Kanal24, Malang – Keberhasilan Fakultas Teknologi Pertanian dan Agroindustri Universitas Brawijaya (FTAB UB) meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) menjadikannya rujukan nasional dalam penerapan reformasi birokrasi. Prestasi tersebut menarik perhatian Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Hasanuddin (Unhas) yang melakukan studi tiru di Ruang Sidang Lantai 7 dan 8 FTAB UB, Jumat (26/6/2026).
Kunjungan ini tidak hanya membahas pembangunan Zona Integritas, tetapi juga tata kelola Senat Fakultas. Melalui agenda tersebut, kedua institusi berbagi praktik terbaik (best practice) dalam membangun pelayanan publik yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kepuasan pengguna.

Dekan FTAB UB, Prof. Yusuf Hendrawan, STP., M.App.Life.Sc., Ph.D., mengatakan kunjungan tersebut membawa dua agenda utama, yakni mempelajari tata kelola Senat Fakultas serta studi banding pembangunan Zona Integritas. Sebagai fakultas yang telah meraih predikat WBBM, FTAB UB memiliki tanggung jawab untuk mendampingi unit lain agar mampu mencapai predikat serupa.
“Hari ini kita menerima kunjungan dari Fakultas MIPA Universitas Hasanuddin dengan dua agenda, yaitu tata kelola senat fakultas dan studi banding Zona Integritas. Kami menyambut baik kunjungan ini karena salah satu tugas unit yang telah meraih predikat WBBM adalah mendampingi unit lain agar sukses memperoleh predikat WBK maupun WBBM,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, FTAB UB memaparkan berbagai standar, strategi, dan inovasi pelayanan yang menjadi kunci keberhasilannya meraih predikat WBBM. Sejumlah inovasi tersebut bahkan telah direplikasi oleh unit kerja lain di lingkungan Universitas Brawijaya.
Menurut Yusuf, implementasi Zona Integritas telah membawa perubahan nyata terhadap tata kelola fakultas, mulai dari percepatan layanan administrasi hingga terbentuknya budaya kerja yang semakin profesional dan berintegritas.
“Semenjak mendapatkan WBK, tata kelola fakultas menjadi lebih baik, lebih cepat, dan lebih efisien. Setelah meraih WBBM, budaya kerja profesional dan berintegritas semakin terasa sehingga setiap pekerjaan dapat memberikan hasil yang maksimal,” jelasnya.
Ke depan, FTAB UB berkomitmen memperluas pendampingan kepada fakultas lain, baik di lingkungan Universitas Brawijaya maupun perguruan tinggi di berbagai daerah. Menurutnya, penyebarluasan praktik baik tersebut akan memperkuat jejaring antarinstitusi sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik di sektor pendidikan tinggi.
“Harapannya kami bisa memperluas informasi tentang WBBM ke seluruh fakultas di Indonesia. Selain memperkuat jejaring antarinstitusi, status WBBM juga diharapkan mendorong setiap unit bekerja lebih profesional,” katanya.

Sementara itu, Dekan FMIPA Unhas, Dr. Sci. Muhammad Zakir, M.Si., menjelaskan FTAB UB dipilih sebagai tujuan studi tiru karena telah berhasil meraih predikat WBBM, level tertinggi dalam pembangunan Zona Integritas. Saat ini FMIPA Unhas tengah mempersiapkan diri untuk memperoleh predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) sehingga membutuhkan referensi dari institusi yang telah lebih dulu berhasil.
“FTAB sudah memperoleh predikat ZI WBBM yang merupakan tingkatan tertinggi dalam Zona Integritas. Sementara kami baru akan diusulkan untuk meraih WBK, sehingga perlu melakukan studi tiru. Dari yang kami lihat, sistem pelayanannya sudah tertata dengan sangat baik,” ujarnya.
Menurut Zakir, keberhasilan pembangunan Zona Integritas tidak hanya diukur dari kelengkapan administrasi, tetapi juga perubahan budaya pelayanan di lingkungan kampus. Salah satu indikator yang ingin diwujudkan adalah percepatan layanan administrasi bagi mahasiswa.
“Program Zona Integritas bukan sekadar dokumen, tetapi budaya dalam melayani pelanggan, yaitu mahasiswa. Misalnya, pengurusan surat yang sebelumnya memakan waktu satu minggu ingin kami percepat menjadi satu hari,” jelasnya.
Ia mengakui tantangan terbesar yang dihadapi FMIPA Unhas saat ini adalah membangun pemahaman seluruh tenaga kependidikan bahwa Zona Integritas merupakan budaya kerja, bukan sekadar pemenuhan administrasi. Meski demikian, pihaknya optimistis target meraih predikat WBK pada evaluasi Oktober mendatang dapat tercapai.
“Target kami adalah memperoleh predikat ZI WBK. Nanti Oktober akan menjadi jawabannya, tetapi sepulang dari UB kami semakin optimistis dan bersemangat,” pungkasnya. (qrn)














