Kanal24, Malang – Komitmen Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya dalam membangun kampus yang ramah lingkungan mulai menunjukkan hasil. Berbagai upaya yang dijalankan fakultas tersebut mendapat penilaian positif dalam implementasi Smart Green Campus, ditandai dengan peningkatan capaian dibandingkan evaluasi sebelumnya.
Peningkatan tersebut terungkap dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Smart Green Campus yang digelar di Ruang Rapat Lantai 7 FTAB UB, Kamis (3/7/2026). Berdasarkan hasil evaluasi sementara, capaian FTAB meningkat dari sekitar 68 menjadi 70,8, mencerminkan komitmen fakultas dalam menjalankan berbagai program keberlanjutan yang mendukung Sustainable Development Goals (SDGs)
Baca Juga:
6 Dosen FTAB UB Lolos Seleksi Ketat Tim Ekspedisi Patriot 2026 Untuk Transmigrasi Indonesia
Komitmen FTAB Dinilai Semakin Baik
Asesor Tim Monitoring dan Evaluasi Smart Green Campus UB, Prof. Dr. Sukarmi, S.H., M.Hum., mengatakan peningkatan nilai tersebut menunjukkan bahwa berbagai program yang dijalankan FTAB telah memberikan hasil yang positif.

“Tadi kita sudah melihat bersama bahwa dari capaian yang diklaim pada bulan Mei dengan nilai sekitar 68, kini meningkat menjadi sekitar 70,8. Artinya, apa yang telah dilakukan oleh FTAB menunjukkan komitmen yang sangat baik dalam mendukung implementasi program SDGs dan Green Campus,” ujarnya.
Menurutnya, monitoring dilakukan untuk mengukur implementasi Smart Green Campus di seluruh fakultas melalui lima indikator utama, yaitu pengelolaan limbah, pengelolaan air, energi, infrastruktur, dan transportasi.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa hasil tersebut masih merupakan evaluasi sementara karena proses monitoring masih berlangsung di seluruh fakultas.
“Karena saat ini masih dalam tahap monitoring dan evaluasi, tentu target akhirnya belum dapat dinilai sepenuhnya. Nanti pada laporan akhir akan terlihat apakah seluruh indikator yang menjadi penilaian telah terpenuhi hingga 100 persen,” jelasnya.
Program FTAB Mengarah pada Zero Waste
Prof. Sukarmi menilai berbagai aktivitas yang dijalankan FTAB telah berada pada jalur yang sesuai dengan tujuan Smart Green Campus. Menurutnya, implementasi program yang dilakukan fakultas telah mengarah pada upaya menciptakan lingkungan kampus yang lebih ramah lingkungan.

“Untuk saat ini saya melihat target yang telah ditetapkan sudah tercapai dalam persentase yang cukup baik. Seluruh aktivitas yang dilakukan juga sudah mengarah pada tujuan utama, yaitu mewujudkan zero waste, dan itu merupakan capaian yang sangat baik,” katanya.
Green Campus Harus Berkelanjutan
Lebih lanjut, Prof. Sukarmi berharap implementasi Green Campus tidak berhenti pada proses monitoring maupun penilaian semata. Ia menekankan bahwa budaya peduli lingkungan harus terus diterapkan secara konsisten oleh seluruh sivitas akademika Universitas Brawijaya.
“Harapannya, program ini tidak hanya dijalankan karena adanya monitoring, evaluasi, atau penghargaan dari rektor. Lebih dari itu, Green Campus harus menjadi program yang dilaksanakan secara berkelanjutan (sustainable),” pungkasnya.
Melalui hasil monitoring sementara tersebut, FTAB dinilai telah menunjukkan arah yang positif dalam implementasi Smart Green Campus. Meski penilaian akhir masih menunggu seluruh rangkaian evaluasi selesai, Tim Asesor berharap berbagai inovasi dan program yang telah berjalan terus dikembangkan secara konsisten sehingga budaya kampus hijau tidak hanya menjadi target penilaian, tetapi menjadi komitmen jangka panjang dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Universitas Brawijaya. (ndr)













