Kanal24, Malang – Arus informasi digital yang datang tanpa henti kini menjadi tantangan baru bagi banyak orang. Notifikasi media sosial, grup percakapan, email, hingga video pendek yang terus bermunculan membuat otak sulit beristirahat dan fokus mudah terpecah. Kondisi ini memunculkan tren digital declutter atau merapikan aktivitas digital agar hidup lebih tenang dan produktif.
Fenomena banjir informasi tidak hanya memengaruhi produktivitas, tetapi juga kesehatan mental. Banyak orang merasa sibuk sepanjang hari, namun kesulitan menyelesaikan pekerjaan secara maksimal karena perhatian terus berpindah akibat distraksi digital.
Digital declutter menjadi salah satu solusi yang mulai banyak diterapkan, terutama oleh generasi muda dan pekerja digital. Konsep ini berfokus pada penyederhanaan penggunaan teknologi dengan mengurangi aplikasi yang tidak penting, membatasi notifikasi, hingga mengatur ulang kebiasaan konsumsi informasi.
Baca juga:
Kolaborasi UB–LYB Hadirkan Inovasi Daur Ulang Plastik
Langkah sederhana seperti mematikan notifikasi non-esensial dinilai efektif membantu otak bekerja lebih fokus. Selain itu, penggunaan metode seperti time blocking atau teknik Pomodoro juga membantu seseorang mengelola waktu kerja tanpa terus terganggu oleh ponsel dan media sosial.
Tidak sedikit orang kini mulai menerapkan digital detox dengan menentukan waktu khusus tanpa layar atau membatasi penggunaan media sosial beberapa jam dalam sehari. Cara ini membantu mengurangi stres, kecemasan, hingga rasa lelah akibat paparan informasi berlebihan.
Selain menjaga fokus, digital declutter juga membantu seseorang lebih sadar terhadap informasi yang dikonsumsi. Di tengah maraknya konten cepat dan algoritma media sosial, kemampuan menyaring informasi dinilai menjadi bagian penting dari literasi digital modern.
Pakar produktivitas digital juga menilai fokus bukan lagi sekadar kemampuan alami, melainkan kebiasaan yang harus dilatih secara konsisten. Mengatur ulang pola penggunaan teknologi dianggap menjadi langkah penting agar masyarakat tetap produktif tanpa kehilangan keseimbangan hidup di era digital.













