Kanal24, Malang – Pelaksanaan ibadah haji 2026 menuai banyak apresiasi dari para jamaah. Di tengah berbagai tantangan yang kerap menjadi sorotan setiap musim haji, tahun ini justru menghadirkan pengalaman yang dinilai lebih nyaman dan lancar. Mulai dari transportasi, pemondokan hingga konsumsi, sejumlah aspek layanan disebut mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Penilaian tersebut mengemuka dalam agenda Kepulangan dan Evaluasi Jamaah Haji KBIHU UB yang digelar di depan Gedung Rektorat Universitas Brawijaya, Kamis (4/6/2026). Kegiatan ini menghadirkan pembimbing dan jamaah haji untuk menyampaikan pengalaman serta evaluasi selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Baca Juga :
Oleh-oleh Haji itu Bernama Perubahan (Ishlah)
KBIHU UB Nilai Pelaksanaan Haji Meningkat Drastis
Pembimbing Ibadah Haji KBIHU UB, Dr. Akhmad Muwafik Saleh, S.Sos., M.Si., menyebut pelaksanaan haji tahun ini menunjukkan perbaikan yang sangat terasa dibandingkan musim-musim sebelumnya.

“Pada tahun ini pelaksanaan haji sudah sangat bagus dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Kalau tahun sebelumnya misalnya terkait persoalan transportasi, hari ini tidak ada masalah. Kemudian terkait pemondokan juga sudah sangat bagus, konsumsi juga sangat bagus bahkan berlebih,” ujarnya.
Menurut Muwafik, peningkatan kualitas layanan tersebut membuat pelaksanaan haji tahun ini layak mendapat nilai tinggi. “Kalau saya kasih nilai antara 0 sampai 10, ya lumayanlah di angka 8 sampai 9. Ini peningkatan yang luar biasa dengan kementerian yang baru,” katanya.
Ia juga menegaskan tidak ada kendala berarti yang mengganggu jalannya ibadah jamaah. “Alhamdulillah tidak ada kendala. Kalaupun ada persoalan-persoalan sedikit, itu adalah sebuah istilah yang sering saya sampaikan dalam tulisan-tulisan saya, yaitu jamuan Allah. Namun tidak ada kendala yang berarti dan pelaksanaannya sangat bagus,” tambahnya.
Jamaah Sempat Tersesat Karena Kendala Bahasa
Di balik pengalaman positif tersebut, jamaah haji KBIHU UB, Erna Anggraini Hutabarat, SH., M.Si., mengaku tetap menghadapi sejumlah tantangan selama berada di Arab Saudi. Salah satu yang paling dirasakan adalah hambatan komunikasi dengan petugas setempat.

“Salah satunya adalah kendala bahasa dengan askar-askar di sana. Ketika kita tidak mengetahui suatu tempat dan membutuhkan petunjuk, terkadang mereka juga tidak memahami ke mana harus mengarahkan kita. Itu menjadi salah satu kesulitan sehingga kami beberapa kali tersesat,” ungkapnya.
Meski demikian, Erna tetap bersyukur dapat menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah dengan baik. “Alhamdulillah sangat senang dan bersyukur bisa menjadi tamu Allah. Dengan perkembangan dan kemajuan pelayanan yang sangat besar pada tahun ini, pelaksanaannya terasa lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” tuturnya.
Persiapan Fisik dan Spiritual Jadi Kunci
KBIHU UB mengingatkan calon jamaah haji agar tidak hanya fokus pada persiapan administrasi, tetapi juga memperkuat kondisi fisik dan spiritual sebelum berangkat ke Tanah Suci.
“Persiapkan fisik karena aktivitas haji adalah aktivitas fisik. Tidak hanya fisik, tetapi juga persiapkan nilai spiritual. Jadi, persiapkan fisik sejak hari ini dan persiapkan ilmu manasik hajinya,” tegas Muwafik.
Sementara itu, Erna mengaku mendapatkan pelajaran berharga bahwa kemabruran haji tidak hanya diukur dari banyaknya ibadah yang dilakukan, tetapi juga dari kepedulian terhadap sesama. Membantu jamaah lain yang membutuhkan menjadi pengalaman yang paling membekas selama menjalankan ibadah haji tahun ini. (ger)













