internasionalisasi kampus, kegiatan tersebut juga bertujuan membuka cakrawala berpikir mahasiswa melalui pengalaman belajar lintas negara dan lintas budaya. Sebanyak empat dosen dan 14 mahasiswa dari Universiti Malaya turut ambil bagian dalam program ini.
Baca Juga :
Career Anxiety pada Mahasiswa Meningkat, Begini Cara Mengatasinya
Kunjungan Lapangan Jadi Pengalaman Berkesan
Ketua University Malaya Family Research and Development Center (UMFRDC), Prof. Madya Dr. Fonny Dameaty Hutagalung, mengaku memperoleh banyak pengalaman baru selama mengikuti kegiatan di Malang. Ia menilai seluruh rangkaian program memberikan manfaat bagi mahasiswa maupun dosen yang terlibat.

“Kesannya sangat positif. Alhamdulillah mahasiswa sangat suka, dosen-dosen juga banyak belajar daripada setiap tempat yang kami datangi dan juga setiap program seperti guest lecture dan masuk ke kelas-kelas tertentu,” kata Fonny.
Fonny juga menilai bahwa program ini mendukung para Mahasiswa dapat belajar secara fun learning dengan anak-anak secara langsung.
“Mahasiswa dapat belajar secara fun learning bersama anak-anak secara langsung. Ini merupakan pengalaman yang bermakna di mana Hanania menyediakan berbagai after school activity,” tutur Fonny.
Siapkan Kolaborasi Akademik Berkelanjutan
Sementara itu, Senior Lecturer Department of Educational Psychology and Counselling, Faculty of Education, Universiti Malaya, Dr. Amira Najiha Binti Yahya, menilai program tersebut memberikan pengalaman yang berkesan, serta dapat memahami perbedaan cara mengendalikan komunitas yang berbeda.

“Kalau menurut saya, semua pengalaman selama beberapa hari di sini sangat berkesan. Tetapi yang paling saya seronok adalah apabila ada peluang untuk melawat Klinik Hanania dan juga RBA. Dari sini saya dapat memahami perbedaan cara mengendalikan komuniti yang berbeza. Itu sangat bermanfaat dan mungkin perkara-perkara yang baik dapat dibawa pulang ke Malaysia, insyaallah,” pungkasnya.
Ia juga melihat peluang kerja sama lanjutan antara Universitas Brawijaya dan Universiti Malaya cukup terbuka, mulai dari seminar internasional hingga penelitian bersama. Senada dengan hal itu, Yuliezar berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat berkembang menjadi kerja sama yang lebih luas di bidang pengabdian masyarakat maupun riset pada masa mendatang. (ger)













