Kanal24, Malang – Cashback, bebas biaya transfer, hingga bunga tabungan tinggi dulu menjadi daya tarik utama bank digital. Namun, tren itu kini berubah. Masyarakat lebih mengutamakan keamanan saat memilih layanan perbankan digital. Di tengah maraknya transaksi online, perlindungan data dan dana menjadi pertimbangan utama.
Perubahan ini terlihat dalam Survei Ipsos Indonesia 2026. Sebanyak 65 persen responden memilih keamanan dan perlindungan data sebagai alasan utama menggunakan bank digital. Sementara itu, promo, diskon, dan cashback dipilih oleh 54 persen responden. Temuan ini menunjukkan bahwa kepercayaan kini lebih penting daripada sekadar keuntungan sesaat.
Baca juga:
Indonesia Bidik Investasi Rp500 Triliun Lewat Pusat Keuangan Internasional
Kepercayaan Menjadi Modal Utama
Managing Director Ipsos Indonesia, Hansal Savla, mengatakan pengguna kini tidak hanya mencari aplikasi yang praktis, tetapi juga layanan yang mampu memberikan rasa aman saat bertransaksi.
“Keamanan dan perlindungan data kini menjadi faktor utama yang dipertimbangkan masyarakat saat memilih layanan bank digital, melampaui berbagai penawaran promosi,” ujar Hansal Savla.
Menurutnya, perlindungan data pribadi, stabilitas sistem, hingga kemudahan mengakses dana menjadi fondasi yang membangun kepercayaan masyarakat terhadap bank digital.
“Pengguna tidak hanya menginginkan layanan yang praktis, tetapi juga kepastian bahwa data pribadi dan dana mereka terlindungi sehingga dapat bertransaksi dengan rasa aman,” katanya.
Selain itu, status bank yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta simpanannya dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) juga menjadi pertimbangan penting sebelum nasabah mempercayakan dananya
Aplikasi Stabil Jadi Nilai Tambah
Tak hanya itu, keamanan tidak hanya berkaitan dengan perlindungan data, tetapi juga kualitas layanan. Aplikasi yang stabil, transaksi yang cepat, serta minim gangguan membuat pengguna merasa lebih nyaman.
Selain itu, survei menunjukkan kemudahan mencairkan deposito, pilihan tenor yang beragam, dan layanan yang konsisten turut menjadi nilai tambah saat masyarakat memilih bank digital.
Kemudahan Tetap Dicari
Meski demikian, keamanan tetap menjadi prioritas utama. Di sisi lain, kemudahan juga menjadi alasan masyarakat beralih ke layanan perbankan digital. Survei Ipsos menunjukkan banyak responden menyukai bank digital karena proses transaksinya cepat, praktis, dan bisa dilakukan kapan saja tanpa harus datang ke kantor cabang.
Misalnya, fitur transfer instan, pembayaran melalui QRIS, pembayaran tagihan, hingga pembukaan rekening secara daring membuat layanan bank digital semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat modern.
Pilih Bank Digital yang Terdaftar dan Diawasi
Karena itu, OJK mengimbau masyarakat untuk memastikan bank digital yang digunakan telah memiliki izin dan berada di bawah pengawasan regulator. Selain itu, aktifkan autentikasi berlapis, jangan membagikan kode OTP, dan rutin perbarui aplikasi untuk menjaga keamanan akun.
Pada akhirnya, hasil survei ini menunjukkan masyarakat Indonesia semakin sadar bahwa memilih bank digital bukan hanya soal promo atau kemudahan. Melainkan juga tentang kepercayaan, perlindungan data, dan keamanan dana dalam jangka panjang.(ern)














