Kanal24, Malang – Universitas Brawijaya (UB) mematangkan persiapan pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 dengan memperkuat infrastruktur teknologi, sistem keamanan, hingga fasilitas ramah disabilitas.
Dalam briefing UTBK yang digelar di Auditorium Gedung FILKOM UB, Selasa (14/4/2026), pihak kampus memastikan kesiapan teknis telah disiapkan jauh hari untuk mengantisipasi gangguan selama ujian berlangsung.
Sekretaris Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik (DALA) UB, Arif Hidayat, menyebut UB menyiapkan total 1.540 unit komputer utama dan 167 unit cadangan.
āDari sisi perangkat, kita sudah siapkan 1.540 PC untuk ujian dan 167 PC cadangan,ā ujarnya.
Sistem Baru: Tanpa Harddisk, Minim Celah Kecurangan
Perubahan paling signifikan pada UTBK 2026 terletak pada sistem operasi yang digunakan.
Jika tahun sebelumnya masih menggunakan Windows, kini ujian dijalankan melalui sistem khusus berbasis flashdisk atau UTBK OS. Artinya, komputer tidak lagi mengandalkan harddisk internal.
Langkah ini dirancang untuk mempersempit celah kecurangan berbasis perangkat.
āPC ujian tidak lagi menggunakan harddisk, tetapi booting dari flashdisk yang sudah disiapkan panitia pusat,ā jelas Arif.
Selain itu, akses jaringan dan perangkat juga dikontrol ketat untuk mencegah intervensi dari luar selama ujian berlangsung.

Listrik dan Jaringan Jadi Fokus Antisipasi
UB juga mengantisipasi gangguan teknis yang kerap terjadi, terutama pemadaman listrik.
Untuk itu, kampus menyiapkan genset dengan sistem automatic switch yang memungkinkan perpindahan daya secara instan saat listrik utama padam. Server juga dilengkapi UPS untuk menjaga kestabilan sistem.
āKetika listrik mati, langsung berpindah ke genset,ā kata Arif.
Dari sisi jaringan, sistem dirancang berlapis untuk memastikan ujian tetap berjalan tanpa gangguan koneksi.
Fasilitas Inklusif untuk Peserta Disabilitas
UB juga menyediakan ruang khusus bagi peserta penyandang disabilitas, termasuk tunanetra, tunarungu, dan tunadaksa.
Fasilitas ini ditempatkan di lokasi yang aksesibel agar seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dalam mengikuti UTBK.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya kampus menghadirkan sistem seleksi yang lebih inklusif.
Target: Ujian Lancar, Minim Kecurangan
Wakil Rektor Bidang Akademik UB, Prof. Imam Santoso, menegaskan bahwa seluruh persiapan dilakukan untuk memastikan ujian berjalan lancar dan adil.
āPenyelenggaraan UTBK harus berjalan baik, lancar, fair, dan tanpa kecurangan,ā ujarnya.
Ia juga mengimbau calon peserta untuk mempersiapkan diri secara maksimal menjelang ujian yang dijadwalkan mulai 21 April 2026.
Standar Seleksi Kian Ketat
Penerapan sistem operasi khusus berbasis flashdisk dan penguatan pengamanan jaringan menandai peningkatan standar pelaksanaan UTBK tahun ini.
Perubahan ini dilakukan untuk memastikan proses seleksi masuk perguruan tinggi berlangsung lebih transparan, terkontrol, dan minim gangguan teknis.
Dengan kesiapan infrastruktur dan sistem yang diperkuat, UB menargetkan pelaksanaan UTBK 2026 dapat berjalan tanpa hambatan berarti serta memberikan pengalaman ujian yang kondusif bagi seluruh peserta. (Din/Ger)













