Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

UB dan AKDI Satukan Kekuatan, Bangun Sentra Bibit Durian untuk Pasar Internasional

Dinia by Dinia
June 2, 2026
in Pendidikan, Riset Inovasi
0
UB dan AKDI Satukan Kekuatan, Bangun Sentra Bibit Durian untuk Pasar Internasional

Kunjungan lapangan KKD UB ke sejumlah sentra durian unggulan di Jawa Barat

5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Permintaan durian premium di pasar internasional terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Namun di tengah besarnya peluang tersebut, Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan mendasar, mulai dari kualitas bibit yang belum seragam, produktivitas tanaman yang beragam, hingga konsistensi mutu buah yang menjadi syarat utama untuk bersaing di pasar global.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, Kelompok Kajian Durian (KKD) Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan Universitas Brawijaya (FBiPK UB) memperkuat langkah kolaborasi dengan Asosiasi Kebun Durian Indonesia (AKDI) melalui kunjungan lapangan ke sejumlah sentra durian unggulan di Jawa Barat. Kegiatan yang berlangsung pada 22–25 Mei 2026 itu menjadi bagian dari upaya mempercepat hilirisasi riset, memperkuat kerja sama Tri Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus merumuskan strategi pengembangan durian unggul Indonesia yang mampu bersaing di pasar internasional.

Baca juga : Wujudkan Durian Komoditas Primadona Nasional, FP UB Luncurkan Kelompok Kajian Durian Nusantara

Tim KKD FP UB yang terlibat dalam kunjungan tersebut terdiri atas Prof. Dr. Ir. Didik Hariyono, SU., Adi Setiawan, S.P., M.P., Ph.D., Arif Delviawan, S.Hut., M.Agr., Ph.D., Andi Kurniawan, S.P., M.P., Ph.D., Dr. Nur Azizah, S.P., M.P., dan Dr. Yulia Amirul Fata, S.T., M.Si. Mereka melakukan observasi langsung di RB Farm Subang serta Vigano Farm dan Gadog Farm Bogor yang dikenal sebagai sentra budidaya durian unggulan.

Di lapangan, tim menemukan bahwa kualitas durian sangat dipengaruhi kombinasi faktor genetik dan lingkungan. Meski masing-masing kebun memiliki karakteristik berbeda, terdapat sejumlah persoalan yang relatif sama, yakni kualitas bibit, manajemen pembungaan, serta konsistensi mutu buah yang dihasilkan. Varietas yang banyak dibudidayakan di lokasi tersebut antara lain Bawor, Musang King, dan Black Thorn.

Sinergi Tim KKD FBiPK UB dan AKDI (Ist.)

Ketua Kelompok Kajian Durian, Prof. Dr. Ir. Didik Hariyono, SU., menegaskan bahwa pengembangan komoditas durian tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan sinergi antara perguruan tinggi, peneliti, pelaku usaha, petani, hingga pemerintah agar inovasi yang dihasilkan mampu menjawab kebutuhan industri sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Menurutnya, kolaborasi semacam ini menjadi jembatan penting antara hasil riset di kampus dengan kebutuhan nyata di lapangan.

Kunjungan tersebut juga menjadi ruang diskusi untuk mengidentifikasi tantangan pengembangan durian nasional, mulai dari teknik budidaya, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, hingga strategi peningkatan kualitas buah. Berbagai temuan lapangan nantinya akan dirumuskan menjadi rekomendasi teknis yang dapat mendukung pengembangan sektor hortikultura nasional.

Menyiapkan Brand Durian Nusantara

Salah satu hasil penting dari rangkaian kegiatan tersebut adalah menguatnya komitmen AKDI dalam mendukung pengembangan sentra kebun bibit durian di lingkungan FBiPK UB. Gagasan tersebut diharapkan menjadi fondasi lahirnya varietas durian unggul Nusantara yang memiliki identitas kuat dan mampu menjadi brand baru Indonesia di pasar global.

Ketua AKDI, Irjen Pol. (Purn.) Condro Kirono, menilai penerapan Good Agricultural Practices (GAP) menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya saing durian Indonesia. Standarisasi budidaya dinilai menjadi kunci agar kualitas buah yang dihasilkan lebih konsisten dan memenuhi kebutuhan pasar ekspor.

Bagi Universitas Brawijaya, pengembangan durian tidak semata berbicara tentang komoditas pertanian. Di baliknya terdapat peluang besar untuk membangun ekosistem inovasi yang menghubungkan riset, pendidikan, industri, dan pemberdayaan masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, hasil penelitian kampus dapat diterjemahkan menjadi solusi nyata yang berdampak langsung pada sektor pertanian dan ekonomi daerah.

Kolaborasi antara KKD, AKDI, BRIN, perguruan tinggi, dan para pekebun menjadi contoh bagaimana pengembangan pertanian modern membutuhkan kerja bersama lintas sektor. Ketika riset bertemu kebutuhan industri dan pengalaman petani di lapangan, peluang lahirnya produk unggulan nasional akan semakin terbuka.

Di tengah meningkatnya persaingan pasar hortikultura global, langkah yang dilakukan UB bersama para mitranya menjadi investasi jangka panjang untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen durian unggulan dunia. Dari kebun-kebun di Jawa Barat, harapan itu kini mulai disusun: menghadirkan durian Nusantara yang tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga mampu menjadi kebanggaan Indonesia di pasar internasional. (Din)

Post Views: 45
Tags: Durian IndonesiaDurian NusantaraDurian UnggulFBiPK UBHortikultura Indonesiainovasi pertanianKetahanan PanganPertanian Modernriset pertanianSDGsub berdampakuniversitas brawijaya
Previous Post

Follower Palsu Jadi Ladang Cuan, Fenomena Fictive Followers Kian Marak di Media Sosial

Dinia

Dinia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
UB dan AKDI Satukan Kekuatan, Bangun Sentra Bibit Durian untuk Pasar Internasional

UB dan AKDI Satukan Kekuatan, Bangun Sentra Bibit Durian untuk Pasar Internasional

June 2, 2026
Follower Palsu Jadi Ladang Cuan, Fenomena Fictive Followers Kian Marak di Media Sosial

Follower Palsu Jadi Ladang Cuan, Fenomena Fictive Followers Kian Marak di Media Sosial

June 1, 2026
Cinta Bersemi Kembali di Tanah Suci

Cinta Bersemi Kembali di Tanah Suci

June 1, 2026
Review Buku The Book You Wish Your Parents Had Read, Parenting Anti Toxic

Review Buku The Book You Wish Your Parents Had Read, Parenting Anti Toxic

June 1, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025