Kanal24, Malang – Membaca bagi anak tidak harus selalu berlangsung dalam suasana yang serius. Ketika buku dipertemukan dengan cerita, gambar, permainan, dan ruang untuk berekspresi, kegiatan literasi dapat menjadi pengalaman yang lebih dekat dengan keseharian anak.
Pendekatan tersebut dihadirkan mahasiswa Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Kelompok 20 Universitas Brawijaya melalui Program Pojok Kreasi di Desa Karangnongko, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Program ini menghadirkan ruang bagi anak-anak untuk membaca sekaligus berdiskusi dan mengekspresikan ide melalui berbagai aktivitas kreatif.
Program Pojok Kreasi dilaksanakan di Posko MMD Dusun Nongkosewu dengan melibatkan anak-anak di lingkungan sekitar posko.
Baca juga: Mahasiswa MMD UB Bantu Branding UMKM Desa Langlang melalui Video Kreatif
Program tersebut dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ns. Tony Suharsono, S.Kep., M.Kep., serta didukung pendanannya oleh Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) Universitas Brawijaya.
Pojok Kreasi dirancang tidak hanya sebagai kegiatan membaca. Anak-anak juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan mengekspresikan ide melalui berbagai aktivitas kreatif.
Membaca Sambil Berkreasi
Kegiatan diawali dengan membaca buku cerita. Anak-anak yang belum mampu membaca secara mandiri dibantu mahasiswa melalui sesi membaca bersama. Sementara itu, peserta yang sudah dapat membaca diberikan kesempatan untuk membaca buku secara langsung.

Setelah membaca, anak-anak diajak berdiskusi mengenai isi cerita, tokoh, serta pesan yang terkandung di dalamnya. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak didorong untuk lebih aktif memahami cerita dan menyampaikan pendapat mereka.
Baca juga: UMKM Langlang Masuk Google Maps, Mahasiswa MMD UB Buka Jalan ke Konsumen Digital
Selain membaca, anak-anak juga dapat mengikuti berbagai aktivitas seperti menggambar, menulis, dan kegiatan lainnya. Pendekatan tersebut dilakukan untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan sekaligus menumbuhkan ketertarikan anak terhadap kegiatan literasi.
Pelaksanaan Program Pojok Kreasi merupakan hasil penyesuaian dari rencana awal yang telah disusun berdasarkan kondisi lapangan. Dengan memanfaatkan fasilitas yang tersedia di Posko MMD Dusun Nongkosewu, kegiatan dapat berlangsung secara fleksibel dan memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk belajar sambil bermain dalam suasana yang nyaman.
Antusiasme Kegiatan yang Memuncak
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Anak-anak aktif mengikuti sesi yang diberikan serta berpartisipasi dalam berbagai aktivitas lainnya.
Kehadiran Program Pojok Kreasi diharapkan dapat menjadi alternatif kegiatan edukatif bagi anak-anak sekaligus mendorong tumbuhnya kebiasaan membaca sejak dini.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, koleksi buku yang digunakan selama kegiatan diserahkan kepada Omah Singgah di Dusun Paras agar dapat dimanfaatkan kembali oleh anak-anak dan masyarakat setempat.
Penyerahan tersebut diharapkan dapat menambah sumber bacaan yang tersedia serta mendukung keberlangsungan kegiatan literasi di Desa Karangnongko.
Melalui Program Pojok Kreasi, mahasiswa MMD Universitas Brawijaya berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung penguatan literasi anak yang sejalan dengan upaya mewujudkan pendidikan berkualitas yang tercantum dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 4. (nsy)














