Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Produsen Tahu Tempe Putar Otak, Target Swasembada Kedelai Didorong

Einid Shandy by Einid Shandy
April 15, 2026
in Ekonomi
0
Produsen Tahu Tempe Putar Otak, Target Swasembada Kedelai Didorong

Produsen Tahu Tempe Putar Otak, Target Swasembada Kedelai Didorong (Freepik)

1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Tekanan harga kedelai impor kembali memaksa produsen tahu dan tempe di berbagai daerah memutar strategi agar tetap bertahan. Di tengah gejolak global yang memicu lonjakan harga bahan baku, pelaku usaha justru ikut mendorong langkah besar: percepatan swasembada kedelai nasional.

Kondisi ini bukan sekadar persoalan industri kecil, melainkan menyangkut rantai pangan nasional. Ketergantungan Indonesia terhadap kedelai impor dinilai menjadi akar persoalan yang berulang setiap kali harga global bergejolak.

Sejumlah produsen mengaku harus melakukan berbagai penyesuaian agar usaha tetap berjalan tanpa kehilangan konsumen. Mulai dari mengecilkan ukuran produk, mengatur ulang produksi, hingga menekan biaya operasional menjadi pilihan yang tak terhindarkan.

Baca juga:
Target Kampus Naik, BPU UB Masuk Mode Akselerasi

Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo), Tri Harjono, menyatakan pihaknya siap mendukung program swasembada kedelai yang tengah disiapkan pemerintah

Strategi Bertahan di Tengah Kenaikan Harga

Pelaku usaha tahu dan tempe menjadi salah satu sektor yang paling terdampak kenaikan harga kedelai. Dalam beberapa waktu terakhir, harga kedelai mengalami kenaikan signifikan seiring penguatan dolar AS dan ketidakpastian global.

Seorang produsen tempe mengungkapkan bahwa kenaikan harga bahan baku membuat pelaku usaha harus berpikir kreatif agar tidak menaikkan harga jual.

ā€œKami kan kebanyakan menjual ke ritel. Kalau kami naikin harga, akan susah dijual. Jadi harganya tetap sama, tapi gramasi atau beratnya kami turunin,ā€ ujarnya.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mempertahankan pelanggan. Namun, konsekuensinya margin keuntungan menjadi semakin tipis.

Selain kedelai, kenaikan harga bahan pendukung seperti plastik juga turut menambah beban produksi. Hal ini membuat biaya operasional semakin meningkat dan mempersempit ruang keuntungan pelaku usaha.

Produksi Disesuaikan, Tenaga Kerja Terdampak

Tak hanya ukuran produk yang berubah, sejumlah produsen juga melakukan efisiensi tenaga kerja. Beberapa pekerja terpaksa dirumahkan sementara untuk menjaga keberlangsungan usaha.

Seorang perajin mengaku harus mengambil langkah sulit demi mempertahankan usahanya.

ā€œSaya ingin menyelamatkan usaha yang sudah sejak lama saya rintis. Terpaksa dilakukan biar bisa terus produksi,ā€ katanya.

Penyesuaian produksi juga dilakukan dengan mengurangi volume output harian. Meski demikian, permintaan pasar terhadap tahu dan tempe relatif stabil karena kedua produk ini merupakan sumber protein terjangkau bagi masyarakat.

Di sisi lain, pemerintah memastikan ketersediaan stok kedelai masih dalam kondisi aman. Namun, fluktuasi harga tetap menjadi tantangan utama yang harus dihadapi pelaku usaha di lapangan.

Dorongan Kuat Menuju Swasembada Kedelai

Di tengah tekanan tersebut, para produsen mulai mendorong solusi jangka panjang, yakni swasembada kedelai. Ketergantungan impor dinilai membuat industri tahu dan tempe rentan terhadap gejolak global.

Dorongan ini sejalan dengan harapan agar pemerintah memperkuat produksi dalam negeri, baik melalui peningkatan luas tanam maupun produktivitas petani kedelai.

Para pelaku usaha berharap adanya kebijakan konkret yang mampu menstabilkan harga dan menjamin pasokan bahan baku. Tanpa langkah strategis, kondisi serupa dikhawatirkan akan terus berulang setiap tahun.

Selain itu, penguatan ekosistem industri dari hulu ke hilir juga dinilai penting. Mulai dari petani, distribusi, hingga industri pengolahan perlu terintegrasi agar Indonesia tidak lagi bergantung pada impor.

Dalam jangka panjang, swasembada kedelai diyakini tidak hanya akan melindungi pelaku usaha kecil, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan nasional. Upaya ini membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan petani agar dapat terwujud secara berkelanjutan.

Dengan berbagai tekanan yang ada, produsen tahu dan tempe kini tidak hanya berjuang untuk bertahan, tetapi juga menjadi bagian dari dorongan perubahan menuju kemandirian pangan Indonesia. (nid)

Post Views: 42
Tags: ekonomi nasionalharga bahan bakuindustri panganKANAL24kanal24.co.idkedelai imporswasembada kedelaitahu tempeUMKM Indonesiauniversitas brawijaya
Previous Post

Ekonomi Indonesia Tangguh, Tak Lagi Dibayangi Krisis 1998

Next Post

UTBK 2026: UB Siapkan 1.500 Lebih Komputer dan Sistem Anti-Curang

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Next Post
UTBK 2026: UB Siapkan 1.500 Lebih Komputer dan Sistem Anti-Curang

UTBK 2026: UB Siapkan 1.500 Lebih Komputer dan Sistem Anti-Curang

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
UTBK 2026: UB Siapkan 1.500 Lebih Komputer dan Sistem Anti-Curang

UTBK 2026: UB Siapkan 1.500 Lebih Komputer dan Sistem Anti-Curang

April 15, 2026
Produsen Tahu Tempe Putar Otak, Target Swasembada Kedelai Didorong

Produsen Tahu Tempe Putar Otak, Target Swasembada Kedelai Didorong

April 15, 2026
Ekonomi Indonesia Tangguh, Tak Lagi Dibayangi Krisis 1998

Ekonomi Indonesia Tangguh, Tak Lagi Dibayangi Krisis 1998

April 15, 2026
PLN Genjot 21 Proyek Surya, Target Pangkas Impor BBM

PLN Genjot 21 Proyek Surya, Target Pangkas Impor BBM

April 15, 2026

Popular Stories

  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkiniā€Ž
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025