Kanal24, Malang – Transformasi ekonomi global tidak hanya menghadirkan peluang melalui perkembangan teknologi, tetapi juga memunculkan tantangan baru. Penerimaan masyarakat terhadap teknologi energi dan kesiapan menghadapi digitalisasi menjadi bagian penting dalam menentukan arah perubahan ekonomi.
Dua isu tersebut menjadi sorotan dalam The 5th Brawijaya Economics and Finance International Conference (BEFIC) 2026 yang digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB), Kamis (17/9/2026). Bertempat di Aula Gedung Pascasarjana lantai 7 FEB UB, konferensi menghadirkan Prof. Isamu Okada dari Nagoya University, Jepang, dan Prof. Christopher Gan dari Lincoln University, Selandia Baru.
Okada Soroti Penerimaan Sosial Teknologi Energi
Prof. Isamu Okada membahas penerimaan sosial dalam proses transisi energi. Salah satu kajian yang dipresentasikan berkaitan dengan carbon capture and storage (CCS), teknologi yang digunakan untuk menangkap karbon dioksida (CO2) dari proses industri dan menyimpannya di bawah tanah.
Menurut Okada, pengembangan teknologi tersebut tidak cukup hanya mempertimbangkan aspek teknis. Penerimaan masyarakat juga menjadi faktor penting, terutama karena teknologi CCS berkaitan dengan penyimpanan CO2 dan potensi risiko dalam jangka panjang.

“Jadi apa yang saya presentasikan sangat penting untuk menilai tingkat penerimaan dari teknologi baru tersebut, khususnya dalam kasus Malaysia yang memiliki proyek percontohan terdepan dalam kerja sama dengan Jepang,” ujar Okada.
Kajian tersebut mengambil konteks Malaysia yang memiliki proyek percontohan CCS melalui kerja sama dengan Jepang. Menurut Okada, kondisi tersebut menjadi ruang untuk melihat bagaimana masyarakat merespons teknologi baru dalam agenda transisi energi.
Transformasi Digital Butuh Ketahanan dan Tata Kelola
Sementara itu, Prof. Christopher Gan membahas transformasi digital sebagai bagian penting dari perkembangan ekonomi global. Ia menyoroti tiga aspek utama, yakni ketahanan, etika, dan tata kelola.

“Saya mempresentasikan tentang transformasi digital tentang bagaimana kita mencoba bernegosiasi melaluinya karena transformasi digital saat ini adalah apa yang kita sebut sebagai fase penting dari ekonomi global kita dan melihat tiga tema: ketahanan, etika, dan tata kelola,” jelas Gan.
Menurut Gan, transformasi digital perlu dipahami secara menyeluruh karena dampaknya tidak terbatas pada perkembangan teknologi. Digitalisasi juga berkaitan dengan pertumbuhan dan stabilitas ekonomi suatu negara.
Karena itu, mahasiswa perlu melihat transformasi digital secara holistik. Perubahan tersebut dapat memengaruhi berbagai sektor, termasuk keuangan, akuntansi, dan ekonomi.
Dorong Riset dan Perspektif Baru Mahasiswa
Gan berharap pembahasan mengenai transformasi digital dapat mendorong lebih banyak penelitian. Ia juga ingin mahasiswa mulai mengkaji bagaimana perkembangan teknologi berdampak terhadap pertumbuhan dan stabilitas negara.
“Saya berharap setelah acara ini akan ada lebih banyak penelitian yang dilakukan di bidang ini dan ini akan menginspirasi mahasiswa untuk mulai berpikir tentang bagaimana transformasi digital ini akan berdampak pada pertumbuhan negara kita, stabilitas negara kita,” ungkap Gan.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk mulai memperhatikan bidang seperti financial technology, akuntansi digital, dan ekonomi digital. Menurutnya, transformasi digital dan keuangan digital akan terus menjadi bagian dari perkembangan ekonomi.
Sementara itu, Okada menekankan pentingnya melanjutkan hasil diskusi melalui publikasi. Publikasi dinilai dapat memperluas penyebaran pengetahuan sekaligus menjangkau pihak yang tidak dapat mengikuti konferensi secara langsung.
“Jadi penyebaran pengetahuan, berbagi, dan memperluas jaringan lebih jauh, saya pikir itu sangat krusial, dan publikasi tertulis jenis apa pun adalah tujuan berikutnya,” kata Okada.
Pembahasan para akademisi tersebut memperlihatkan bahwa transformasi ekonomi membutuhkan lebih dari sekadar inovasi teknologi. Penerimaan sosial, etika, tata kelola, riset, dan pengembangan kapasitas mahasiswa turut menjadi bagian dalam menghadapi perubahan ekonomi global. (ndr)















Comments 2