Kanal24, Malang – Pertemuan Presiden RI dengan para rektor perguruan tinggi mulai menunjukkan arah baru bagi dunia pendidikan tinggi. Rektor Universitas Brawijaya (UB), Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc, mengungkapkan pemerintah membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan kampus, mulai dari penguatan riset bersama Badan Usaha Milik Negara (BUMN), perluasan program beasiswa, hingga pelibatan akademisi dalam mengawal berbagai program strategis nasional.
Hal itu disampaikan Prof. Widodo saat memberikan keterangan di depan Gedung Rektorat Universitas Brawijaya, Senin (6/7/2026), usai mengikuti pertemuan Presiden bersama para rektor perguruan tinggi di Indonesia. Menurutnya, forum tersebut bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah semakin terbuka menjadikan perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam pembangunan berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi.
Baca juga:
Monitoring dan Evaluasi Smart Green Campus FTAB UB Tuai Hasil Positif
Pemerintah Dinilai Semakin Terbuka
Prof. Widodo mengapresiasi sikap Presiden beserta jajaran menteri yang dinilainya memberikan ruang lebih besar bagi perguruan tinggi untuk menjalankan kebebasan akademik sekaligus berkontribusi dalam pembangunan nasional.
“Kita mengapresiasi pertemuan kemarin karena itu salah satu bentuk hubungan sinergi yang baik. Pak Presiden dan para menteri terbuka sekali terhadap program-program kerja dan visi-misi membangun pemerintahan,” ujar Prof. Widodo.
Menurutnya, keterbukaan tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi. Ia menilai kampus tidak lagi diposisikan hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam melahirkan solusi atas berbagai tantangan pembangunan melalui riset dan inovasi.
Kolaborasi Riset dan Beasiswa Jadi Tindak Lanjut
Prof. Widodo menjelaskan, salah satu tindak lanjut yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan BUMN. Kerja sama itu diharapkan mampu menghasilkan riset yang lebih aplikatif dan selaras dengan kebutuhan pembangunan nasional.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan berbagai program beasiswa bagi mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Menurutnya, langkah tersebut menjadi investasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat daya saing bangsa melalui inovasi yang lahir dari perguruan tinggi.
Pakar UB Siap Dukung Program Prioritas Presiden
Menanggapi peluang keterlibatan Universitas Brawijaya, Prof. Widodo menegaskan setiap program prioritas pemerintah akan melibatkan perguruan tinggi sesuai bidang kepakaran masing-masing. Para akademisi nantinya tidak hanya berkontribusi melalui penelitian, tetapi juga memberikan kajian ilmiah, pendampingan, hingga monitoring terhadap pelaksanaan program strategis pemerintah.
“Setiap program prioritas Presiden itu melibatkan perguruan tinggi sesuai dengan kepakaran masing-masing. Ada para pakar dari perguruan tinggi yang kemudian dilibatkan untuk menelaah, melakukan monitoring, dan mendukung program-program Presiden,” jelasnya.
Ia optimistis sinergi yang semakin erat antara pemerintah, perguruan tinggi, dan BUMN akan memperkuat ekosistem riset nasional sekaligus membuka lebih banyak peluang pengembangan bagi mahasiswa, dosen, maupun peneliti.
Dengan kolaborasi tersebut, Universitas Brawijaya berharap kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan nasional semakin nyata. Melalui riset, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia, kampus diharapkan mampu menjadi salah satu motor penggerak menuju Indonesia yang lebih maju. (ndr)














